
...~Happy Reading~...
“Jingga, apakah kamu tidak akan kembali ke Indonesia?” tanya seorang wanita yang beberapa tahun lebih tua darinya.
“Aku—“ Jingga kembali menundukkan kepala nya, ia bingung harus menjawab apa dan bagaimana ketika mendapatkan pertanyaan seperti itu.
“Kuliah mu sudah selesai, dan mereka juga sudah cukup besar untuk naik pesawat.”
“Kak, bukan itu maksud Jingga. Tapi—“
__ADS_1
“Kamu takut kalau Langit tidak mau menerima nya?” tebak nya seolah tahu dengan keresahan yang di rasakan oleh sang adik, “Dia pasti mau menerima nya. Percaya sama aku, sudah cukup Jingga. Pulang yah,” bujuk nya lagi sembari menggenggam jemari tangan Jingga.
“Kenapa kakak bisa tahu dan sebegitu yakin nya kalau dia bakal menerima? Kakak bukan Biru,” cetus Jingga menghela nafas nya kasar, “Jadi kakak gak kenal sama dia.”
“Kamu masih membenci Biru?” tanya nya menggelengkan kepala, “Meskipun aku bukan Biru atau Azura, tapi suami ku sangat tahu bagaimana suami kamu. Mereka pernah dekat walau sesaat, jadi dia tau bagaimana perangai suami kamu.” Jelas nya.
“Mereka pernah dekat walau sesaat. Apakah menurut kakak, dulu kak Nathan seorang gay dengan mas Langit?” pekik Jingga langsung menutup mulut nya tak percaya.
Opang adalah sebutan yang gunakan untuk sang kakek. Iya, Jingga selama ini berada di rumah kakek yang dulu merawat Azara. Jingga cukup senang karena pada ternyata ia masih memiliki keluarga lain selain Azara. Hal yang paling tidak Jingga sangka dan kira adalah, ternyata Nathan adalah kakak ipar nya. Nathan menikah dengan Azara sejak saat baru lulus sekolah, dimana waktu itu Nathan hendak kuliah di luar negri, namun mereka malah bertemu.
__ADS_1
Sama seperti Langit yang sejak awal mengira bahwa Azara adalah Biru, dan itulah awal mula Nathan mencintai Azara karena wajah mereka sangat mirip. Awalnya Nathan memang mencintai dan mendekati Azara karena memiliki wajah yang mirip seperti Biru, namun seiring berjalan nya waktu, Nathan sudah mencintai Azara.
Nasib Azara dan Jingga tak berbeda jauh, keduanya memiliki pasangan yang masih terbayang akan nama dan wajah Biru. Namun Azara masih menerima hal itu, ia malah senang karena akhirnya ia menemukan saudara kembar nya, walau pada akhirnya ia kecewa lantaran saudara kembar nya sudah tiada.
Sejak saat itu, Azara semakin membenci orang tuanya, dan ia pun menikah dengan Nathan dan tinggal di luar negeri. Azara tidak mau kalau sampai orang tuanya tahu bahwa Nathan menikahinya, itulah sebab nya walau Nathan dekat dengan Faris, tapi Faris tidak pernah tahu keluarga Nathan, lantaran kakek atau Opang juga banyak membantu dalam menyembunyikan identitas Azzara.
(Yang mikir kenapa Azara nikah gak nyari papa Faris. Ingat lagi, Azara dan Azura termasuk anak di luar nikah. Jadi Azara tidak butuh ayah kandung untuk wali)
Opang memang jahat, dan bersyukur, kini ia sudah sadar ketika dirinya bertemu dengan Jingga. Bahkan sampai nafas terakhirnya pun, Jingga lah yang menemani Opang kala itu, walaupun saat itu posisi Jingga baru saja melahirkan. Nama anak dari Jingga pun, Opang yang memberikan nya.
__ADS_1
‘Perbaiki hubungan mu dengan Langit. Jangan sampai kamu menyesalinya seumur hidup, seperti yang Opang rasakan. Biarkan Opang pergi karena keluarga mu sudah menuntut maaf dariku,’ kata kata Opang yang kala itu sedang bercanda dengan Jingga selalu terngiang di kepala Jingga.