Langit Jingga

Langit Jingga
Tantrum


__ADS_3

...~Happy Reading~...


Setelah beberapa saat, Hingga sudah mulai sadar dari pingsan nya. Tadi, Dokter dan juga Raihan juga sudah mengecek keadaan Jingga dan memang tidak ada yang serius jadi dokter memilih undur diri.


"Bunda!" kedua anak nya pun segera menghambur memeluk Jingga kala melihat mata bunda nya terbuka.


Lagi, lagi dan lagi. Tubuh Jingga kembali bergetar hebat saat matanya melihat keberadaan Langit. Air mata nya menetes dengan cukup deras hingga membuat kedua anak nya pun ikut panik.


"Bunda kenapa?" tanya Bintang.


"Ra—Raihan... " nafas Jingga seolah tersangkut di tenggorokan nya saat mengucapkan sesuatu.


Langit yang seolah paham pun, ia mengajak kedua anak nya untuk keluar kamar dan mengantarkan nya kepada Raihan. Baru setelah itu, dirinya kembali ke kamar Jingga dan berusaha menenangkan nya.


Sedikit banyak, Langit tau tentang keadaan Jingga dari Raihan. Ya, tanpa sepengetahuan Jingga, Raihan sudah mengetahui nya dari sang mama. Hanya saja, Zara sengaja tidak mengatakan kepada Jingga agar Jingga tidak semakin tertekan.


"Sayang... " panggil Langit begitu lembut sambil terus mendekat ke arah Jingga.


"Bintang anak aku Mas. Dia anak aku, ja—jangan tolak dia. Dia anak aku, dia—"

__ADS_1


"Hey ssstt, cukup hentikan Jingga. Cukup!" kata Langit berusaha meraih tangan Jingga saat tangan itu mulai menjambak jambak rambut nya sendiri.


Langit bisa melihat raut wajah ketakutan dari wajah istri nya. Tentu saja, hal itu membuat hati nya semakin berdenyut nyeri.


Langit segera memeluk Jingga dan berusaha memberikan ketenangan untuk nya.


"Bintang anak aku, bintang anak kita. Jangan tolak dia, dia—"


"Iya, Bintang anak kamu. Dia anak ku juga, anak kita!" ucap Langit dengan sangat tegas hingga membuat Jingga berhenti memberontak.


Sebenarnya, Langit masih ingin menanyakan tentang siapa Bintang. Bila di lihat dari segi umur, tentu saja Bintang bukanlah anak nya dan Jingga. Namun, Langit tidak ingin membuat mental istri nya semakin down, jadi Langit akan menunggu sampai Jingga siap untuk bercerita.


"Iya Sayang, iya. Aku tahu, Bintang anak kita, maafin aku. Maaf karena aku tidak ada saat kamu butuh. Maafin aku!" bisik Langit hingga tanpa sadar ikut meneteskan air mata.


Langit tidak bisa membayangkan bagaimana hari hari Jingga saat jauh darinya. Ketika istri nya hamil dan melahirkan harus seorang diri tanpa ada dirinya.


"Maafin aku," bisik Langit lagi terisak dan sesekali menciumi kepala Jingga.


"Bintang sendirian Mas, dia anak kita. Jangan pisahin aku sama dia," kata Jingga dengan suara yang masih sesegukan setelah menangis.

__ADS_1


"Bintang dan Asa anak kita. Oke. Jangan pikirkan hal apapun lagi, oke. Mulai sekarang, kita akan selalu bersama Jangan pergi lagi, kita bisa hadapi apapun bersama sama. dengan Asa dan juga Bintang." ucap Langit seraya melepaskan pelukan nya. Kini, Langit memegang kedua pipi Jingga hingga membuat kedua wajah mereka sangat dekat.


"Mas tidak akan memisahkan Jingga dan Bintang?" tanya Jingga dengan suara lirih.


"Tentu saja tidak, siapa yang bisa memisahkan kalian. Tidak akan ada yang berani memisahkan kalian, bila sampai itu terjadi, maka akulah orang pertama yang akan menghabisi nya," jawab Langit seketika wajah nya menjadi dingin, namun Jingga malah tersenyum dan kembali memeluk suami nya dengan sangat erat.


Pelukan yang selama ini ia rindukan. Dan ketakutan yang selama ini hinggap di hati nya, kini sirna sudah, tergantikan dengan kehangatan yang begitu menenangkan hati dan jiwa nya.


.


.


.


.


...*Yeee Tamattt beneran ya, udah ketemu. Udah bahagia. Nanti kalau nambah lagi, makin panjang urusan nya. Makin nambah konflik nya dan makin pedes juga komennnya 🙈🤣🤣🤣🤣...


...Kisah mas Langit sama Jingga udahan aja yah. Kita lanjut kisah siapa? Raihan, Nadin+Bagas, atau siapa hayoo? komen yah....

__ADS_1


...Asal jangan minta kisah dia tuyul yang baru netes itu, masih piyik jangan dulu 🙈🤣🤣🤣*...


__ADS_2