
Keiko mengamati wajah suaminya dengan sorot mata yang mengisyaratkan rasa heran. “Tidak biasanya kau menanyakan hal seperti itu,” ucap Keiko. Selama ini suaminya memang tedak 9ernah menyinggung masalah anak di antara mereka karena dari awal hanya faktanya Keiko yang menginginkan anak dari Anthonino secara cuma-cuma.
Anthonino mengambil sejumput rambut yang tergerai di dekat telinga Keiko dan menyelipkannya ke belakang telinga seraya berucap, “sekarang kita telah resmi menikah secara hukum dan kepercayaan kita. Aku ingin sekali memiliki keluarga kecil yang sempurna seperti kakak-kakakmu.”
Keiko menangkup pipi Anthonino menggunakan kedua belah telapak tangannya, sorot matanya begitu lembut menatap mata biru milik Anthonino. “Aku juga tidak sabar memiliki bayi kecil dalam perutku, aku harap saat lahir nanti dia akan memiliki mata seindah matamu,” kata Keiko dengan nada penuh harap.
“Jadi kau diam-diam mengagumi mataku ya?” kedua lengan Anthonino mengungkung pinggang Keiko dengan gerakan begitu posesif untuk mengikis jarak di antara mereka.
Kiko menyeringai. “Sejujurnya sejak pertama kali aku melihatmu di pesawat itu aku tertarik dengan warna matamu dan tanpa pikir panjang aku memutuskan ingin mengandung anakmu karena kau tampan,” kata Keiko jujur.
“Jadi kau diam-diam terpesona kepadaku ya?” sebelah alis Anthonino terangkat, sorot mata birunya menatap Keiko begitu menggoda.
Keiko sedikit tergelak, wajahnya berubah menjadi merah merona. “Jika kau tidak tampan dan tidak membuatku terpesona tentu saja aku tidak akan tertarik padamu apalagi ingin memiliki anak darimu secara cuma-cuma.”
__ADS_1
Jantung Anthonino berdesir.
Apakah Keiko hanya mencintai Philip? Apakah Keiko hanya menyukai wajahku hingga sejauh ini?
Frustrasi, untuk pertama kali Anthonino merasakan yang namanya frustrasi. Di masa lalu dengan wajah tampannya semua wanita dengan mudahnya terperangkap kepadanya lalu dengan sombongnya ia menolak semua wanita yang ingin menjalin hubungan dengannya karena menurut Anthonino, menjalin hubungan itu merepotkan. Apalagi para wanita akan meminta sebuah komitmen bernama pernikahan.
Tetapi, semua tentang Keiko adalah hal yang berbeda. Keiko melemparkan diri kepadanya di tengah jebakan yang ia persiapkan, ia berencana membawa Keiko mengisi iklan untuk perusahaan miliknya lalu mendekati dengan cara yang tepat, bertingkah sebagia seorang pria manis yang memasuki hati seorang gadis yang sedang patah hati. Faktanya jauh dari rencana yang telah susun dengan rapi di kepalanya, gadis incarannya justru dengan terang-terangan mengutarakan bahwa menginginkan benih darinya tanpa menginginkan diri dan cinta Anthonino seperti kebanyakan wanita lain yang menginginkan diri dan cinta Anthonino. Bahkan Anthonino sendiri yang mengusulkan sebuah pernikahan kepada Keiko. Sama seperti Keiko keinginan itu tercetus begitu saja tanpa rencana sebelumnya.
Bagaimana akan bertanding jika tidak tahu dengan pasti kekuatan lawannya?
Setelah bulan madu usai, mereka berdua kembali ke Moscow. Anthonino mulai menjalani hari-harinya seperti biasanya, sementara Keiko ia juga mulai menyesuaikan kehidupan barunya menjadi seorang nyonya besar keluarga Petrav. Tidak banyak yang ia lakukan selain berlatih piano atas permintaan Anthonino ia mulai menerapkan ilmu ekonomi yang ia pelajari di bangku kuliah, perlahan ia menerapkan pola seperti ibunya. Membantu pekerjaan suaminya tanpa mengesampingkan tugasnya sebagai istri.
Sementara di sisi lain Moscow.
__ADS_1
Nameera menekan pelipisnya yang tidak sakit karena melihat video yang Keiko unggah ke media sosial miliknya. Tampak di sana Anthonino bermain piano dan Keiko memainkan biolanya, mereka seperti sepasang musisi yang sangat serasi dan sama-sama berbakat. Anthonino memainkan piano dengan penuh penghayatan, sama seperti halnya Keiko yang memainkan biolanya dengan gayanya yang anggun, elegan dan sensual. Tidak dipungkiri di lihat dari segi mana pun Keiko memang sempurna.
Kemudian menggeser kepada sertifikat pernikahan Keiko yang secara hukum Rusia telah di sahkan sejak lama, menunjukkan mereka memang telah menjalin hubungan yang tidak sebentar. Menghadapi semua itu membuat Nameera seketika mendidih hingga membakar seluruh nadinya. Nameera mengatur napasnya, paru-parunya seakan tersumbat, ia hampir tak dapat bernapas dengan normal saat ia mengingat nama lengkap Anthonino.
Saat pertama kali Nameera menerima kabar bahwa Keiko akan melangsungkan pernikahan dengan Anthonino dan ia melihat gambar undangan di ponselnya, Nameera langsung fokus kepada nama lengkap Anthonino. Anthonino Mikhayla Petrav. Petrav, nama itu langsung menggerayangi otaknya, seolah nama itu adalah racun yang mematikan syaraf di tubuh Nameera.
Nameera segera menggeser ponselnya untuk membuka Google, untuk mendapatkan jawaban dari kecurigaannya. Ternyata Anthonino adalah putra dari Feliks Petrav pemilik maskapai Aeroflot. Maskapai yang saat ini mengontraknya, maskapai tempat ia bernaung. Nameera merangkai seluruh kejadian yang menimpanya seketika ia mengerti mengapa ia ditendang secara halus dari maskapai itu. Seluruh rute yang dijalani Nameera selama ini sama sekali tidak menyentuh kota Moscow, London, New York dan Tokyo. Rupanya semua itu adalah perbuatan Anthonino yang tidak ingin ia menginjak keempat kota itu karena pria itu tidak ingin Nameera dan Keiko bertemu. Anthonino ternyata memiliki ketakutan akan kehadirannya.
Nameera tersenyum penuh kemenangan, meskipun Anthonino berusaha menjauhkannya tetapi rupanya takdir baik berpihak kepada dirinya, sekarang di sinilah ia berada. Menjadi simpanan Justin tidak buruk, itu merupakan salah satu shock terapi yang akan membuat Anthonino tidak bisa hidup dengan tenang.
Nameera merasa takdir sangat lucu mengingat kisah cintanya. Ternyata sejarah berulang karena Nemeera tahu dulu ibunya mampu merebut Andrew dari Livia ibu kandung Keiko dan sekarang rupanya Nameera bertekad tidak akan pernah kalah dari Keiko.
Sejarah akan berulang.
__ADS_1