Married With Pilot

Married With Pilot
Jatuh cinta


__ADS_3

Setelah membanting tabloid di tangannya Anthonino berbalik dan hendak melangkahkan kakinya meninggalkan kamar, ia perlu menenangkan dirinya. Tetapi, baru beberapa langkah ia hendak menuju pintu lengan istrinya melingkar di pinggangnya. Keiko memeluk Anthonino dari belakang.


“Aku memang tidak pernah mencintai Philip tetapi aku mencintaimu sekarang. Kau harus tahu itu,” kata Keiko dengan nada lembut.


Mencintaiku?


Anthonino nyaris tidak percaya mendengar apa yang diucapkan oleh istrinya. “Jangan mencoba merayu agar kau mendapatkan izin dariku untuk melanjutkan pemotretan dan show modelingmu itu,” kata Anthonino dengan nada dingin dan datar.


“Aku tidak merayumu tetapi jika kau tidak ingin aku menyatakan cinta kepadamu baiklah aku tarik semua kata-kataku,” ujar Keiko. Ia dengan kasar melepakkan pelukannya kemudian ia mundur dua langkah menjauhi suaminya.


Anthonino berbalik, ia menatap mata Keiko. Perlahan ia menyapukan pandangannya ke seluruh wajah cantik istrinya yang tampak tidak sedikit pun sedang berdusta. Anthonino maju satu Langkah, telapak tangannya meraih pinggang Keiko. “Katakan sekali lagi,” pintanya.


“Aku sudah mengatakannya tadi aku tidak akan mengulanginya lagi,” ucap Keiko dengan nada cepat.


“Baiklah jika kau tidak mau mengulanginya maka aku yang akan memutuskan semua kontrak modelingmu sendiri,” ucap Anthonino. Ia ingin sekali menggoda istrinya yang wajahnya telah tampak merah merona.


“Kau tidak boleh sewenang-wenang seperti itu,” ucap Keiko dengan nada galak.


“Aku adalah kepala rumah tangga, aku mempunyai hak penuh atas istriku.” Anthonino semakin menggoda istrinya.


Keiko tampak semakin salah tingkah hingga ia menunduk dalam menghindari tatapan mata suaminya kemudian ia bergumam, “A-aku me....”


Belum selesai Keiko menyatakan cintanya bibirnya telah dijarah oleh Anthonino, ciuman yang terlalu bersemangat. Lengan Keiko telah dikalungkan di leher Anthonino sementara tengkuknya di tahan oleh Anthonino untuk memperdalam ciuman mereka.


Anthonino membawa istrinya ke atas ranjang merebahkannya lalu membuat mereka berdua polos tanpa busana, menyusuri setiap jengkal dan lekuk tubuh istrinya yang menawan. Menikmati dada kenyal istrinya kemudian menyatukan kedua tubuh menjadi satu. Percintaan mereka kali ini begitu lembut dan penuh kehati-hatian, berulang kali keduanya saling mengungkapkan cinta mereka yang terbalut erangan dan desahan akhirnya mereka terkulai lemas dan saling berpelukan. Menikmati detak jantung mereka yang berpacu masih cepat.


“Jadi bagaimana?” Anthonino bertanya setengah bergumam.


“Maksudmu?"


“Apa kau masih ingin terus melanjutkan kariermu?” Anthonino bertanya dengan nada tidak suka. Sepertinya ia mulai menyalakan api pertengkaran kembali.


“Kau masih mempermasalahkan itu? Kukira masalah telah berakhir.” Keiko menjawab pertanyaan suaminya dengan nada malas.

__ADS_1


“Aku tidak tahan melihatmu terlalu dekat dengan Phillip, mantan kekasihmu itu menyukaimu bahkan terlihat sangat jelas ia mencintaimu. Meskipun kau mengatakan tidak mencintainya aku tidak bisa tenang.”


“Apa aku seperti akan tergoda oleh Philip?” Keiko menggoda suaminya kembali.


“Tentu saja aku takut kau tergoda olehnya,” jawab Anthonino bersungguh-sungguh.


“Kau tidak percaya kepada dirimu sendiri, kau terdengar tidak mampu bersaing dengannya,” ejek Keiko.


“Ck. Dia tidak pantas bersaing denganku.” Anthonino dengan sombongnya membanggakan dirinya.


“Kau terdengar begitu sombong, Tuan Petrav,” ucap Keiko.


“Dengar, aku masih marah karena kau begitu gigih ingin tetap berada di jalurmu. Kau juga bahkan tidak menceritakan bahwa kau menjalani foto bersama Philip,” kata Anthonino terdengar masih kesal.


Keiko berdecih. “Ck, bagaimana aku menjelaskan kepadamu sementara saat itu sedang dalam masalah kita bertengkar?”


“Jadi bagaimana?” Anthonino justru balik bertanya.


“Kau begitu gigih ya terhadap mantan kekasihmu itu,” ucap Anthonino dengan nada mengejek.


Keiko berusaha meregangkan tubuhnya dari kungkungan lengan suaminya. “Dengarkan aku hubby. Kau seharusnya berterima kasih kepada Philip karena jika tidak ada dia dan Sam yang membawa masuk ke dalam unit apartemen yang aku sewa mungkin nyawamu tidak akan tertolong,” katanya dengan nada galak.


Anthonino menjauhkan kepalanya sambil menatap Keiko dari posisinya yang lebih tinggi, sementara Keiko mendongakkan kepalanya untuk menatap wajah suaminya dengan ekspresi kesal.


“Kenapa aku harus berterima kasih kepada mantanmu itu... dan... Sam?”


“Tentu saja kau harus berterima kasih, kau secara tidak langsung mungkin berhutang nyawa kepadanya karena orang yang pertama yang menemukanmu di dalam mobil adalah Phillip. Kemudian Philip dan Sam yang memapah tubuh tinggi besarmu itu masuk ke dalam unit apartemen yang kusewa. Bayangkan andai saja tidak ada dia mungkin kau tidak tertolong. Seharusnya kau berterima kasih kepadanya bukan cemburu buta dan mencurigai Philip yang tidak-tidak.” Keiko berkhotbah panjang lebar sambil matanya begitu galak menatap suaminya yang terpekur mendengarkan setiap kalimat yang terlontar dari bibir manis istrinya.


“Kau terdengar sedang membela pria lain di depan suami sendiri,” gerutu Anthonino yang merasa di pukul telak oleh istrinya.


“Tentu saja aku membelanya, dia sahabatku. Kau seharusnya tidak cemburu buta dan tidak perlu berprasangka buruk. Andai saja Philip berniat buruk kepadamu seharusnya dia membiarkanmu di dalam mobil kemudian kau meninggal kemudian ia menikahiku. Oh... tidak, merayuku lalu menikahiku.” Kembali Keiko membuat Anthonino menggertakkan giginya karena ucapannya.


Anthonino meraih dagu istrinya dengan lembut lalu menciumi bibir istrinya karena gemas hingga Keiko meronta-ronta berusaha melepaskan dirinya karena napasnya yang hampir saja habis.

__ADS_1


“Itu hukuman karena beraninya kau mengutuk suamimu,” ucap Anthonino dengan nada mengancam tetapi wajahnya begitu berseri bahkan mata birunya tampak memancarkan cahaya.


Meskipun Anthonino masih merasa kesal karena istrinya begitu gigih membela mantan kekasihnya yang meninggalkannya di altar pernikahan, Anthonino lebih banyak bersyukur karena kejadian hari ini mengantarkannya kepada ucapan cinta Keiko yang ia idam-idamkan selama ini.


Anthonino mengecup kening Keiko. “Baiklah. Kali ini aku akan mengizinkanmu memberikan kompensasi kepadamu, kau boleh melanjutkan kontrak pekerjaanmu sebagai tanda terima kasihku kepada Philip dan Sam,” katanya.


“Kau tidak ingin berterima kasih langsung kepada mereka?”


“Kau ingin aku melakukannya?”


Keiko mengangguk sebagai jawaban atas pertanyaan yang di lontarkan suaminya.


“Kita undang mereka makan malam di sini lusa. Tetapi, aku ingin kau menjawab pertanyaanku terlebih dahulu.”


“Tanyakanlah,” ucap Keiko bersemangat. Ia bahkan mengubah posisinya menjadi duduk karena sangat bersemangat.


“Kau harus melalui tes ini agar mereka mendapatkan undangan makan malam di sini.” Anthonino mengangkat sebelah alisnya.


“Kau sangat menyebalkan,” ucap Keiko sambil merebahkan tubuhnya kembali ke arah belakang.


“Pertanyaannya mudah, kata Anthonino. “Dan hanya kau yang bisa menjawabnya.”


Keiko kembali duduk, kali ini Anthonino juga mengubah posisinya menjadi duduk hingga posisi mereka saling berhadapan.


Persahabatan macam apa mereka ini? Kelihatannya mereka benar-benar dekat hingga Keiko tampak begitu memperjuangkan mereka.


Mata Anthonino menatap Keiko dengan tatapan sayang. "Katakan sejak kapan kau jatuh cinta kepadaku?"


Mendengar pertanyaan suaminya sontak wajah Keiko memerah. "Bisakah aku meminta pertanyaan yang lain?"


TAP JEMPOL KALIAN ❤️❤️❤️❤️❤️❤️ JANGAN LUPA JEJAK KOMENTAR ❤️ TERIMA KASIH ❤️❤️❤️


💘🍒🌸

__ADS_1


__ADS_2