
Karena ulah Jingga, akhirnya hari ini Langit bolos untuk bekerja. Seharian, ia akan habiskan waktu bersama sang istri. Bahkan, benar saja seperti dugaan nya, setiap kali Jingga berjalan. Wanita itu akan merengek menahan sakit, namun setiap ada kesempatan masih selalu ingin dan ingin bermain.
Ingin rasanya, Langit mengutuk novel yang di penuhi oleh adegan adegan seperti itu. Tentu saja, hal itu membuat istrinya selalu penasaran dan meminta. Tanpa memikirkan efek samping nya, ya walaupun dirinya yang keenakan seperti mendapatkan durian runtuh. Namun, tetap saja dirinya tidak tega melihat Jingga yang terus berbaring di tempat tidur.
Sementara itu, tak hanya Langit yang kesal dengan novel dewasa. Maxim yang sejak kemarin lembur hingga tengah malam. Kini, ketika pagi ia sudah sampai kantor, baru mendapatkan notif pesan dari Langit yang mengatakan bahwa Jingga sakit dan dia tidak bisa datang ke kantor.
"Boleh teriak gak sih?" gumam Maxim di depan kaca dengan raut wajah datar nya.
Ingin sekali rasanya, mengumpat sahabat sekaligus bos nya itu. Namun, setelah dia pikir juga percuma, karena Langit tidak akan mendengar, apalagi sadar diri.
__ADS_1
Maxim memilih untuk menghela napas panjang. Berusaha untuk merilekskan diri dan menganggap bahwa Langit belum kembali ke kehidupan nya lagi.
Ya, bukankah dulu dirinya juga sendiri meng handle perusahaan? Dirinya bisa bekerja sendiri, jadi dia tidak perlu lagi membutuhkan sahabat lucknat seperti itu.
"Sudahlah, biarkan saja. Kamu itu seperti tidak pernah muda. Bukankah dulu waktu kamu awal menikah juga seperti itu?" ujar Gerry tertawa melihat penderitaan sahabat nya.
Ya, siang ini Gerry datang ke kantor Langit ketika jadwal nya sedang kosong. Terlebih ketika ia mendengar bahwa Langit bolos bekerja hingga membuat Maxim kesusahan. Membuat jiwa julid Gery semakin meronta ingin mentertawakan sahabat nya.
"Tapi berbeda, aku mengambil cuti dari jauh jauh hari. Dan sebelum aku cuti, aku sudah mengatur jadwal ku, tidak seperti ini, semua dadakan. Sudah seperti tahu yang di jual dalam mobil keliling saja!" cetus Maxim menghela napas kasar, laku mendudukkan diri di kursi kebangsaan nya.
__ADS_1
"Sudahlah, nikmati saja hari hari mu," ledek Gerry yang lagi lagi tak bisa menahan tawa ketika melihat wajah Maxim yang selalu di tekuk.
...🍁🍁🍁...
Sore hari nya, Langit yang masih melihat Jingga tertidur, akhirnya dia memutuskan untuk pergi keluar sebentar. Sementara Jingga yang sudah tak merasakan dekapan hangat dari Langit lagi, langsung membuka mata dan mencari keberadaan suami nya. Berulang kali Jingga memanggil, namun tidak ada sahutan, hingga akhirnya Jingga memilih keluar kamar dan mencari nya di ruang kerja.
Kosong juga, Jingga keluar untuk melihat mobil, dan benar saja. Langit pergi keluar menggunakan mobil, namun tidak pamit padanya.
"Kamu kemana sih mas?" gumam Jingga dalam hati menatap sendu pada jejeran mobil dalam garasi.
__ADS_1
Jingga pun akhirnya memilih untuk kembali ke dalam kamar dan mencari hiburan lain. Karena saat ini, kantuk nya sudah menghilang, dan pikiran nya sedang kacau mencari tahu kira-kira kemana Langit pergi tanpa berpamitan dengan nya.