Langit Jingga

Langit Jingga
Modus


__ADS_3

^^^*Cieee yang kena PRANK TAMAT! 🙈🙈🤭^^^


...Tenang, masih ada beberapa partai lagi kok 🙈🙈🙈*...


...🍁...


...🍁...


...🍁...


...🍁...


...~Happy Reading~...


"Maaf," cicit Jingga begitu lirih ketika dirinya sudah cukup tenang.


Entah sudah berapa jam, Langit dan Jingga berada di dalam kamar. Sementara kedua anak nya tengah bersama dengan sang kakak, yakni Raihan.


"Mas yang seharusnya minta maaf. Karena Mas gak ada di saat kamu membutuhkan, maaf ya. Kamu harus melewati masa sulit itu sendiri," ujar Langit begitu lembut seraya mengusap rambut kepala Jingga.

__ADS_1


Jingga tidak bisa berkata kata lagi, ia kembali memeluk suami nya dengan begitu erat. Menumpahkan air mata yang sejak tadi begitu sulit untuk di hentikan.


"Jangan pergi lagi ya. Kalau ada sesuatu, katakan sama Mas. Jangan menghindar," imbuh Langit dan kini ia menangkup kedua pipi Jingga, hingga membuat bibir itu mengerucut.


"Iya, Jingga juga gak mau pergi lagi hiks hiks hiks. Jingga tersiksa jauh sama Mas Langit, sakit. Disini sesek banget," adu Jingga seraya menunjuk dada nya sendiri. "Jingga kangen banget sama mas Langit, hiks hiks hiks."


Jingga terus mengeluarkan semua yang ia rasakan. Langit yang awal nya merasa kasihan dan tersentuh, namun semakin lama ia malah terkekeh karena merasa lucu.


Istrinya tidak berubah. Masih begitu manja dan menggemaskan. Akhirnya, istri kecil nya kini telah kembali lagi. Wanita yang selama ini ia tunggu dan nantikan, kini sudah kembali ke pelukan nya. Dan kini, dirinya bersumpah bahwa ia tidak akan membiarkan keluarga nya berpisah lagi. Terlebih, kini sudah ada dua buah hatinya yang kini akan semakin mewarnai hidupnya.


Tok.. Tok.. Tok...


"Astaga, perang nya lama banget! Ini tuyul tolong di pikirin woy!"


Langit dan Jingga saling menatap, lalu keduanya tersenyum. Bukan lekas membuka pintu, namun Jingga malah kembali memeluk suaminya dengan begitu erat.


"Mas gak nyangka kalau kamu punya ponakan sebesar itu," ujar Langit dengan gemas menciumi pucuk kepala Jingga.


"Jingga pun juga tidak menyangka kalau punya ponakan sebesar itu. Ckck! Bahkan, om Nathan yang sering ku panggil Om ternyata kakak ipar ku," kata Jingga seraya menghela napas nya berat.

__ADS_1


"Mas," panggil Jingga dengan suara pelan, tangan nya sibuk memainkan kerah kemeja yang bersarang di leher Langit.


"Hem... " jawab Langit tersenyum.


"Ternyata kak Nathan sudah menikah dengan kak Zara. Wajah mereka sangat mirip, apakah kamu merasa iri?" tanya Jingga dengan sedikit menahan nafas nya.


"Kenapa aku harus iri?" kata Langit malah balik bertanya dengan dahi berkerut.


"Bukankah kalian berdua sama sama mencintai orang yang sama? Biru, dan kak Nathan mendapatkan kak Zara yang wajah nya memang sangat mirip dengan Biru. Tapi kamu—"


"Aku kenapa? tanya Langit semakin mengerutkan dahi, " Aku sudah mendapatkan mu, aku tidak akan pernah iri apalagi menyesali nya. Harusnya mereka yang iri, karena tidak bisa mendapatkan wanita seperti kamu, yang begitu ajaib," imbuh Langit sedikit terkekeh.


"Enak aja, mana ada Jingga ajaib!" sungut nya memberengut kesal, ia langsung melepaskan pelukan nya dan menatap kesal sang suami.


"Bagaimana tidak ajaib, kamu selalu bisa membuat jantung ini berdetak begitu cepat. Saat ada atau tidak ada kamu, pikiran ku selalu memikirkan kamu. Dan ketika kamu jauh saat meninggalkan ku, kamu seperti membunuh ku dari kejauhan. Sihir yang kamu miliki sangat ajaib, sampai bisa membuat aku tergila gila sama gadis seperti mu," ungkap Langit panjang lebar.


"Dihh, modus!" cetus Jingga namun juga mengulum senyum nya.


"Gapapa Modus, yang penting istri ku suka," ujar Langit santai.

__ADS_1


"Ihh gombal banget sih," rengek Jingga berdecak, yang mana membuat Langit semakin gemas dan selalu ingin memeluk nya.


__ADS_2