Langit Jingga

Langit Jingga
Dede emes


__ADS_3

“Jingga mau pulang sekarang!” kata Jingga begitu kesal, dengan cepat ia langsung beranjak dan berlari meninggalkan ruangan Langit.


Sementara itu, Langit tak langsung mengejar Jingga, matanya kini lebih menyorot tajam pada sosok seseorang yang tengah menyengir tanpa dosa di ambang pintu ruangan nya.


“Sorry, ku pikir dia sudah pulang. Makanya aku langsung masuk,” katanya sedikit menahan senyum.


Langit menghela nafas nya kasar, “Ada apa?” tanya nya dengan nada ketus, namun malah membuat Maxim semakin terkekeh.


“Gak mau di kejar dulu dede emes nya?” goda Maxim yang membuat Langit semakin mendengus, “Katanya gak suka, gak napsu, tapi mau di sosor juga.”


“Diem Max!”


“Tapi seriusan Lang, memang nya kamu belum—“


“Ku bilang Diem Max!” seru Langit marah.

__ADS_1


“Oke oke oke, diem!” kata Maxim mengalah, “Sorry, ini aku mau nanyain kenapa berkas yang ini belum kamu tanda tangani? Padahal proyek nya udah mau mulai.”


Maxim sudah merubah wajah nya menjadi lebih serius, ia mendekati Langit dan memberikan sebuah map yang berisi berkas tentang kerja sama nya dengan AF group.


“Aku masih bingung,” ucap Langit lirih. AF Grup, adalah nama perusahaan dari ayah mantan kekasih nya, Biru.


“Astaga Lang, jangan bilang kamu masih—“


“Gak semudah itu Max!” potong Langit dengan cepat, “Aku sudah berusaha, tapi tiba tiba om Faris datang dan mengajak kerja sama. Otomatis dia kembali mengingatkan ku dengan Biru. Lalu aku harus bagaimana?”


“Apa Jingga bener bener gak bisa menggantikan warna Biru? Mereka sama sama warna loh.”


“Lang, kamu sadar gak sih, hidup itu memang seperti sebuah lukisan. Langit, kamu lihat langit deh, memang kadang warna nya Biru. Tapi gak melulu harus selalu Biru. Ada kalanya, ketika hujan datang warna langit akan berubah gelap, abu abu atau bahkan hitam. Cukup Lang, sudah cukup selama belasan tahun warna kamu selalu gelap, biarkan Jingga masuk dan memberikan warna cerah itu lagi. Kamu gak mau menata hidup kah? Kamu gak mau maju ke depan? Mau sampai kapan Lang? Mau sampai kapan kamu akan terjebak dengan—“


“Cukup Max, kepala ku pusing. Tinggalkan berkas itu disini, akan aku pikirkan ulang lagi. Sekarang lebih baik kamu keluar!” usir Langit langsung memutar kursi nya membelakangi Maxim.

__ADS_1


“Seperti hal nya cuaca hari ini Lang, emang kamu mau cuaca mendung hujan begini terus? Pasti kamu butuh matahari dan bahkan pelangi agar mencerahkan hari hari mu. Come on Lang, kami sudah membantu mu sejauh ini, kamu sudah mendukung dan memberikan semangat. Tapi kembali lagi, semua akan percuma kalau kamu sendiri masih gak mau keluar dari zona kamu. Masa depan mu masih panjang, dan dunia ini luas, bukan hanya tentang Biru. Masih banyak warna lain yang siap memberikan mu warna!” jelas Maxim panjang lebar, tak ingin terus berdebat dengan sahabat nya, Maxim pun akhirnya memutuskan untuk pergi.


Langit masih terdiam dan mencerna ucapan Maxim, yang memang ada benar nya. Namun, bukankah semua itu membutuhkan sebuah proses. Mudah mengatakan, tapi dialah yang menjalani nya, dan itu tidak semudah membalikkan telapak tangan.


“Aarrrrkkkhhhhh!” jerit langit frustasi. “Kenapa kalian begitu mudah mengatakan nya? Karena kalian tidak pernah merasakan nya!”


.


.


.


Yuhuuu ... Mommy datang lagi mengantarkan pesan cinta, cie elah pesan cinta 🙈🙈🤭


Serius, Mommy cuma mau ngasih pengumuman soal GA, selain pemenang 1-3, Mommy akan tambahin 2 lagi. Jadi pemenang 4 & 5 juga akan tetap dapat hadiah. Dan nanti hadiah nya akan mommy tunggu di DM ketika selesai GA.

__ADS_1


Ah satu lagi, Mommy ucapin terimakasih banyak untuk yang sudah ikut berpartisipasi dalam GA recehan Mommy. Maaf kalau hadiah yang Mommy berikan tak bisa semewah atau sebagus author lain. 🙏🏻🥰


Sekali lagi, terimakasih banyak, dan sampai jumpa 😘🥰🥰


__ADS_2