Married With Pilot

Married With Pilot
Serangan terbuka


__ADS_3

Keesokan paginya Anthonino sedang berkutat dengan beberapa dokumen pekerjaannya ketika Innesa tiba-tiba muncul di dalam ruang kerjanya.


“Mama kau tidak mengatakan kau akan datang?” Anthonino tersenyum lebar menyambut kedatangan wanita yang membesarkannya.


Indonesia juga tersenyum lebar ya menarik kursi tepat di depan meja Anthonino. “Apa aku harus membuat janji terlebih dahulu juga untuk bertemu putraku?”


“Tentu tidak mama, kau wanita tercantik, kau bebas datang menemuiku kapan saja.” Anthonino menyeringai ya memang kita terbiasa berbicara manis kepada Innesa, seperti Innesa berbicara manis kepadanya.


“Kau sangat pandai berkata-kata manis andai Feliks seperti dirimu pasti aku menjadi wanita yang paling beruntung di muka bumi ini.” Innesa mengerjapkan bulu matanya dan bibirnya menyunggingkan senyum tipis.


“Kau bisa menghubungiku dan aku akan datang ke rumahmu.”


“Tidak perlu, lagi pula aku banyak memiliki waktu luang. Kau sangat sibuk dan harus konsentrasi dengan pekerjaanmu bukan?”


“Aku banyak memiliki waktu untukmu Mama,” kata Anthonino.


“Kurasa tidak, kau sekarang benar-benar sibuk. Aku yakin waktumu akan semakin berkurang untukku.” Nada bicara Innesa terdengar sedikit mengeluh.


“Jangan bilang kau sedang cemburu kepada menantumu.” Anthonino naikkan sebelah alisnya.


“Sepertinya demikian,” jawab Innesa dengan senyum seolah sedang menggoda Anthonino.


“Aku sangat mencintainya.” Tatapan mata biru milik Anthonino tampak menghangat saat ia mengucapkan kata cintanya.


“Kalau tidak salah istrimu itu pemain biola, dia juga model di salah satu iklan perusahaan kita bukan?”


“Istriku, dia pemain piano, tepatnya sepertinya semua alat musik ia menguasainya.” Wajah Anthonino tampak begitu berbinar penuh dengan kebanggaan setiap kali ia menceritakan segala sesuatu tentang Keiko istrinya.


Diam-diam Innesa menghela nafasnya dan mengembuskannya perlahan. “Sayangku, kau menikahi seorang wanita dari dunia hiburan. Apa kau yakin?”


“Kenapa kau bertanya seperti itu?” Anthonino sedikit memiringkan kepalanya.


“Sayang kamu tidak ada maksud apa-apa hanya saja wanita dari dunia hiburan itu biasanya hanya menginginkan harta dari para pria yang dekat dengannya. Aku khawatir dia hanya memanfaatkan hartamu,” jawab Innesa dengan nada khawatir yang tentu saja dibuat-buat.


Anthonino tersenyum. “Mama akulah yang mengejar Keiko, bukan dia yang mengejarku,” ucap Anthonino berusaha meyakinkan Innesa.


“Dia gadis yang pandai,” kata Innesa setengah bergumam hampir tidak terdengar oleh Anthonino.

__ADS_1


Anthonino diam-diam menatap Innesa dengan tatapan menyelidik.


“Jadi kau datang ke sini hanya untuk menginterogasiku?”


Innesa tertawa ringan. kemudian wanita itu berucap, “Oh tentu saja tidak. Kalian hanya beberapa jam di kembali ke rumah, aku masih merindukanmu. Seharusnya kau memberi kabar terlebih dahulu sebelum datang ke rumah agar aku bisa menyiapkan makan malam untuk kalian.”


“Aku ingin memberimu kejutan,” kata Anthonino.


“Manis sekali, kau sukses membuatku terkejut.” Innesa tertawa ringan kemudian melanjutkan ucapannya, “jadi kapan kau akan membawa istrimu kembali ke rumah untuk makan malam bersama? Aku akan menyiapkan makan malam yang mewah.”


Anthonino menekan enak di tangannya ke atas meja. “Kami akan datang kembali mengunjungi papa nanti.”


“Itu bagus kalian harus lebih sering mengunjungi papamu, mungkin itu akan membuat papamu bahagia dan membuat kemajuan. Istrimu harus lebih dekat dengan keluargamu,” kata Innesa.


“Aku akan sering membawa istriku untuk mengunjungi kalian.”


“Sangat bagus, aku tidak sabar ingin berbelanja dan pergi ke salon bersama menantuku. Kita harus segera secara resmi mengumumkan kepada keluarga besar kita tentang pernikahanmu.”


“Baiklah Mama, bagaimana jika kau yang mengurus semua itu?” Anthonino menaikkan kedua alisnya.


“Lusa?”


“Iya Lusa.” Innesa menjawab pertanyaan Anthonino yang sangat terkejut dengan diiringi senyum manis.


***


Sore hari Anthonino kembali ke tempat tinggalnya itu mendapati istrinya tengah berkutat di depan laptop bersama Lelya dan Sarah di ruang tengah bangunan mansion.


“Sayang, kau kembali....” Keiko segera bangkit dari duduknya untuk menyambut suaminya. “Kau pasti sangat lelah,” ucap Keiko sambil mengambil alih tas kerja di tangan Anthonino.


Anthonino menyerahkan tas di tangannya kepada istrinya, “Aku sama sekali tidak lelah setelah melihatmu. Lelahku hilang,” kata Anthonino sembari melepaskan mantel yang melekat di tubuhnya kemudian ia mengecup kening istrinya. “Apa yang sedang kalian lakukan?”


“Kami sedang mengedit video konser kita yang direkam oleh Crystal,” jawab Keiko sembari meletakkan tas kerja milik suaminya di atas sofa.


“Oh ya? Bagaimana videonya? Aku tidak sempat melihatnya kemarin.” tanya Anthonino sambil mendudukkan bokongnya.


“Kurasa Crystal sedikit berbakat, videonya lumayan,” jawab Keiko sambil mengangkat sebelah pundaknya. Iya juga mendudukkan bokongnya di sebelah suaminya sementara Sarah dan Lelya masih berkonsentrasi dengan pekerjaannya.

__ADS_1


“Kapan akan mengunggah di halaman media sosial?”


“Tidak masalah kapan saja. Apa kau mengizinkannya?”


“Unggah semua yang kau inginkan, kebersamaan kita harus diketahui oleh banyak orang mulai sekarang. Kau milikku, semua orang harus tahu.” Anthonino mengelus rambut dikepala istrinya.


“Tetapi bukankah kau belum mendaftarkan namamu di Google?” Rupanya Keiko masih saja memikirkan gengsinya.


Anthonino menyibakkan rambut yang menutupi leher Keiko kemudian bibirnya menelusuri leher jenjang milik istrinya. “Sepertinya kau harus membuka Wikipedia terbaru milik Aeroflot,” ucap Anthonino dengan suara parau dan sedikit mengeram. Ia sama sekali tidak peduli dengan keberadaan Lelya dan Sarah di sekitar mereka.


“Kau sudah mendaftarkan namamu?” Keiko sedikit menggeliat karena sentuhan suaminya, ia memundurkan sedikit tubuhnya berusaha menjauhkan diri dari serangan terbuka Anthonino karena Keiko berbeda dengan Anthonino. Ia merasa malu kepada kedua asistennya.


Anthonino tidak peduli meski Keiko menghindari sentuhannya. Ia terus menelusuri leher istrinya. “Untukmu, apa pun akan kulakukan. Apa lagi hanya membuka jati diriku.”


“Apa kau ingin makan sesuatu?” Keiko berusaha mengalihkan perhatian suaminya.


“Aku ingin memakanmu.”


Keiko mencubit dengan pelan paha suaminya.


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


VOTE DENGAN POIN NOVEL INI, DENGAN KOIN JUGA BOLEH.


JANGAN HANYA MINTA UPDATE TAPI SAYANG POIN BUAT VOTE!


TAP JEMPOL KALIAN ❤️


JANGAN LUPA JEJAK KOMENTAR ❤️❤️❤️


RATE BINTANG LIMA ⭐⭐⭐⭐⭐


TERIMA KASIH ❤️❤️❤️


FYI : RAMAIKAN JUGA KARYAKU LAURA.


GRUP CHAT NT UDAH AKU BUKA KEMBALI BUAT RUMPI DAN MULUNG POIN, SILAKAN DI RAMAIKAN 🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2