Married With Pilot

Married With Pilot
S2. Menikah denganku


__ADS_3

TAP JEMPOL KALIAN TERLEBIH DULU SEBELUM MEMBACA PLIS!


Samantha terbangun pagi hari, seperti yang dikatakan Philip akhirnya ia memang harus tidur di dalam pelukan Philip. Ia menjauhkan tubuhnya dari tubuh Philip. Dengan mata yang masih terasa berat untuk terbuka ia mengamati pergelangan tangannya tentu saja terasa sakit sedikit memerah meninggalkan bekas di kulitnya.


“Philip, lepaskan kan aku,” pintanya begitu kesadarannya telah terkumpul dengan sempurna.


“Apa kau ingin membuang air?” Philip bertanya tanpa membuka matanya.


Samantha tidak habis pikir kenapa hanya masalah buang air yang dipikirkan oleh Philip. “Lebih dari itu, kau benar-benar keterlaluan! kau menyakitiku, lihat pergelangan tanganku merah,” kata Samantha sambil mengangkat tangannya.


Philip membuka matanya dengan enggan. “Tidak ada jaminan agar kau patuh kepadaku selain memborgolmu,” katanya dengan suara serak.


“Philip, aku ingin mandi, aku ingin mengganti pakaian.” Samantha memang memerlukan itu semua.


“Lakukan saja.” Philip menjawab dengan nada acuh.


Samantha membuka mulutnya tanpa membuka suara. Kemudian ia menurunkan tangannya yang masih menggantung di udara bersama tangan Philip. “Bagaimana mungkin?”


“Kita bisa melakukan bersama,” jawab Philip masih dengan sikap acuhnya.


“Kau keterlaluan!”


“Ya, aku keterlaluan karena kau memintaku untuk melakukan ini semua.” Philip mengubah posisinya menjadi duduk begitu pula Samantha. “Ayo buang air, dari kemarin kau tidak melakukannya,” ucap Philip karena tadi malam Samantha tiba-tiba merebahkan tubuhnya dan langsung tertidur pulas.

__ADS_1


Karena kandung kemih yang terasa begitu penuh, mau tidak mau Samantha mengikuti apa ujar Philip. Ia bersama Philip masuk ke dalam kamar mandi dan menunaikan hajat mereka bergantian. Berulang kali Samantha mengumpat Philip di dalam hati karena perbuatan Philip. Sangat menyusahkan melakukan kegiatan dengan tangan di borgol dan harus melakukan kegiatan bersama-sama. Apalagi tangan Samantha yang terbebas adalah tangan kiri, jelas-jelas ia tidak terbiasa menggunakan tangan kirinya.


Samantha berulang kali mengembuskan napasnya karena kesal, ia ingin mencekik Philip hingga pria itu memohon ampun kepadanya.


“Cepat makan sarapanmu,” ucap Philip.


Samantha mendengus. Ia memang sangat lapar tetapi ia akan mencoba melakukan demonstrasi, mogok makan. “Aku tidak akan makan hingga kau melepaskan aku,” katanya dengan nada penuh ancaman.


“Oo...” hanya itu yang diucapkan Philip. Ia meniklmat sosis dan telur di piringnya tanpa memedulikan Samantha yang tampak kesal karena usahanya tidak membuahkan hasil.


Setelah makan di piringnya habis Philip tanpa berkata apa-apa Philip menggeser piringnya menjauh. Lalu menyeret piring milik Samantha, ia memotong sosis, menusuknya menggunakan garpu di tangannya lalu memasukkan sosis ke dalam mulutnya.


“Apa yang kau lakukan?” tanya Samantha sambil menyeret piring miliknya.


“Kau pria serakah. Kau....” Samantha tidak menyelesaikan ucapannya.


Philip tampak menunggu Samantha menyelesaikan kalimatnya. Tetapi, karena Samantha tampak mengatupkan bibirnya, ia membuka suara, “Tidak memberimu makan?”


Samantha mendengus. “Aku tidak bisa makan menggunakan tangan kiri!” katanya sambil melotot galak ke arah Philip.


Philip memotong sosis di piring Samantha menggunakan garpu, menusuknya kemudian mendekatkan sosis itu ke bibir Samantha. “Buka mulutmu,” katanya.


Samantha masih menutup mulutnya.

__ADS_1


Philip menatap Samantha dengan tatapan dingin. “Jadilah patuh, semakin kau memberontak maka semakin aku tidak akan melepaskanmu, kali ini aku bersumpah Sam, aku tidak main-main,” ucapnya dengan nada datar.


Samantha bermaksud meraih garpu di tangan Philip tetapi Philip dengan gesit menjauhkan tangannya. “Apa sulitnya mematuhi calon suamimu? Hmmm....”


Calon suami?


Samantha benar-benar putus asa. Akhirnya ia menyerah, ia membiarkan Philip memberinya makan hingga sosis dan telur di piringnya tak bersisa. Setelah membersihkan peralatan makan, mereka duduk di sofa menonton acara televisi pagi.


“Philip, bisakah kita bernegosiasi?” tanya Samantha pelan.


“Katakan,” jawab Philip.


“Lepaskan aku, aku berjanji aku akan mematuhimu.”


Philip menggeser tubuhnya menghadap ke arah Samantha yang duduk di sampingnya. “Tidak ada jaminan, aku sama sekali tidak memercayaimu, sayang sekali.”


Samantha tampak sedikit ragu-ragu menatap mata cokelat Philip. Ayah dari janin yang sedang tumbuh di rahimnya. “Aku akan tinggal bersama, di sini,” katanya.


Philip tersenyum mendengar ucapan Samantha. “Kembali ke London, menikahlah denganku,” kata Philip.


Samantha terbelalak mendengar apa yang baru saja di ucapkan Philip. “K-kau serius?”


TAP JEMPOL KALIAN DAN JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK KOMENTAR ❤❤❤❤

__ADS_1


__ADS_2