Married With Pilot

Married With Pilot
Wedding 1


__ADS_3

Anthonino berdiri menunggu pengantin wanitanya yang mengenakan gaun berwarna putih berjalan menuju altar di dampingi oleh Naoki. Menunggu pengantin wanitanya tiba rasanya waktu berjalan begitu lambat. Anthonino berulang kali menyentuh dasi kupu-kupu yang berada di lehernya, rasanya begitu mencekik. Padahal ini bukan pertama kali ia menggunakan pakaian resmi seperti itu. Dan yang lebih aneh lagi, ia dan Keiko bukannya telah menikah secara hukum di Rusia tetapi mengapa kegugupannya melebihi pertama kali ia mencoba menerbangkan pesawat saat ia berada di Academi.


I, Anthonino Mikhayla Petrav, take you, Yamada Keiko, to be my lawful wife. I promise to be true to you in good times and in bad, in sickness and in health. I will love you and honor you all the days of my life.


Anthonino mengucapkan janji suci pernikahan di depan pastor dan seluruh keluarga yang hadir. Anthonino menatap wajah Keiko dengan tatapan penuh cinta yang begitu besar, mata birunya tampak begitu berkilauan bagaikan air di tengah samudra yang terpantul sinar matahari.


Keiko tersenyum manis, manik matanya yang berwarna cokelat tak kalah berkilau karena bahagia. Setelah Anthonino selesai mengucapkan janji suci pernikahan, Keiko juga mengucapkan janjinya.


I, Yamada Keiko, take you, Anthonino Mikhayla Petrav for my lawful husband, to have and to hold, from this day forward, for better, for worse, for richer, for poorer, in sickness and in health, until death do us part.


Setelah janji suci pernikahan terucap kedua mempelai pengantin berciuman di depan seluruh hadirin yang menyaksikan.


“Kita telah resmi menjadi suami istri di depan Tuhan,” ucap Anthonino lirih setelah ciuman mereka berakhir.


“Tanpa kontrak.” Keiko sedikit menyeringai.

__ADS_1


“Kata siapa tanpa kontrak? Kau baru saja menandatangani kontrak di depan Tuhan untuk seumur hidupmu bersamaku.” jemari Anthonino meraih dagu Keiko dengan gerakan lembut dan penuh kasih sayang, ia kembali mengecup bibir ranum istrinya. Kemesraan itu membuat seluruh hadirin yang menyaksikan upacara pernikahan tersebut menjadi riuh bertepuk tangan kembali.


“Rasanya aku ingin mencoba malam pertama kita,” ucap Anthonino sambil mengusap bibir istrinya yang sedikit basah karena jejak ciuman mereka menggunakan ujung ibu jarinya.


Keiko mencubit pinggang Anthonino dengan gerak dengan pelan. “Kita bukan pengantin baru lagi.”


“Setiap hari bersamamu seperti pengantin baru cintaku,” kata Anthonino dengan seringai menggoda di bibirnya.


Anthonino menuntun Keiko menuruni altar, mereka disambut oleh Naoki dan Livia orang tua Keiko yang menunggu mereka. Livia segera mencium dan memeluk Keiko untuk memberikan selamat.


“Sepertimu?” Keiko menatap wajah ibunya, ia hampir tertawa karena tingkah ibunya yang sedikit licik menggunakan bahasa yang tidak di mengerti Anthonino.


“Jadikan Mommy teladan bagimu,” jawab Livia dengan nada membanggakan dirinya.


Keiko menatap ibunya dengan tatapan geli, ibunya memang selalu narsis di depan suami dan anak-anaknya. Tetapi, faktanya ibunya memang sangat di cintai oleh ayahnya. Sepertinya tidak salah jika harus meneladani ibunya yang narsis dan terkadang kekanakan itu.

__ADS_1


Sementara Anthonino menyalami ayah mertuanya, Naoki menepuk bahu Anthonino. “Kupasrahkan belahan hatiku kepadamu, ingat aku tidak mentoleransi adanya perceraian,” kata Naoki memberikan wejangan untuk pertama kali kepada Anthonino setelah resmi menjadi menantu di keluarga Yamada secara hukum negara dan kepercayaan yang mereka anut.


“Hanya maut yang bisa memisahkan kami,” jawab Anthonino dengan nada tegas namun tetap sopan.


“Semoga kalian berbahagia,” kata Naoki.


“Nino, sekarang kau telah resmi menjadi menantu keluarga Yamada kau tahu gadis-gadis di keluarga Yamada adalah ratu bagi para prianya. Kau harus memperlakukan putriku seperti ratu ingat itu.” Livia memberikan ultimatum keras kepada menantunya.


“Aku mengerti Mommy, aku pasti akan memperlakukan Keiko sebagai ratu di dalam maupun di luar rumah,” jawab Anthonino sembari meraih telapak tangan Keiko dan dengan gerakan lembut membawa telapak tangan istrinya mendekati bibirnya lalu mengecupnya di depan kedua orang tua Keiko.


Wajah tampak merah merona ia bahkan hampir menarik telapak tangannya karena malu.


Setelah kedua orang tua Keiko, tiba giliran master Edward Pollini dan Herdiana yang memberikan ucapan selamat kepada pengantin itu. Kemudian giliran Jonathan dan Tiffany, Derren dan Olivia yang bergantian memberikan selamat. Tidak lupa juga Kenzo yang datang bersama seorang gadis berwajah Asia, sepertinya itu adalah kekasih Kenzo. Keiko ingin sekali menginterogasi adiknya itu tetapi belum ada waktu.


PENASARAN SAMA KENZO? NANTI YAH HABIS PART KEIKO AKU BUATKAN KHUSUS UNTUK KENZO 🙏 JANJI DEH 🌸🌸🌸🌸

__ADS_1


TAP JEPOL KALIAN ❤️ JAGAN LUPA JEJAK KOMENTAR KALIAN ❤️ JAGAN LUPA RAMAIKAN JUGA KARYAKU YANG BERJUDUL LAURA ❤️ TERIMA KASIH ❤️


__ADS_2