
Klik tanda jempol sebelum membaca!
Lima hari setelah pertemuan Keiko dan Anthonino, Keiko sama sekali belum pergi keluar dari tempat tinggalnya. Ia khawatir akan di kejar oleh para pemburu berita kembali, jadi ia memutuskan untuk tidak beraktivitas di luar rumah hingga berita tentang suaminya mereda dengan sendirinya.
Philip mengulurkan sebotol air mineral kepada Keiko. “Jadi tadi malam kau bertemu suamimu?” Philip duduk di samping Samantha yang sedang mengelap keringatnya. Mereka bertiga baru saja menyelesaikan olah raga di pusat kebugaran yang tersedia di dalam gedung apartemen yang mereka tinggali pagi itu.
“Kami belum bertemu,” jawab Keiko sambil memutar penurun botol air mineral.
“Tapi sejak tadi malam aku melihat mobil suamimu berada di depan gedung ini,” kata Philip. Ia mengenali mobil Anthonino karena hampir setiap hari ia melihat Anthonino mengawasi gedung apartemen tempat Keiko tinggal.
“Apa ia menyewa satu unit juga di sini?” Samantha angkat bicara.
“Entahlah,” jawab Keiko tampak acuh.
“Kei, tadi malam badai salju cukup kencang.” Philip tiba-tiba berdiri. “Aku akan mengeceknya. Sam, ayo bantu aku.”
Samantha dan Philip bergegas melangkah menuju unit tempat tinggal mereka sementara Keiko mengikuti langkah mereka berdua.
“Kau tunggu di unitmu. Aku dan Sam akan mengecek mobil suamimu,” ucap Philip sambil memakai jaketnya.
Keiko hanya mengangguk dengan sedikit linglung menatap Philip dan Samantha yang berjalan terburu-buru menuju keluar.
Tadi malam saat kembali dari bekerja ia melihat mobil Anthonino terparkir di depan gedung apartemen dan tadi pagi saat Philip mengambil kamera yang tertinggal di dalam mobilnya ia melihat mobil Anthonino masih terparkir rap di tempat semula. Philip mengira Anthonino berada di tempat tinggal Keiko, ia tidak ingin ambil pusing tetapi setelah apa yang di ucapkan Keiko bahwa ia tidak bertemu suaminya Philip merasa khawatir terhadap Anthonino mengingat badai salju tadi malam cukup kencang. Cuaca di Rusia memang sangat ekstrim.
“Bagaimana jika ia memang menyewa unit di sini?” Samantha mencoba mengimbangi pangkal kaki Philip yang panjang.
“Jika ia menyewa unit di sini kita tinggal mencari nomor berapa yang ia tinggali,” jawab Philip tanpa ragu-ragu.
“Jangan katakan kau akan menggoda resepsionis yang selalu menatapmu itu agar ia Sudi membocorkan privasi penyewa,” ujar Samantha dengan nada geli.
__ADS_1
“Yeah, kau tahu isi pikiranku. Kau memang sahabatku, Sam.” Philip tertawa ringan sambil jari telunjuknya menekan tombol lift di depannya.
“Memiliki wajah tampan memang menyenangkan,” kata Samantha dengan nada mengejek.
“Seharusnya kau terpesona dengan ketampananku,” ucap Philip dengan nada bercanda.
“Itu tidak mungkin,” jawab Samantha dengan nada acuh sambil mengikuti Philip masuk ke dalam lift yang membawa mereka turun ke lantai dasar.
Philip menutupi kepalanya menggunakan topi rajut untuk menghindari salju yang langsung turun ke kepalanya, begitu juga Samantha. Perlahan keduanya mendekati mobil milik Anthonino, kaca mobil itu di buka sedikit dan di pastikan Anthonino ada di dalam mobil tersebut.
Cinta membuat orang kehilangan akalnya.
Dengan hati-hati Philip mengetuk kaca mobil bagian kiri, tetapi tidak ada reaksi.
“Apa dia tertidur?” Samantha yang mulai kedinginan tidak ingin berlama-lama di tempat itu, ia menarik pintu mobil yang ternyata tidak terkunci dan mendapati Anthonino yang meletakkan kepalanya di atas kemudi mobil.
Tanpa pikir panjang Philip dan Samantha mengeluarkan Anthonino dari dalam mobil dan mereka berdua memapah Anthonino membawa pria pingsan itu menuju ke dalam tempat tinggal Keiko.
Keiko terkejut melihat siapa yang datang, ia memang memberikan kode akses pintunya kepada kedua sahabatnya agar bebas keluar masuk unit yang ia sewa.
“Kei panggil dokter, suamimu terserang demam yang sangat serius,” ucap Philip yang langsung di angguki Keiko yang tampak linglung.
Lelya segera mengambil baskom yang berisi air hangat dan handuk kecil, di serahkannya baskom itu kepada Keiko. “Rawat suamimu,” kata Lelya.
Sementara Sarah ia memanggil Zacky, dokter sekaligus sahabat Anthonino.
***
“Aku sudah mengatakan untuk beristirahat tetapi ia keras kepala,” kata Zacky setelah memeriksa keadaan Anthonino dan memasangkan jarum infus di tangan Anthonino.
__ADS_1
“Maksudmu?”
“Seharusnya ia di rawat di rumah sakit, lambungnya bermasalah. Ia tidak makan dengan benar beberapa hari ini.” Zacky mengamati wajah Keiko dengan hati.
Keiko hanya diam, ia memperhatikan wajah suaminya yang tertidur dengan ekspresi kesakitan, keningnya berkerut cukup dalam. Wajahnya begitu pucat, bibirnya juga tampak kering.
“Kei, bisakah aku berbicara denganmu secara pribadi?”
Mendengar permintaan Zacky untuk berbicara dengan Keiko secara pribadi semua yang berada di dalam ruangan itu segera menjauh meninggalkan Keiko dan Zacky.
“Kalian belum berbicara berdua?” Zaky duduk dengan nyaman di atas sofa yang berada di dalam kamar itu, mereka berdua duduk berhadap-hadapan.
“A—aku...,” Keiko tergagap, ia bahkan tidak mampu melanjutkan ucapannya.
“Kei, dalam sebuah hubungan rumah tangga kalian harus terbuka satu sama lain, menurutku begitu. Dan untuk membangun cinta yang kuat di antara keduanya harus ada kepercayaan.” Zacky menyusun kalimat sebaik mungkin sebisanya.
“Aku memang belum pernah berumah tangga, aku tidak bermaksud mengguruiku, tetapi aku mengenal suamimu sejak kecil. Kami tumbuh bersama, kami terpisah saat berada di bangku kuliah meski kami sama-sama berada di Amerika saat itu. Dia bukan tipe pria yang mudah jatuh cinta, aku baru kali ini melihatnya begitu serius kepada seorang wanita.” Zacky tahu persis bagaimana Anthonino bahkan bagaimana perasaan Anthonino kepada Isabel di masa lalu.
“Tapi dia tidur bersama wanita itu,” gumam Keiko.
“Apa kau memiliki bukti?”
“Video dan foto itu sudah cukup,” jawab Keiko masih mempertahankan prasangka dan keras kepalanya.
TAP JEMPOL KALIAN ❤️ DAN JANGAN LUPA JEJAK KOMENTAR ❤️ TERIMA KASIH ❤️❤️❤️
🍒🌸
INFO PENTING : SQUEL PRILLY'S HUSBAND 👉 YOUR GRACE UDAH TAYANG TAPI MASIH NUNGGU REVIEW KARENA PAKE FOTO SEMUA 🤭
__ADS_1