Married With Pilot

Married With Pilot
Syarat berbaikan


__ADS_3

Tidak berapa lama Keiko keluar dari kamar mandi sambil mengeringkan tangannya menggunakan handuk kecil kemudian meletakkan handuk itu di keranjang cucian. Ia kemudian mendekati ranjang kembali dan dengan wajah serius tangannya membuka kemasan obat dan baik dan memberikan obat itu langsung ke mulut Anthonino agar menelannya bersamaan dengan air putih.


Kemudian ia duduk di tepi ranjang sambil menatap wajah Anthonino. “Sebaiknya kau istirahat,” ucap Keiko.


“Maukah kau menemaniku cintaku,” pinta Anthonino sambil meraba telapak tangan istrinya yang sangat ia rindukan.


“Aku telah menemanimu sejak pagi, apa kau tidak merasa?” tanya Keiko dengan ekspresi kesal yang di buat-buat.


“Aku tertidur,” jawab Anthonino.


“Kau bukan tidur. Astaga kau pingsan. Apa yang kau lakukan di bawah di tengah badai salju?” Keiko tampak sangat kesal kali ini, tidak di buat-buat.


Anthonino menaikkan bahunya, ia tampak sama sekali tidak merasa bersalah telah membuat Keiko panik. “Aku hanya ingin melihatmu tapi sampai hampir malam hari kau tak kunjung keluar, kemudian ada badai salju aku tidak bisa kembali.”


“Kenapa kau tidak memanggil asistenmu atau orang-orangmu? Kenapa kau bertahan di tengah badai salju? Bukankah kau juga sedang sakit? Kau tidak memikirkan dirimu sendiri,” gerutu Keiko.


“Aku hanya memikirkanmu, aku sungguh merindukanmu.”


“Kau sedang sakit dan kau tetap saja berbicara manis seperti itu Aku tidak mengerti kenapa kau sangat pandai bermulut manis,” ucap Keiko sambil menggelengkan kepalanya.


“Aku tidak bermulut manis cintaku, apa yang kukatakan tulus dari dalam hatiku. Aku sangat merindukanmu. Sekarang aku lebih baik mati dati pada hidup tanpa dirimu,” ucap Anthonino terdengar mengada-ada.


“Kau pria perayu.” Keiko membesarkan matanya.


“Aku mencintaimu,” ucap Anthonino dengan nada mendamba.


Mendengar pernyataan cinta tersenyum wajahnya tampak merona.


“Aku ingin sebuah ciuman,” pinta Anthonino.

__ADS_1


“Kau akan menulariku, aku tidak mau.” Keiko memundurkan tubuhnya sedikit dengan gerakan refleks.


Anthonino terkekeh. “Kau tidak mau tertular padahal kita telah berjanji untuk melewati sakit dan sehat bersama,” ucap Anthonino dengan nada seolah ia adalah seorang suami yang sedang di aniaya oleh istrinya.


Mendengar itu Keiko justru menyeringai kemudian mengangkat sedikit dagunya. “Hanya kau suami yang menginginkan istrinya sakit,” seru Keiko.


Anthonino kembali terkekeh dan dengan sekali gerakan ia meraih pinggang Keiko kemudian bibir mereka telah bertaut, Keiko tidak mampu menolak meski ciuman Anthonino sedikit tidak nyaman karena bibirnya yang sedikit kering dan juga hawa panas dari lidahnya. Tetapi, Keiko berusaha menikmatinya.


“Apa kita telah berbaikan?” tanya Anthonino ketika tautan bibir mereka telah terlepas. Jarak mereka masih sangat dekat, bibir mereka juga nyaris bersentuhan.


“Jangan besar kepala Tuan Petrav, masalah kita belum selesai.” Keiko mendorong dada Anthonino dengan lembut menggunakan telapak tangannya.


“Kalau begitu ayo selesaikan,” ucap Anthonino.


“Tunggu kau benar-benar pulih.”


“Aku sudah pulih, aku sangat sehat.” Anthonino menegakkan tubuhnya seolah mengisyaratkan dirinya sama sekali tidak sakit.


Ia tidak bisa menunda lagi, ia ingin berbaikan dengan istrinya karena pertengahan rasanya membuat dunianya benar-benar akan berakhir. Batinnya tersiksa.


Keiko menatap dengan tajam wajah suaminya. “Tidak melakukan apa pun? Jelas-jelas kalian berciuman,” ucap Keiko dengan nada sangat kesal.


“Cintaku aku di jebak, aku melakukan semua itu di luar kesadaran.” Anthonino meraih telapak tangan Keiko dan mengecup jemari lentik milik istrinya. “Aku bersumpah. Demi Tuhan aku tidak mungkin berbuat seperti itu jika aku dalam keadaan sadar,” ucapnya lagi.


“Kau ingin aku memaafkanmu?”


Mendengar pertanyaan Keiko Anthonino tentu saja mengangguk seperti anak kecil yang di tawari es krim.


“Aku memiliki beberapa syarat untuk itu,” ucap Keiko.

__ADS_1


“Katakan cintaku, apa pun akan akun lakukan untukmu.” Mata biru milik Anthonino tampak berbinar seolah mendapatkan secercah harapan yang sangat berkilauan.


“Pertama kau harus percaya kepadaku,”


ucap Keiko dengan nada bersungguh-sungguh.


“Percaya kepadamu?” Merasa heran dengan syarat pertama yang diajukan oleh istrinya.


“Ya, percaya kepadaku.” Keiko menegaskan ucapannya.


Ragu-ragu Anthonino dengan apa yang di dengarnya, Anthonino sedikit memiringkan kepalanya. “Cintaku, apa kau sedang memainkan trik?”


Keiko justru tertawa ringan. “Tentu saja aku sedang bermain trik,” ucapnya dengan nada santai.


Aku harus mendapatkan kepercayaan Anthonino terlebih dahulu. Aku mencurigai Innesa, tanpa pekerjaan Anthonino aku tidak bisa menyelidiki Innesa. Benar-benar tidak terduga jika hidupku justru terbelit masalah dengan seorang mertua jahat.


“Jika kau tidak ingin berbaikan denganku..., baiklah kau tidak perlu mempercayaiku.” Keiko mengangkat kedua telapak tangannya menghadap ke atas.


Buru-buru Anthonino menjawab, “baiklah aku akan mempercayai apa pun perkataanmu. Aku akan mempercayaimu cintaku.”


“Kau sepertinya tidak tulus,” protes Keiko sambil membesarkan matanya kembali.


“Cintaku. Aku sangat tulus kepadamu,” ucap Anthonino.


Keiko justru terkekeh melihat Anthonino yang merengek seperti itu, entah mengapa suasana terlihat lebih santai dari pada biasanya.


“Yang kedua. Aku ingin kau lebih perhatian kepada papa,” ucap Keiko sambil lekat-lekat menatap wajah Anthonino.


“Papa?” Anthonino mengulang kaya Papa dengan lambat.

__ADS_1


“Ya, Papa. Aku ingin kau segera mencarikan dokter untuk Papa. Selama ini kau seperti tidak menyayangi papamu, kau terkesan tidak peduli. Aku telah berbicara dengan dokter Zacky dan aku menanyakan tentang keadaan Papa tetapi nyatanya dokter Zacky sama sekali tidak mengetahui tentang keadaan Papa dan asal kau tahu ayah dokter Zacky bukanlah ahli jantung. Di samping tidak tepat merawat Papa di rumah juga tidak seharusnya Papa ditangani oleh dokter Edmon.” Panjang lebar Keiko mengutarakan apa yang ada di dalam benaknya.


TAP JEMPOL KALIAN ❤️ DAN JANGAN LUPA JEJAK KOMENTAR ❤️ TERIMA KASIH ❤️❤️❤️


__ADS_2