
“Granddad ayo bermain piano, aku khawatir jari jemariku kaku.” Keiko mengajak kakeknya bermain piano
Edward bangkit dari peraduannya dan mengikuti langkah kaki cucu perempuan satu satunya.
Keiko mulai menekan tuts pianonya, ia hanya memainkan lagu Amazing grace pada awalnya dan mulai memainkan I Know I Loved You Before I Meet You - Savage Garden dan beberapa lagu cinta lain.
Tiba tiba kakeknya bertepuk tangan.
“Kau terdengar seperti sedang menyembunyikan sesuatu di dalam hatimu.” Edward berkata dengan nada menyelidik.
“Aku tidak menyembunyikan apa pun,” jawab Keiko dengan wajah polos.
“Ku rasa kau telah menemukan sesuatu.”
“Maksud granddad?” Keiko sama sekali tidak mengerti.
“Jantungmu berdebar dan terasa sakit seperti di remas? Apa Kau telah merasakannya?” tanya Edward langsung.
Keiko terdiam, wajahnya berubah murung.
“Granddad, apa jatuh cinta itu rumit?” tanya Keiko dengan suara pelan.
“Tidak ada yang rumit, yang membuat rumit segala sesuatu itu adalah dirimu sendiri” kata Edward pada cucunya.
Keiko diam untuk mencerna kata-kata kakeknya.
“Cucuku, cinta itu tidak rumit, tapi sering kali tidak masuk akal, namun justru itu yang membuat kita merasa bahagia dan kadang sedih dengan hal-hal sepele.” Edward menjelaskan.
“Granddad, aku merasa akhir-akhir ini tidak bahagia, hidupku mulai kacau, perasaanku tidak menentu, aku tidaak mengerti apa yang sebenarnya terjadi.”
__ADS_1
“Kau masih memikirkan Philip?”
Keiko dengan tegas menggeleng.
“Baiklah, jika saatnya tepat secepatnya kenalkan aku pada pria yang merusak konsentrasimu.” Edward tersenyum, ia yakin cucunya sedang jatuh cinta.
Keiko mengangguk, ketimbang bermanja dengan ayahnya Keiko lebih senang bermanja pada kakeknya ini karena tidak perlu bertengkar terlebih dahulu dengan ibunya yang pencemburu bahkan pada putrinya!
Dulu ia bisa bermanja pada Jonathan kakaknya, namun sejak kakaknya menikah, Keiko harus tahu diri.
Sedangkan Derren kakak pertamanya, ia tidak pernah tertarik pada adik adiknya sejak kecil, ia hanya tertarik pada buku, kemudian satu satunya orang yang tampak menarik baginya adalah Olivia.
Sepertinya cinta memang tidak masuk akal, Keiko bahkan merasa ia telah jatuh cinta pada pandangan pertama pada pria yang menjebaknya.
Jelas sekali menurut Keiko pria itu adalah fans terselubungnya, lalu menggunakan modus pekerjaan, dan bodohnya Keiko sendiri yang melemparkan dirinya pada pria itu hanya karena ia ingin memiliki seorang bayi.
“Kei, pemotretanmu jam 4 sore, bersiaplah” kata Sarah yang tiba-tiba muncul di ruangan itu.
Keiko segera beranjak dari kursi untuk menuju kamarnya, membersihkan tubuhnya dan mengenakan pakaian yang pantas.
“Apa suamiku memanggilmu?” tanya Keiko pada Lelya.
“Tidak ada,” kata Lelya.
Keiko mengecek ponselnya, ternyata Anthonino berulang kali memanggilnya. Namun saat Keiko memanggil kembali, justru yang menjawab sekretarisnya dan mengatakan bahwa suaminya sedang dalam rapat.
Akhirnya selama hampir 2 minggu Keiko menghabiskan waktunya dengan kesibukan, pemotretan, wawancara, iklan di media sosial yang menumpuk, shooting beberapa stasiun televisi, dan berlatih piano.
Setiap kali suaminya menghubungi ia sedang sibuk atau kadang telah tertidur, panggilan itu terlewatkan, kemudian saat Keiko memanggil kembali, suaminya sedang dalam pertemuan.
__ADS_1
Sekarang Keiko mengerti mengapa di dunia selebriti begitu banyak perceraian, kesibukan dan minimnya waktu bersama pasangan sepertinya menjadi faktor utama.
“Lelya, apa jadwalku minggu ini masih banyak?” tanya Keiko pada asistennya.
“Besok pagi ada 1 pemotretan untuk majalah fashion, setelah itu kau tidak memiliki jadwal lagi, suamimu telah mengatur semuanya.”
Lelya memberi tahu jadwal yang di tanyakan Keiko, ada yang janggal menurut Keiko sejak ia menjadi istri dari Anthonino entah mengapa hidupnya semakin mudah, jadwal pekerjaan bahkan seolah mengikuti dirinya, bukan seperti dulu Keiko meskipun telah memiliki nama besar ia harus disiplin mengikuti jadwal yang di atur manajemen.
“Kenapa Nino yang mengatur?”
“Kei, suamimu adalah pria yang dominan, ia memegang kendali atas apa pun yang ia mau.”
“Baiklah, aku ingin istirahat,” kata Keiko, ia bergegas masuk ke dalam kamar, ia perlu tidur yang baik karena sudah dua minggu ia benar-benar lelah dengan pola tidur yang berantakan.
Pagi hari ketika terbangun Keiko berniat untuk berolah raga, ia telah lama tidak berolah raga.
“Kau sudah bangun kawaii wifei?”
Keiko terkejut bukan main mendapati siapa yang sedang duduk dengan anggun di sofa kamarnya.
“Kau?!” pekik Keiko dengan suara tertahan.
“Hanya dua minggu kita tidak bertemu dan kau melupakan suamimu?” tanya Anthonino sambil bangkit dari duduknya menuju ke ranjang di mana Keiko berada.
“Bagaimana caramu masuk?” tanya Keiko setengah berbisik.
TUH ADA PENYUSUP MASUK🙄🙄🙄
UUUH UUUHHHHH 😁😁😁
__ADS_1
SABAR YA SAUDARIKU SETANAH AIR 😚😚😚 INI UDAH ADA PERGERAKAN KE ARAH MATA AIR, EH KE ARAH KELUARGA YAMADA 😂😂
TAP JEMPOL KALIAN 😘😘😘😘 JANGAN LUPA JEJAK KOMEN KALIAN!!! SATU KOMEN KALIAN ADALAH PENYEMANGAT AUTHOR UNTUK NULIS LOH 😍😍😍😍