
SEBELUM MEMBACA TOLONG TAP JEMPOLNYA DULU 😉
“Ayolah, Philip. Kau tidak masuk akal sekarang.” Samantha meletakan map di tangannya ke atas meja, kemudian ia berjalan menuju lemari pendingin, membukanya lalu mengambil dua kaleng bir. Ia kembali ke tempat di mana Philip duduk sambil membaca beberapa berkas depannya.
Samantha mengulurkan sebuah kaleng bir di tangannya yang di sambut oleh Philip yang tidak menggubris kehadirannya. Pria itu hanya menerima kaleng bir dari Samantha kemudian melemparkan kaleng bir di sofa yang ia duduki karena meja di depannya penuh dengan kertas. Samantha mendudukkan bokongnya di kursi tepat di depan Philip kemudian menarik penutup kaleng bir dan mulai menikmati birnya, setelah beberapa menit ia kembali berucap, “menurutku ini keputusan gila, ia telah menikah.”
“Aku tahu. Kita bahkan menghadiri pesta pernikahannya,” jawab Philip. Nadanya terdengar santai dan tidak terdengar ada beban sama sekali. Pandangan matanya masih tertuju pada kertas-kertas di depannya, ia meraih pena yang tergeletak tak jauh dari tangannya kemudian mulai membubuhkan tanda tangannya.
“Oh, holly shit!” bersamaan dengan Philip menandatangani kertas itu Samantha berteriak.
Pria tampan itu tampaknya sama sekali tidak terganggu dengan teriakan Samantha, ia dengan gerakan sangat santai justru mengulurkan pena di tangannya kepada Samantha sambil matanya menatap Samantha, sebelah alisnya bahkan terangkat. “Giliranmu,” katanya.
“Are you inshane?” Samantha menatap tajam ke arah Philip. “Philip, apa kau tahu konsekuensinya jika kita menandatangani itu?
"Ya aku tahu, kita hanya harus tinggal di sini," jawab Philip.
"Itu berarti pekerjaan kita di London terbengkalai," kata Samantha.
__ADS_1
"Aku akan bertanggung jawab, aku yang akan membayar ganti rugi. ini hanya tiga bulan,” kata Philip dengan nada begitu tenang. Ia adalah salah satu model pria terbaik di dunia, honornya sangat tinggi, ia tidak akan rugi jika hanya membayar beberapa ganti rugi untuk Samantha.
Samantha menghela napas dalam-dalam dan mengembuskannya perlahan, ia menatap Philip dengan tatapan bingung. “Kau pikir kau bisa merebut Keiko kembali dalam waktu tiga bulan?” tanyanya dengan nada mengejek sahabatnya yang masih tidak bisa melepaskan Keiko meski ia selalu bersikap seolah-olah telah bisa melepaskan Keiko di depan umum. faktanya Philip sama sekali belum bisa melepaskan Keiko.
“Aku tidak akan merebutnya, aku hanya ingin memastikan ia baik-baik saja.” Philip meletakkan pena di tangannya di atas meja kemudian melanjutkan ucapannya, “kau telah berjanji untuk membantuku.”
“Aku tidak ingin terlibat dan aku yakin jika terus menolongku aku akan menjadi perawan tua, aku tidak memiliki waktu untuk diriku sendiri.” Samantha menggerutu karena Philip benar-benar konyol. Pria itu mendadak menerima tawaran pekerjaan yang mengharuskan dirinya tinggal di Moscow selama tiga bulan. Sebenarnya itu tidak masalah bagi Samantha jika saja Philip tidak menyeret dirinya.
“Aku akan menikahimu jika tidak ada pria yang Sudi menikahimu,” jawab Philip dengan nada mengejek.
“Beri aku alasan mengapa aku harus membantumu?” Samantha mengerutkan alisnya hingga kedua alisnya hampir menyatu.
Samantha menelan ludahnya. Jangan di pertanyakan lagi bagaimana pertemanan yang terjalin di antara mereka berempat. Samantha menceritakan bagaimana sikap ibu mertua Keiko kepada Philip, ia juga menceritakan bertemu dengan Nameera di Moscow. Di luar dugaan Samantha, Philip segera mengambil langkah. Ia tanpa pikir panjang menyetujui pekerjaan yang masih menjadi wacana untuk mereka berdua padahal mereka datang hanya untuk menjadi model sebuah video klip sebuah band dari Rusia.
“Apa yang akan kau lakukan? Bisa apa kita membantu Keiko?”
“Setidaknya hingga ia bisa beradaptasi dengan baik di sini dan mendapatkan banyak teman aku bisa tenang,” jawab Philip.
__ADS_1
“Are you lost your mind? Ya Tuhan. Philip, Keiko bukan anak kecil yang harus kau asuh.”
Philip menatap Samantha dengan tatapan dingin. “Hingga kebahagiaannya sempurna batu aku melepaskannya,” ucapnya dengan nada terdengar sangat yakin.
Samantha menggelengkan kepalanya. “Baiklah, ini terakhir kali aku menolongmu, tidak akan ada lagi lain kali.”
Pada akhirnya Samantha meraih pena yang tergeletak diatas meja dan mulai mengukir tanda tangannya di atas kertas kemudian menatap tanda tangannya sendiri dengan tatapan menggambarkan penyesalan.
“Kau begitu gigih kepada Keiko, semua itu akan sia-sia.” Samantha bergumam seolah ia merasakan kepedihan hati Philip yang cintanya jelas bertepuk sebelah tangan.
Keiko buta arah, aku tidak akan membiarkan ia sendirian di sini hingga ia terbiasa di Moscow dan bisa menghafal setidaknya beberapa jalan di sini.
“Dia berbeda, dia tidak mandiri sepertimu.” Philip tahu semua kekurangan Keiko, seperti halnya Anthonino yang mengamati seluruh gerak-gerik Keiko. Philip juga melakukan hal yang sama, ia meneliti seluruh keganjilan Keiko.
Philip pernah meninggalkan Keiko di sebuah restoran di dekat sebuah stasiun kereta api, ia sengaja meminta Keiko untuk menunggu beberapa saat kemudian Philip meminta Keiko untuk mendatanginya di dekat belokan menuju pintu utama. Gadis itu justru tersesat entah ke mana dan Philip menyuruh Keiko diam di suatu tempat dan jangan bergerak. Ketika Philip menemukan Keiko gadis itu nyaris menangis. “Aku berjanji, aku tidak akan pernah lagi meninggalkanmu.” Begitu janji Philip kala itu. Namun, faktanya Philip menggagalkan pernikahan mereka. Bukankah itu sama halnya ia meninggalkan Keiko?
Langkah pertama yang akan Philip ambil adalah menjauhkan Nameera dari Moscow. Bagaimanapun juga gadis ular itu harus di singkirkan. Amarah di dalam dada Philip terasa berkobar dahsyat hanya dengan mengingat nama Nameera.
__ADS_1
TAP JEMPOL KALIAN ❤️ DAN JANGAN LUPA JEJAK KOMENTAR JUGA❤️❤️
TERIMA KASIH ❤️