Langit Jingga

Langit Jingga
Saling mencari


__ADS_3

"Thanks ya Rai," ucap Jingga ketika sudah sampai di depan rumah nya.


"Lain kali, jangan keluyuran sendiri! Pakai acara pindah gak bilang-bilang. Dan sekali lagi, maaf karena sudah salah paham," jawab laki laki remaja yang tak lain adalah Raihan.


"Bukan Raihan namanya kalau gak pernah salah paham. Makanya tuh punya mulut di pakai. Jangan asal menyimpulkan sesuatu dengan otak sendiri. Udah tau otak nya konslet sejak lahir, pakai acara sok sok an mikir sendiri. Pusing kan! gak enak kan! ya iya lah!" cerocos Jingga panjang lebar seraya memanyunkan bibir dengan kesal.


"Jangan mulai lagi, aku udah minta maaf sebanyak dua puluh satu kali loh!"


"Lah, berarti kamu gak ikhlas?"


"Bukan gak ikhlas, cuma kesel kalau inget!" jawab nya sedikit ketus.

__ADS_1


"Dah lah, sana pulang. Besok besok, kalau mau main, langsung kesini aja. Aku udah gak bisa datang ke sekolah!"


Raihan menganggukkan kepala nya, lalu segera pamit untuk pulang. Tadi, dirinya tidak sengaja bertemu dengan Jingga di pinggir jalan. Dan Raihan pun segera mengajak Jingga untuk pergi ke Taman karena ada yang ingin dia bicarakan.


Hal yang ingin di bicarakan oleh Raihan, tak lain dan tak bukan adalah soal salah paham mengenai Jingga yang sudah menjadi sugar baby dari dua laki laki dewasa. Raihan sudah tahu semuanya, dan akhirnya Jingga juga menjelaskan sekali lagi dan terpaksa mengatakan bahwa dirinya sudah menikah. Hingga membuat Raihan bernafas lega dan benar benar meminta maaf setulus hati.


Permintaan maaf tidak langsung di terima oleh Jingga. Raihan pun cukup tahu, bila meminta maaf dengan wanita itu pasti harus menggunakan sebuah ritual. Yakni, makanan.


Entah sudah berapa banyak jajanan pinggir jalan yang sejak tadi Jingga hampiri dan makan di tempat. Hingga kini, perut nya sudah terasa sangat penuh, bahkan ia ragu apakah di dalam perutnya masih ada ruang kosong.


Tidak ingin menyiakan kesempatan, Jingga pun memanfaatkan nya.

__ADS_1


Setelah memastikan mobil Raihan menghilang, Jingga pun segera membuka pintu pagar dan hendak masuk. Namun, baru saja dirinya hendak menutup kembali pintu pagar itu, ia melihat mobil suami nya baru datang. Ia pun segera memanggil satpam rumah agar membuka pintu agar lebih lebar.


"Darimana aja sih! seharian ngilang, jam segini baru pulang!" semprot Jingga sambil berkacak pinggang di depan mobil Langit.


Bibir nya memanyun dengan napas naik turun menahan kesal. Karena mengira, Langit baru saja kembali sejak siang tadi.


"Kamu darimana saja?" kata Langit balik bertanya, dan ia pun segera memeluk Jingga dengan begitu erat.


"Kenapa sih, orang di tanya malah nanya balik!" cetus Jingga masih kesal lantaran di tinggal sendiri di rumah. Ia pun segera mendorong dada Langit dan menjauh.


"Sayang... dari tadi mas muter muter nyariin kamu!" ucap Langit menghela napas nya kasar. Ia tak habis pikir, mengapa istri nya malah balik bertanya. Sementara dirinya sudah pusing sejak sore tadi mencari Jingga hingga malam begini.

__ADS_1


"Bohong! orang Jingga tidur di kamar kok di cariin!" jawab Jingga dengan ketus, "Mas tau gak sih, tadi itu Jingga sampai ke kantor buat nyariin mas Langit! Tapi mas gak ada di sana, mas kemana!


Deg!


__ADS_2