
...~Happy Reading~...
"Bundaaaa! Asa dapat rangking satu!" teriak Asa begitu heboh ketika memasuki rumah nya sambil bersorak mengangkat sebuah buku berwarna merah tua ke atas.
Ya, hari ini adalah pembagian rapor di sekolah. Dan tadi, yang bertugas mengambilkan adalah sang ayah. Karena bunda begitu sibuk mengurus si kembar.
"Woahh, selamat ya Sayang... " ucap Jingga langsung mencium kening dan wajah Asa, "Kakak dimana?" tanya Jingga karena tidak menemukan keberadaan anak sulung nya.
"Gak tau, kakak sedih kali karena ranking nya lima, hihihihi," celetuk Asa terkekeh.
Baru saja Jingga hendak menegur Asa, namun dari arah pintu, Bintang dan Langit sudah muncul dan menghampiri mereka.
"Kakak dapat ranking lima?" tanya Jingga langsung membuat Bintang menghentikan langkah kaki nya, "Selamat ya Nak, bunda bangga sama Bintang!" imbuh Jingga tersenyum dan merentangkan tangan ingin memeluk putri nya.
Sementara itu, Bintang yang melihat wajah bahagia bunda nya seketika langsung hilang rasa sedih nya. Ia mengira bahwa bunda akan kecewa padanya, lantaran ia tidak bisa sepintar Asa yang selalu mendapatkan ranking satu. Sejak kelas satu, Bintang memang selalu mendapatkan ranking di di atas lima. Dan baru kali ini, ia mendapatkan lima besar.
"Bunda gak marah sama Bintang?" tanya gadis kecil itu dengan wajah yang sedikit di tekuk.
__ADS_1
"Untuk apa Bunda marah? apakah kakak melakukan kesalahan hem? kakak tidak mencontek kan?" kata bunda Jingga balik bertanya.
"Enggak Bun! Bintang tidak pernah mencontek!" seru nya dengan cepat.
"Kakak sudah berusaha. Jangan pernah iri dengan apa yang di dapatkan oleh orang lain. Cukup jadi diri sendiri, dan tetap berusaha lebih baik lagi. Sisanya, serahkan pada yang di Atas ya, bunda tetap bangga sama kakak," jelas bunda Jingga panjang lebar, membuat senyum langsung terbit di wajah Bintang.
"Bintang sayang sama bunda," gumam Bintang ketika di pelukan bunda Jingga.
"Bunda juga sayang sekali sama Bintang," balas bunda yang semakin mengeratkan pelukan nya.
Sementara itu, Langit yang melihat interaksi istri dan anak anak nya, ikut tersenyum lega. Kini ia semakin bersyukur karena istri nya semakin bertambah dewasa dan bisa memberikan contoh baik kepada anak anak nya.
"Ayah gak mau ikut pelukan juga?" tanya Asa sedikit mendongakkan kepala nya ke atas menatap sang ayah.
"Gak ah, ayah udah mandi. Nanti ayah jadi bau asem kalau— astaga!" pekik Langit ketika istri dan kedua anak nya langsung memeluk nya dengan begitu erat.
"Kami sayangggg sama Ayah!" seru ketiga nya membuat Langit langsung terkekeh.
__ADS_1
Terkadang, istrinya begitu bijak dan dewasa. Namun seketika juga mudah berubah seperti anak kecil bila seperti ini. Seolah Langit memiliki lima orang anak.
"Ayah juga sayang sama kalian. Jadi, sekarang kalian mandi. Habis itu kita jalan jalan. Ayah akan belikan hadiah karena putra dan putri ayah sudah pandai belajar nya dan menjadi anak baik, mau gak?" kata Langit seraya melepaskan pelukan anak anak nya.
"Mauuuu!" seru Bintang dan Asa bersamaan.
"Ya udah, mandi gih," kata Langit lagi membuat dia anak nya langsung berlari menaiki tangga menuju kamar nya.
"Bunda juga mau loh," ujar Jingga langsung memasang wajah imut nya yang membuat Langit selalu tidak tahan untuk tidak menerima istri kecil nya.
"Baiklah, karena bunda sudah menjadi ibu yang baik. Sudah mendidik anak anak dengan sangat pintar, sekarang ayah kasih hadiah sama Bunda, ayo!" ucap Langit seketika membuat Jingga menjerit karena suami nya langsung mengangkat tubuh nya dan menggendong ala karung beras.
"Akan ayah buat Bunda puas," bisik Langit seketika membuat Jingga membulatkan mata nya dengan sempurna.
"Dasar suami mesuuuummmm!"
...TAMATTT!! ...
__ADS_1