
Setelah menenangkan Jingga, Langit pun segera pergi ke ruang guru untuk menanyakan apa yang terjadi, sehingga membuat istrinya menangis bahkan pingsan. Karena ujian sudah selesai, terpaksa Langit pun mengumumkan kepada para guru bahwa dirinya sudah menikah, dan Jingga lah yang menjadi istrinya.
Beberapa guru di sana langsung mengucapkan selamat kepada Langit, namun dengan cepat Langit menolak ucapan itu. Karena ini bukan waktu yang tepat untuk menerima ucapan selamat. Langit meminta kepada bu Yasmin agar membawa beberapa siswi yang sudah membully Jingga ke dalam ruang rapat.
“Siapa nama kalian?” tanya Langit dengan wajah dingin nya menatap beberapa gadis berseragam SMA di depan nya satu persatu.
Kini, posisi Langit tengah duduk bersandar pada kursi kerja dengan kaki yang ia letakkan di atas meja. Dirinya sudah sangat malas berurusan dengan anak sekolah, namun bagaimana lagi. Karena ini menyangkut nama baik istrinya yang sudah di fitnah mencontek.
“Ini—“
“Bu Yasmin, tolong keluar dari sini. Saya ingin bicara dengan mereka! Bukan dengan ibu!” ucap Langit dengan cepat memotong ucapan bu Yasmin yang hendak menjawab pertanyaan nya.
__ADS_1
“Tapi—“
“Bu!” seru Langit, lalu ia memberikan kode kepada Maxim agar membawa bu Yasmin keluar dan menyisakan dirinya dengan beberapa gadis di depan nya.
“Ma—maafkan kami Pak,” ujar salah satu dari mereka yang bernama Fira, “Kami hanya mengikuti kata Ana!”
“Heh, kenapa jadi gue!” seru Ana yang merasa namanya di sebut oleh Fira.
“Tapi emang semua ini karena elo Na! Kalau aja lo gak kemakan hasutan adek lo, semua ini gak akan terjadi!” saut satu gadis lain lagi yang bernama Tasya.
“Jadi ... apa yang mau kalian jelasin karena sudah memfitnah Jingga?” tanya Langit datar, seketika membuat ketiga gadis itu terdiam dan berhenti beradu argumen.
__ADS_1
“Anna marah sama Jingga karena Jingga sudah merebut pacar adik nya, Pak!” jawab Fira memberanikan diri, meskipun sambil meremas ujung seragam nya dan menunduk takut tidak berani menatap Langit.
Mereka semua tahu bahwa Langit adalah anak atau pewaris SMA Gaharu. Makanya mereka memanggil Langit dengan sebutan Pak, dan juga takut. Sekali saja mereka membuat Langit marah, maka sudah di pastikan akan terjadi badai besar. Dan yang terpahitnya adalah drop-out. Namun, yang membuat mereka bingung adalah, mengapa Langit harus marah karena Jingga pingsan? Batin nya.
“Siapa pacarnya?” tanya Langit lagi, kini dahinya berkerut bingung menatap gadis yang bernama Ana.
“I—itu ... “
“Jawab!” bentak Langit langsung menendang meja nya, hingga membuat ketiga gadis itu terlonjak kaget.
Sementara Langit, ia semakin marah karena alasan mereka memfitnah Jingga hanya karena laki laki. Astaga, Langit langsung memijit pelipis nya yang mendadak pusing, mengapa kisah permusuhan anak sekolah, tak jauh dari kata percintaan.
__ADS_1
“Raihan!” jawab Ana spontan karena takut mendengar teriakan Langit, “Adik saya bilang, sejak Raihan kenal sama Jingga, dia langsung menjauhi adik saya. Dan saya juga lihat sendiri, bagaimana Jingga dan Raihan setiap harinya. Tidak hanya adik saya yang marah, namun Bagas, pacar Jingga dulu juga sampai mutusin Jingga karena sudah tidak tahan melihat kemesraan Raihan dan Jingga!” jelas Ana dengan cepat dan berani, walaupun jantung nya sudah berdetak dengan sangat cepat menahan rasa takut nya.
Sementara itu, Langit langsung terdiam. Pacar Jingga, meninggalkan Jingga karena cemburu dengan laki laki yang bernama Raihan. Langit kembali mengingat ingat siapa laki laki yang di maksud, mengapa nama itu terasa sangat tidak asing di ingatan nya. Hingga, kembali ia teringat ketika ada laki laki yang mengaku teman Jingga dan selalu menemani Jingga sewaktu di pemakaman, dan laki laki yang menunggu Jingga waktu di UKS. Meskipun Langit sering melihat laki laki itu, namun ia selalu lupa dengan nama nya.