Langit Jingga

Langit Jingga
Pertandingan 21+


__ADS_3

...~Happy Reading~...


...21++ mohon yang belum cukup umur...


...di SKIP yaa ๐Ÿ™ˆ๐Ÿ™ˆ๐Ÿ™ˆ...


Jingga yang hanya menggunakan sebuah lingerie, begitu nampak sexy di mata Langit. Membuat gairah yang sejak tadi sudah di ubun ubun kembali bangkit lagi. Terlebih ketika ia melihat dada Jingga yang sedikit terbuka. Walaupun tidak sebesar buah semangka namun terlihat sangat kenyal dan menggoda.


"Promise!" jawab Langit, lalu detik berikut nya, ia langsung menyerang bibir Jingga yang begitu ranum. Membuat Jingga terus mendongak untuk menikmati Pagutan dari suami nya.


Setelah beberapa saat, Langit melepaskan ciuman nya. Ia bisa melihat bagaimana gadis kecil nya terengah, dengan dada yang naik turun. Hingga membuat hasrat nya semakin tak tertahan.


Langit segera membawa Jingga ke tempat tidur sambil kembali mencium bibir nya. Ciuman yang awalnya perlahan, semakin lama kini berubah menjadi sebuah lumatann kasar dan menuntut. Tangan Langit pun tak tinggal diam, ketika bibir nya bekerja di atas sana, maka tangan nya pun ia kerahkan untuk menyusup ke dalam lingerie yang di kenakan oleh Jingga.

__ADS_1


"Masshh.... " lenguh Jingga merasakan sesuatu yang aneh dalam dirinya.


"Kamu yakin?" tanya Langit menatap gadis kecil yang ada di bawah kungkungan nya. Gadis yang mungkin sebentar lagi akan menjadi seorang wanita milik nya, seutuh nya.


Jingga masih terdiam, ia di ambang dilema. Ia memang menginginkan nya, namun entah mengapa setelah merasakan sentuhan Langit membuatnya merasakan hal yang sangat aneh hingga membuat nya tidak bisa berkata apa apa.


"Jingga, I want you." Langit berbisik tepat di telinga Jingga dengan suara yang sudah begitu serak menahan gairah.


"Hemmm!" Jingga hanya menganggukkan kepala nya sambil memejamkan mata ketika tangan Langit mulai menjelajah dan menyentuh di semua titik sensitif nya. Membuat tubuh nya terasa begitu sulit mengendalikan rasa yang ada di dalam nya. Ia hanya bisa menikmati semua sentuhan yang di berikan oleh Langit sore itu.


"Mas Langit!" Jingga mencengkam rambut Langit saat laki laki itu menenggelamkan diri di bagian inti nya. Membuat tubuh Jingga semakin terkejut dan bergetar hebat saat sesuatu dari tubuh nya lolos begitu saja.


"Aku akan memulainya," gumam Langit kini sudah mensejajarkan wajah nya tepat di atas wajah Jingga, hingga membuat kedua mata itu saling menatap dalam.

__ADS_1


"Kaโ€”katanya sakit. Pelan pelan, Jingga takut," kata Jingga begitu lirih sambil menggigit bibir bawah nya.


"Aku akan melakukan nya selembut mungkin," balas Langit, dan ia pun segera menyatukan dua insan yang sudah sejak lama hidup sendirian.


"Sakittt Mas!" pekik Jingga ketika kini gawang nya sudah benar di jebol oleh Langit.


"Maaf," Langit segera mengecup kening Jingga, lalu turun hingga ke bibir dan kembali melumatnnya dengan begitu lembut.


Dan sore itu pun mereka lalui dengan pertandingan panas di atas ranjang. Deru napas dan suara desa han serta erangan memenuhi setiap sudut kamar Langit.


Air mata dan jerit kesakitan yang semula Jingga keluarkan, kini tergantikan dengan rasa nikmat atas kemenangan pertandingan nya.


Keduanya hanyut dalam pertandingan panas, hingga tanpa sadar mereka melakukan nya hingga tengah malam dan tertidur tanpa melepas penyatuan.

__ADS_1


__ADS_2