Married With Pilot

Married With Pilot
Wedding 3


__ADS_3

“Ngomong-ngomong di mana suamimu? Aku belum berkenalan dan memberikan selamat kepadanya.” Philip tampak mengakhiri perbincangan yang mulai merambah ke arah serius.


“Oh dia berbicara bersama kakakku Derren dan Jonathan,” jawab Keiko. Matanya tampak menyapukan pandangannya mencari keberadaan Anthonino.


“Pengantin macam apa kalian? Kenapa kalian tidak bersama-sama?” Philip menggoda Keiko.


“Itu karena suamiku tidak ingin mengganggu waktuku bersama Sam dan Cathy, dia juga tidak tertarik bergabung bersama para gadis-gadis.” Keiko membela suaminya.


“Kalian tunggu sebentar di sini,” kata Keiko. Ia berbalik dan melangkahkan kakinya untuk menghampiri suaminya yang sedang berdiri bersama Jonathan dan Derren, mereka tampak berbicara akrab dan serius.


“Hubby, temanku ingin berkenalan denganmu,” kata Keiko langsung bergelayut manja di lengan Anthonino.


Anthonino dengan gerakan penuh kasih sayang memindah lengannya ke pinggang ramping milik istrinya, ia mengecup pelipis Keiko dengan lembut tanpa malu-malu di depan kedua kakak iparnya.


“Baiklah. ayo temui temanmu,” kata Anthonino, ia berpamitan kepada Jonathan dan Derren sebelum melangkah beriringan dengan istrinya untuk memperkenalkan diri kepada ada teman yang dimaksud Keiko.


Teman yang di maksud Keiko adalah Philip, istrinya sungguh menggemaskan di mata Anthonino. Anthonino menjabat tangan Philip, mereka memperkenalkan dirinya masing-masing. Berbasa-basi sekedarnya. Tidak lama dari jeda canggung pembicaraan mereka tampak Nameera datang langsung menghampiri Keiko.


“Kei. Maafkan aku terlambat,” ucap Nameera sambil memeluk Keiko.


“Nameera, kukira kau tidak datang.” Keiko membalas pelukan Nameera.


“Ya Tuhan! Mana mungkin aku tidak datang dalam pernikahanmu, selamat untuk pernikahan kalian. Semoga selalu bahagia,” ucap Nameera, entah tulus atau tidak hanya Nameera yang tahu.


“Terima kasih. Kau jauh-jauh datang untuk menghadiri dan memberikan berkat dalam pernikahanku.” Kedua gadis itu saling menggenggam telapak tangan mereka.

__ADS_1


“Kau sangat cantik,” ucap Nameera. Tatapan matanya mengamati penampilan Keiko yang mengenakan gaun pengantin bergaya barat dengan model yang simpel namun terlihat sangat elegan.


“Kau juga luar biasa,” ucap Keiko. Nameera selalu berpakaian simpel, ia memang tidak menyukai pakaian yang bergaya terlalu merepotkan. Ia hanya mengenakan dress sederhana berpotongan lurus setinggi lutut, warna yang ia pilih juga warna lembut di padukan dengan sepatu hak tinggi tujuh centimeter senada dengan dress yang melekat di tubuhnya.


“Di mana om Andrew dan Tante Zakia?” Keiko belum melihat di mana ayah kandung kedua kakak laki-lakinya berada.


“Sepertinya mengobrol bersama Daddymu,” jawab Nameera. “Oh iya, karena bos Aeroflot ada di sini mungkin aku bisa meminta cuti tambahan.” Nameera mencoba memecah kecanggungan yang menyeruak antara ia dan Anthonino.


Anthonino hanya melirik Namira dengan ekor matanya ia justru meraih pinggang Keiko kembali, merapatkan tubuh Keiko kemudian mengecup kening istrinya dengan penuh kasih sayang yang tidak di buat-buat. “Mintalah kepada nyonya besar Petrav, semuanya telah kuserahkan kepada nyonya Petrav.”


“Aku bukan departemen SDM,” jawab Keiko sambil menyeringai, ia memiringkan kepalanya untuk menatap wajah Anthonino.


Anthonino belok menatap Keiko, tatapan mereka bertemu. “Kalau begitu mintalah kepada departemen SDM saja.”


Nameera tidak menduga jika kehadirannya membawa jalan yang manis, karena di pesta pernikahan Keiko dan Anthonino ada dua orang pria yang seharusnya bisa di berbagi masalahnya. Targetnya utamanya kini bukanlah Anthonino tetapi dua orang.


Setelah berbasa-basi secukupnya Nameera, Philip, Samantha, dan Cathy berpamitan kepada paasangan pengantin yang sedang berbahagia. Mereka berniat bergabung dengan tamu yang lain. Tetapi, Nameera melangkahkan kakinya mengikuti Philip.


“Philip,” sapa Nameera.


“Hai,” Philip menghentikan langkahnya.


“Bisakah aku berbicara berdua denganmu?” Nameera menatap Samantha dan Cathy seolah mengisyaratkan kedua gadis itu untuk menyingkir dari hadapannya.


Cathy dan Samantha mengangkat kedua bahu mereka bersamaan dan melangkah pergi tanpa berbicara apa pun.

__ADS_1


“Apa kita saling kenal?” Philip menaikkan kedua alisnya sambil menatap Nameera.


“Tidak,” jawab Nameera cepat. Tentu saja hanya Nameera yang mengenal Philip karena ia adalah seorang model sekaligus mantan kekasih Keiko.


“Jadi?”


“Kau melepaskan Keiko begitu saja?”


Philip tampak terkejut mendengar pertanyaan yang di lontarkan oleh gadis di depannya. Alis Philip berkerut dalam.


“Aku keluarga Keiko, aku adik tiri kedua kakak laki-laki Keiko. Namaku Nameera.” Nameera memperkenalkan dirinya kepada Philip.


“Aku rasa aku tidak perlu memperkenalkan diriku,” jawab Philip dengan nada datar, wajah tampannya menyiratkan keengganan yang ia coba sembunyikan.


“Ya benar. Begini aku tidak perlu berbasa-basi lagi, jika kau ingin mengambil Keiko dari Nino, maksudku..."


TAP JEMPOL KALIAN ❤️ DAN JANGAN LUPA JEJAK KOMENTAR ❤️


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


RAMAIKAN JUGA KARYAKU YANG BERJUDUL LAURA ❤️ TERIMA KASIH ❤️


🌸🌸🌸🌸


BTW AKU SEDANG OTW KELUAR KOTA, PASTI TAU DONG YA KALAU YANG UDAH NGIKUTIN TULISANKU AKU SERING KELAYAPAN KELUAR KOTA. JADI AKU BEBERAPA HARI SLOW UPDATE. TAPI PASTI DI USAHAKAN BANGET UPDATE. TENANG AJA TAB AKU UDAH AKU BELIKAN KARTU 😆😆😆

__ADS_1


__ADS_2