Married With Pilot

Married With Pilot
Istri dan anakku


__ADS_3

TAP JEMPOL KALIAN SEBELUM MEMBACA PLIS! BACA SAMPE BAWAH JANGAN MARAH DULU 😆


“Kau menggagalkan semua rencanaku!” Justin mencekik leher Nameera menggunakan telapak tangannya. “Sebelum aku membunuhmu menggunakan tanganku sendiri, sebaiknya kau enyah dari sini Nameera!” bentaknya sambil dengan kasar mendorong tubuh Nameera hingga Nameera terhuyung dan punggungnya menabrak tembok.


Hari ini tim SAR menyatakan mayat Anthonino Keiko dan Arima di temukan di antara puing-puing sisa helikopter yang terbakar. Tim SAR menyerahkan jenazah ketiganya ke bagian ahli forensik untuk di otopsi sebelum di kebumikan.


Nameera terbatuk-batuk dan berusaha mengatur napasnya.


Belum puas Justin mendekati Nameera yang tampak ketakutan dan mencengkeram dagu Nameera dengan kasar. “Kau pikir kau siapa? Beraninya kau membunuh wanita yang ingin dijadikan istri!” bentak Justin.


“Tidak masalah kau membunuh Anthonino adik sialanku itu, aku berterima kasih untuk itu tetapi kau membunuh wanita yang aku inginkan untuk menjadi pendampingku aku tidak bisa memaafkanmu! Enyah dari hadapanku atau kau kubunuh!” Dada Justin tampak berguncang naik turun, ia sedang menahan amarahnya yang hampir tak terkendali hingga benar-benar ingin melenyapkan Nameera.


“Aku sedang mengandung tega-teganya kau menyakitiku. Aku melakukan ini semua demi anakmu,” ucap Nameera dengan bibir tampak bergetar. Ia tidak menyangka jika taktiknya terendus oleh Justin dan pria itu justru marah besar kepadanya.


Justin mengeratkan cengkeraman tangannya di dagu Nameera. “Apa kau bilang? Anak? Aku sama sekali tidak menginginkan anak itu, kau bisa melakukan aborsi atau kau membesarkannya aku sama sekali tidak peduli,” ucap Justin sambil melepaskan cengkeramannya. Kemudian memundurkan kakinya beberapa langkah sambil kedua telapak tangannya di masukkan ke dalam saku celananya.


“Tega-teganya kau berkata seperti itu kepada darah dagingmu sendiri,” ucap Nameera. Ia mulai menitikkan air matanya.

__ADS_1


Melihat Nameera yang mulai menangis Justin justru menyeringai lebar. Hatinya sama sekali tidak tersentuh. “Nameera... Nameera... Jangan menganggap dirimu terlalu tinggi, siapa pun keluargamu Tjiptadjaja atau siapa aku sama sekali tidak peduli dengan itu. Apalagi menjadikan seorang wanita yang tanpa perasaan dan tega menghianati keluarganya sendiri menjadi istriku, jangan bermimpi. Kau sama sekali tidak aku harapkan, kau sama sekali tidak berharga di mataku. Sejak awal bagiku kau hanya seorang budak, pelac** yang sangat hina,” ucap Justin. Ia terus saja menghina Nameera untuk melampiaskan kemarahannya. Ia menginginkan Keiko menjadi istrinya bukan Nameera. Siapa pun di dunia ini sebejat apa pun seorang pria tetaplah ia menginginkan seorang wanita baik-baik dan terhormat yang menjadi istrinya.


Nameera meratap, dan menangisi. Ia masih tidak percaya dengan semua yang dialaminya karena semua melenceng dari rencananya. “Kau sungguh keterlaluan, lihat saja aku akan membalasmu baji**n!” teriak Nameera.


“Membalas katamu? Kita lihat apa kau bisa membalas kau bisa membalasku jika orang tuamu tahu seberapa memalukannya putri mereka.” Justin mengangkat kedua alisnya. “Sekarang pergi dari hadapanku atau kau kubunuh bersama bayi yang ada dalam kandunganmu itu,” ucap Justin dengan nada dingin.


“Justin, kau benar-benar tidak berperasaan!”


“Hey, tidak ada pria yang sudi menikah dengan ****** sepertimu. Sadarlah kau pikir aku tidak tahu masa lalumu? Kau tidur dengan banyak pria kau juga mantan teman kencan Anthonino dan kan kau adalah kekasih resmi sahabat baik Anthonino. Kau pikir aku sudi memungut sampah sepertimu?” Sekali lagi Justin menghina Nameera dengan kata-kata pedas yang terus meluncur dari bibinya.


“Seharusnya kau bercermin Nameera. Aku telah merawatmu beberapa bulan di sini, memberikanmu fasilitas dengan nyaman tanpa harus bekerja cukup menjadi pelac**ku. Kau hanya kutugaskan melenyapkan Anthonino bukan melenyapkan Keiko. Andai kau menurut kau masih bisa menjadi pelac**ku seumur hidupmu?” rupanya Justin belum puas menghina Nameera. “Atau sebelum kau pergi kau ingin lebih dulu terlebih dahulu menikmati percintaan sebagai salam perpisahan? Kau ingin aku memasukimu? Katakan? Secara lembut atau secara kasar?”


Dengan kasar Justin merobek pakaian yang dikenakan oleh Nameera yang tidak mampu melawan, ia membalik posisi tubuh Nameera menjadi memunggungi Justin dan tanpa permisi pria itu menyatukan tubuh mereka tanpa mempedulikan Namira yang menangis dan meronta-ronta kesakitan karena tidak siap untuk dimasuki. Dengan gerakan kasar Justin terus menggerakkan pinggulnya, satu tangannya menjambak rambut Nameera sementara tangannya yang lain menahan pinggul Nameera.


“Lihat kau menikmati di bawah, kau tidak memiliki harga diri.” Geram Justin. Ia tahu Nameera akan segera mendapatkan puncaknya. Buru-buru Justin melepaskan penyatuan tubuh mereka dan memindah posisinya di depan Nameera. Dengan kasar ia mendudukkan Nameera dan memasukkan bagian tubuhnya ke dalam mulut Nameera. Memperlakukan Nameera dengan sangat hina kemudian menyemburkan cairannya di wajah Nameera. “Pergi dari hadapanku! Kemasi barang-barang sekarang juga!” Justin kemudian lemparkan beberapa ikat uang kertas ke wajah Nameera. “Bayaranmu hari ini,” katanya.


Dua Minggu kemudian.

__ADS_1


Anthonino membuka matanya, samar-samar ia melihat wajah cantik istrinya. Ia mengerjapkan matanya beberapa kali untuk memastikan penglihatannya. Ternyata wanita yang berada di depannya adalah Livia ibu mertuanya.


“Kau bangun sayang?” wanita itu dengan suara lembut menyapanya. “Philip, tolong kau panggilkan dokter Zacky,” kata Livia.


“Di mana Keiko dan anakku?”


Ibu mertuanya tidak menjawab pertanyaan Anthonino. "Tunggu sebentar, dokter akan memeriksa keadaanmu."


"Mommy, di mana istri dan anakku?" Anthonino mengulang pertanyaannya.


"Sayang, tulang rusukmu patah. Lengan dan kakimu juga mengalami patah tulang dan kau koma selama dua Minggu."


TAP JEMPOL KALIAN ❤️ DAN JANGAN LUPA JEJAK KOMENTAR ❤️ TERIMA KASIH ❤️❤️❤️


🍒🌸


OH IYA ADEGAN SEBELUMNYA DI HELIKOPTER. AKU MAU MINTA MAAF. MUNGKIN AKU SALAH MENDISKRIPSIKAN DI MANA LETAK PARASUT. ENTAH DI BAWAH KURSI ATAU DI ATASNYA KARENA AKU BELUM PERNAH NAIK HELIKOPTER DAN AKU BROWSING GAK DAPET (MUNGKIN AKU KURANG SABAR NYARINYA) JADI KALAU ADA YANG LEBIH TAHU TOLONG KOREKSI YA.

__ADS_1


__ADS_2