
“Sam....” Keiko memeluk Samantha sahabatnya. “Astaga aku sangat bahagia kau ada di sini,” ucap Keiko. Lelya yang bersama Keiko segera menjauh dari mereka karena Samantha bukankah orang asing. Lelya bisa mempercayai Samantha, ia cukup mengawasi Keiko dari jauh.
Samantha mengatakan sedang berada di Moscow, jadi Keiko dan Samantha membuat janji untuk saling bersua di sebuah cafe ternama di sebuah pusat perbelanjaan.
“Biar kutebak, kau tidak memiliki teman di sini.” Samantha begitu yakin dengan ucapannya karena ia dan Keiko mengawali karier mereka di London berbarengan, mereka berteman akrab sejak saat itu.
“Sayangnya tebakanmu benar, di samping aku tidak banyak memiliki aktivitas di luar rumah kau tahu sendiri kan?” kata Keiko sambil menyeringai.
“Kau terlalu pemilih,” jawab Samantha.
“Tidak bukan begitu, aku tidak bisa bahasa Rusia kau tahu kan hurufnya susah, seperti terbalik, aku sulit memahami,” keluh Keiko, baginya bahasa Rusia lebih rumit di banding belajar membaca not.
“Tulisan di Jepang lebih susah Kei.” Samantha menggelengkan kepalanya.
“Aku mempelajari kanji sejak kecil, menurutku sangat mudah."
“Tidak masalah kau tidak banyak memiliki teman di sini karena kau memiliki Lelya dan Sarah. Jangan khawatir.” Samantha sudah hafal di luar kepala bagaimana Keiko yang tidak bisa jauh dari kedua asistennya dan satu bodyguardnya.
Keiko mengangguk. “Jadi kalian memiliki pekerjaan di sini?”
“Hanya aku dan Philip,” jawab Samantha.
“Bagaimana dengan Cathy?”
“Cathy, ia berada di New York,” jawab Samantha.
“Ya Tuhan bekerja sangat menyenangkan,” kata Keiko. Nadanya terdengar seperti sedang mengeluh.
“Aku rasa menjadi nyonya lebih menyenangkan,” seloroh Samantha.
__ADS_1
“Itu juga menyenangkan.” Keiko menyeringai menampakkan deretan giginya yang rapi dan putih.
“Di mana Philip?”
“Ke mana lagi, dia setiap hari hanya pergi ke pusat kebugaran melatih ototnya agar semua gadis yang melihat ototnya histeris,” ujar Samantha sambil tertawa ringan meski perasaanya merasa prihatin karena mengingat sahabatnya yang setiap hari hanya melatih ototnya. Samantha tahu, Philip sebenarnya berusaha melarikan diri dari rasa frustrasi yang menderanya dengan cara berolah raga. Meskipun Philip tidak mengatakan apa pun kepada Samantha tetapi mereka saling mengenal bertahun-tahun. Samantha mampu memahami Philip yang pasti terkejut dengan pernikahan Keiko yang bisa di bilang mendadak.
“Aku kira kau dan Philip benar-benar memiliki hubungan,” celetuk Keiko tiba-tiba.
“Kau terlalu polos, astaga.” Samantha terkekeh.
Keduanya mengobrol santai sambil menikmati hot matcha dan beberapa cheese cake yang di pesan oleh Keiko. Tetapi, sebuah masalah rupanya menghampiri keduanya.
“Kei, kau berada di sini?” sapa Nameera yang datang bersama Innesa.
Sesaat ketenangan di wajah Keiko nyaris goyah. Tetapi ia segera mampu menguasai dirinya dan mengembalikan ketenangan di wajahnya yang cantik. “Nameera, kau di sini?” sapa Keiko dengan nada ramah dan hangat. “Mama, apa kabarmu? Lama tidak berjumpa.”
Innesa hanya menipiskan bibirnya, lebih tepatnya tersenyum masam kepada Keiko tanpa menjawab pertanyaan Keiko.
“Nameera tawaranmu sangat menggiurkan tapi sayangnya aku dan Sam memiliki acara setelah ini,” jawab Keiko. Secara halus ia menolak ajakan Nameera, ia tidak ingin bergabung bersama keduanya.
Nameera melirik Samantha dengan ekor matanya, ekspresi wajahnya tampak sangat sinis. “Sayang sekali ya, agak rumit untuk mengajak model ternama untuk bersantai ya?” ucapnya terdengar seperti sedang mengejek.
“Mungkin lain kali aku akan bergabung,” jawab Keiko dengan ekspresi sangat tenang.
“Baiklah, sampai jumpa.” Nameera dan Innesa berbalik meninggalkannya Keiko dan Samantha yang meninggalkan seribu jejak pertanyaan di otak Samantha hingga tergambar jelas di wajahnya.
“Kei, gadis itu ada di pernikahanmu saat itu. Ia juga berbicara dengan Phillip,” kata Samantha.
“Dia....” Keiko menjeda ucapannya, ia menggigit bibir bawahnya. “Dia Nameera adik tiri kedua kakakku dan wanita itu ibu mertuaku,” ucap Keiko lirih dengan nada terdengar tidak yakin.
__ADS_1
“Kei, apa kau baik-baik saja?”
“Seperti yang kau lihat aku baik-baik saja,” jawab Keiko.
“Ceritakan padaku.” Samantha menatap Keiko dengan tatapan sedang meminta penjelasan.
“Entahlah, bagaimana aku menjelaskannya. Tetapi, percayalah. Aku baik-baik saja,” kata Keiko, semuanya memang baik-baik saja menurut Keiko. Hanya Innesa dan dirinya yang tidak baik-baik saja.
“Mertuamu? Aku yakin kalian tidak baik-baik saja,” kata Samantha yang melihat tatapan mata Keiko tampak sedang menyembunyikan sesuatu.
“Dia hanya ibu tiri suamiku, jangan khawatir.”
Samantha menghela napasnya. “Baiklah.”
****
“Bagaimana harimu cintaku?” Anthonino mengecup kening istrinya dengan penuh kasih sayang. Ia baru saja kembali dari bekerja.
“Hari ini sangat menyenangkan karena aku bertemu Samantha,” jawab Keiko sambil melingkarkan lengannya di pinggang suaminya. “Aku juga bertemu Nameera dan Mama.”
Anthonino terkejut. Bahkan ia tidak mampu menyembunyikan keterkejutannya dari wajah tampannya. “Kau bertemu Nameera? Cintaku apa kau tidak ingat pesanku?” nada suara Anthonino naik meski hanya setengah oktaf namun itu mampu membuat Keiko terkejut karena suaminya tidak pernah berbicara dengan nada seperti itu sebelumnya.
“Kau sangat takut aku bertemu dengan Nameera. Ada apa sebenarnya? Apa ada sesuatu yang tidak aku ketahui?” Keiko sontak melepaskan lengannya dan menatap galak ke arah Anthonino. Keiko merasakan mendadak jantungnya terasa bergemuruh tidak menentu.
“Cintaku, aku hanya takut kau di hasut olehnya.” Anthonino hendak meraih telapak tangan Keiko namun dengan gerakan sedikit kasar Keiko menjauhkan tangannya.
AKU UP DUA SAMPE TIGA CHAPTER TAPI KALIAN SERING LUPA TAP JEMPOL KARNA KEASIKAN BACA JADI HANYA CHAPTER AKHIR AJANYANG DI LIKE 😭😭😭 SEDIH DEH 🥺🥺🥺
RATE BINTANG LIMA PLISH ❤️
__ADS_1
TAP JEMPOL KALIAN ❤️ DAN JANGAN LUPA JUGA JEJAK KOMENTAR ❤️
TERIMA KASIH ❤️