
TAP JEMPOL SEBELUM MEMBACA PLIS!
Lidya memang hingga detik ini tidak ditemukan keberadaannya oleh siapa pun bahkan Kenzo, Naoki dan Jonathan pun tak mampu melacaknya. Hal itu di sebabkan karena sebenarnya Justin telah memutus semua komunikasi bersama dengan Lidya. Justin tidak ingin mengulang kembali kebodohannya yang tidak memperhitungkan keberadaan keluarga Yamada di belakang Anthonino. Justin menjadi waspada karena belajar dari rekaman kamera pengintai di hotel yang mampu diretas oleh keluarga Yamada. Sejak itu ia segera memutus seluruh informasi yang berkaitan dengan Lidya dan rupanya langkah itu berhasil. Lidya dengan sempurna tinggal di kediaman Innesa.
Sementara di pihak Nameera ia sama sekali tidak tahu di mana Lidya berada, ia hanya menjebak Anthonino. Ia harus menyingkirkan Anthonino karena bagaimanapun bayi dalam kandungannya harus memiliki seorang ayah. Nameera sadar ia tidak mungkin mendapatkan hati Anthonino karena pria itu tidak mencintainya bagaimana pun kerasnya ia mencoba mendekati Anthonino adalah hal yang sia-sia. Anthonino tidak mungkin menerimanya sehingga jalan satu-satunya yang mampu ia pikirkan adalah menjadi menyingkirkan dan Anthonino tidak perlu tidak peduli Bagaimana caranya. Tentu saja Keiko juga hal yang harus ia singkirkan karena jika ada Keiko di dunia ini maka Justin juga akan memilih Keiko di banding dirinya.
Mereka berempat menuju sebuah perbukitan salju yang di tunjukkan oleh Nameera, tempat Lidya berada. Setelah dua puluh menit perjalanan tiba-tiba parameter helikopter itu tampak berkedip-kedip membuat Anthonino terkejut. Tetapi, ia berusaha mengatasinya agar istrinya tidak panik. Ia tidak menyangka helikopter yang diterbangkannya itu kehabisan bahan bakar. Setahu Anthonino sebelum mereka berangkat anak buahnya telah memeriksanya seluruh keamanan dan kelengkapan yang sesuai prosedur. Dengan gerakan tenang ia meraba bagian bawah kursi yang ia duduki di mana parasut searusnya berada, sayangnya ia tidak menemukan apa yang ia cari. Anthonino kemudian mengaktifkan mode otomatis, ia meraba bawah kursi yang diduduki istrinya untuk mencari parasut dan ia kembali menelan kekecewaan karena benda yang ia cari juga tidak ada.
Tanpa mencurigai siapa pun ia segera menoleh ke belakang dan bertanya kepada carikan parasut tetapi pada saat yang bersamaan saat ia menoleh ke belakang. “Arima, Nameera apa ada parasut di bawah tempat duduk kalian?”
Kedua orang tersebut meraba bagian bawah kursi mereka dan serempak menggelengkan kepala.
“Kalau begitu buka pintu dan melompatlah, hati-hati,” ucap Anthonino. Sambil meraih telapak tangan Keiko dan menatap matanya yang tampak ketakutan. Wajah cantik Keiko tampak pias.
“Baiklah, aku akan melompat lebih dulu,” jawab Nameera. Ia membuka pintu Helikopter, tanpa ada seorang pun yang menduga Nameera membuka jaketnya, ia telah menggunakan parasut di balik jaket tebalnya.
“Kau!” Arima hendak meraih tubuh Nameera namun ia kalah cepat.
__ADS_1
“Semoga kalian berkumpul di neraka,” ucap Nameera sambil dengan riang benar-benar melompat meninggalkan helikopter dan mengembangkan parasutnya.
Anthonino segera meraih pinggang Keiko menggunakan lengan kirinya, ia berdiri di ambang pintu sementara tangannya sebelah tangannya berpegang pada besi. Matanya melirik waktu yang tersisa. Masih ada beberapa detik lagi sebelum helikopter itu benar-benar mengalami mati mesin dan pasti akan terjatuh.
“Aroma selamatkan dirimu, cepat melompat!” ucap Anthonino memerintahkan Arima.
“Tapi sir. Bagaimana dengan nona?”
“Kau serahkan saja kepadaku, selamatkan dirimu cepat!”
Arema mengagukkan kepalanya kemudian ia melompat dari dalam Helikopter.
“Cintaku.... Kau jangan takut pejamkan matamu aku pasti menyelamatkan, percayalah padaku.” Anthonino mencium bibir Keiko dengan lembut kemudian mendaratkan sebuah kecupan di kening Keiko. “Aku mencintaimu.”
Keiko hanya diam menyembunyikan wajahnya di dada Anthonino sambil menahan pedih. Nameera menghianatinya. Ia salah mempercayai Nameera. Sekarang mungkin adalah saat terakhirnya bersama Anthonino suaminya. Cinta pertama dan terakhirnya. Diam-diam Keiko meneteskan air matanya sambil menikmati dekapan erat lengan suaminya.
Anthonino terus berusaha menjaga keseimbangan tubuhnya agar mereka berdua mendarat dengan tepat di atas salju. Tetapi, tidak semua seperti yang ia mau. Mereka jatuh berguling-guling begitu jauh dari perbukitan salju hingga sampai ke bawah belum lagi mereka beberapa kali terbentur berbatuan. Akhirnya mereka terhenti ketika tubuh Anthonino membentur sebuah batu besar.
__ADS_1
Anthonino segera memeriksa tubuh Keiko setelah mereka berhenti terguling. “Cintaku, buka matamu.”
Tidak ada jawaban hanya yang tampak wajah Keiko basah oleh air mata.
Anthonino dengan pelan menggoyangkan bahu istrinya. “Cintaku, bangunlah. Kita selamat,” ucapnya terdengar mulai panik.
Anthonino mengulanginya kembali tetapi karena tidak ada respon dari Keiko ia meraih ponsel yang ada di saku jaketnya. Sekali lagi, nasibnya kurang beruntung karena hanya ada panggilan darurat internasional. Tetapi, ia tidak putus asa untuk mencobanya.
Sambil menunggu tim yang akan datang menjemput, Anthonino terus berusaha membangunkan istrinya dan menjaganya agar tubuh istrinya tetap hangat. Tetapi, ia merasa ada yang aneh karena ia mencium bau anyir darah segar. Ia segera memeriksa tubuh Keiko. Tubuh istrinya tidak ada yang terluka, hanya ada luka dari lengan dan bahu miliknya sendiri. Sejenak Anthonino merasakan lega tetapi bau anyir darah itu semakin tajam.
Anthonino juga merasakan pahanya begitu hangat, tiba-tiba jantungnya berdegup kencang karena merasakan ketakutan yang amat dahsyat. Perlahan ia mengalihkan pandangannya ke arah pahanya dan mendapati celana yang ia kenakan telah basah oleh darah bahkan salju yang ia duduki telah berubah menjadi merah. Ia memaksa kembali tubuh Keiko dan ia mendapati darah itu berasal dari bagian kewanitaan istrinya. Pendarahan!
“Cintaku! Buka matamu jangan tidur.” Anthonino meratap, istrinya mungkin sedang hamil dan sekarang ia sedang mengalami pendarah yang berarti mereka akan kehilangan bayi yang sudah sangat di tunggu-tunggu.
“Nameera! Akan kubunuh kau hingga anak cucumu!”
TAP JEMPOL KALIAN ❤️❤️❤️ JANGAN LUPA JEJAK KOMENTAR ❤️ TERIMA KASIH ❤️❤️
__ADS_1
🍒🌸