
...~Happy Reading~...
Setelah beberapa saat perjalanan, kini Langit sudah sampai di sebuah Pemakaman umum. Dimana, mertua serta ipar nya beristirahat dengan tenang di sana.
Setelah memanjatkan doa, Langit pun mulai menabur bunga sedikit demi sedikit di dua makam mertuanya. Setelah itu barulah ia mengambil bunga baru yang hanya berwarna putih untuk di makam ipar nya yang tak lain adalah mantan kekasih nya.
"Hai... " sapa Langit dengan senyum yang menguasai wajah nya. Mungkin, inilah pertama kalinya Langit datang dengan senyuman di wajah. Karena biasanya, ketika ia datang pasti akan bersedih dan bahkan menangis.
"Bagaimana kabar kamu? aku datang lagi." Langit menabur bunga dengan sedikit demi sedikit, lalu menghela nafas nya berat, "Maafin aku karena sudah berpaling darimu. Aku gak tau, apakah kamu akan membenciku atau tetap tersenyum padaku. Biru, aku tidak akan pernah melupakan kamu. Tapi kini hatiku sudah benar benar di kuasai adik mu. Aku tidak tahu sejak kapan dia bisa menggeser mu dari sana. Tapi aku berterimakasih padanya, karena kehadiran nya. Benar benar memberikan warna baru untuk ku."
__ADS_1
"Biru, bisakah kamu memaafkan ku?tolong jangan membenci ku. Dan tolong restui pernikahan ku dengan Jingga. Biarkan ku bahagiakan dia, tanpa harus mengingat kamu lagi. Namun, aku berjanji tidak akan mengusir mu dari hatiku. Kamu masih memiliki tempat terindah di sana, hanya saja Jingga tetap menjadi pemilik nya saat ini."
"Apakah kamu akan mentertawakan ku dari sana hem? Apakah aku terlihat seperti laki laki bodoh?" Lagi lagi Langit tersenyum getir, "Aku yakin, kamu di sana sudah bahagia sama ayah dan bunda. Dan biarkan Jingga bersama ku dan akan aku pastikan dia bahagia."
Setelah cukup lama berbincang, Langit pun segera beranjak dan pergi meninggalkan pemakaman. Namun, setelah beberapa saat Langit pergi, seorang wanita datang dengan wajah berkilat amarah. Dengan tangan yang mengepal kuat menatap sebuah makam berwarna Biru dengan taburan bunga putih.
'Kamu benar benar sangat beruntung!' gumam wanita itu berdecak sinis, lalu ia segera pergi meninggalkan pemakaman.
...🍁🍁🍁...
__ADS_1
Langit sudah sampai di rumah setelah hampir senja. Ia pun segera membersihkan diri dan mandi, barulah setelah itu ia mencari keberadaan istrinya. Namun, sudah beberapa kali ia berkeliling, ia tidak menemukan Jingga sama sekali. Bahkan, para pembantu pun tidak ada yang tahu kemana pergi nya Jingga.
"Bagaimana bisa, bibi gak tau!" seru Langit begitu marah.
"Tadi, non Jingga hanya datang ke dapur dan mencari Tuan. Setelah kami mengatakan tidak tahu, maka nona pergi lagi. Dan saya pikir nona. pergi ke kamar," jawab bibi sedikit bergetar karena takut.
Langit hanya mampu menghela napas dengan kasar. Ia berusaha untuk menghubungi Jingga, namun ketika dia membuka ponsel, ia justru semakin terkejut.
Entah ada berapa banyak panggilan tak terjawab dari Jingga, dan tak terdengar oleh Langit. Ya, karena ponsel nya sengaja ia silent sejak kemarin sore agar tidak ada yang mengganggu pertandingan nya. Dan ia lupa untuk mengganti ke mode normal.
__ADS_1
'Shittt!' umpat nya begitu kesal, lalu ia segera menyuruh para pembantu di rumah nya untuk berkeliling mencari Jingga. Sementara Langit, ia masih terus berusaha menghubungi Jingga sambil menyetir.
"Kamu dimana Sayang,' gumam Langit tanpa sadar memanggil Jingga dengan sebutan Sayang.