Married With Pilot

Married With Pilot
Selamat datang Keiko


__ADS_3

TAP JEMPOL TERLEBIH DAHULU SEBELUM MEMBACA PLIS!


Keiko merasa semakin penasaran terhadap suara-suara yang terdengar begitu dekat di telinganya bahkan seperti memenuhi rongga kepalanya. Ia berjalan dengan hati-hati menyusuri jalanan setapak untuk mencari sumber suara itu, kali ini ia bertekad akan menemukannya. Ketika jalan setapak itu berakhir ia tiba di depan sebuah gerbang yang menjulang tinggi. Keiko ragu untuk membuka pintu gerbang tersebut ia kembali mematung bahkan ia membalikkan badan, ia menyapukan pandangan matanya mengawasi seluruh bukit yang ia tinggali selama ini.


Dari kejauhan kastel kecil tempat tinggalnya hanya tampak atapnya saja, itu berarti ia telah terlalu jauh meninggalkan tempat tinggalnya.


Aku harus kembali.


Keiko hendak berbalik untuk Kembali menuju tempat tinggalnya, tempat yang paling damai dalam hidupnya yang sepi sendiri. Ia bertekad tidak akan pergi dari tempat itu, tidak akan pernah karena dia tidak ingin hidupnya yang damai terusik. Tiba-tiba ia mendengar sebuah suara.


“Mommy....”


Suara itu seperti suara seorang anak kecil suaranya sangat menggemaskan dan menyenangkan.


“Mommy?” gumamnya.


Apa ada orang lain selain aku di sini?


“Kau Mommyku,” kata suara anak kecil itu.


“Aku?” Keiko bertanya.


“Mommy, apa kau tidak ingin bertemu denganku?”


Kapan aku memiliki anak? Anak... Aku sangat menginginkan seorang anak.


“Mommy, aku ingin kau menyentuhku,” kata suara itu lagi.


Keiko mematung di tempatnya berdiri.


Bagaimana cara menyentuhnya? Apa aku sedang mengandung?

__ADS_1


Keiko meraba perutnya sendiri, ia tiba-tiba mengingat bahwa ia ingin memiliki anak gadis selucu Crystal keponakannya.


Aku ingin memiliki seorang bayi secantik Crystal, aku ingin memiliki bayi yang lucu, aku ingin seorang bayi yang bermata biru seperti Anthonino suamiku.


Anthonino. Tiba-tiba ia mengingat suaminya.


Di mana Anthonino? Di mana suamiku? Dia pasti mencariku, dia oasti khawatir kepadaku.


Tiba-tiba ingatan bergulung-gulung datang ke otaknya. Keiko mengingat saat itu ia dan Anthonino jatuh dari helikopter karena perbuatan Nameera.


Nameera, kenapa kau begitu kejam kepadaku?


Perasaan Keiko sangat sakit mengingat Nameera. Tetapi, ia menepis pikiran tentang Nameera. Ada yang lebih penting dari itu. Ia harus segera menemukan keberadaan suaminya. Hal terakhir yang ia ingat adalah ia mendengar Anthonino menangis memanggil namanya sayup-sayup sambil menepuk pipinya meminta agar Keiko bangun. Saat itu Keiko masih sadar dan ingin mengatakan bahwa ia masih hidup tetapi Keiko tidak memiliki kekuatan bahkan jika hanya untuk sekedar membuka matanya.


Keiko ingin mengatakan bahwa ia baik-baik saja tetapi ia tidak mampu berbuat apa-apa.


Aku harus kembali.


Keiko membalikkan badannya, ia harus secepatnya menemui Anthonino. Suaminya harus tahu bahwa ia dalam keadaan baik-baik saja. Anthonino pasti sedang mengkhawatirkan dirinya, Anthonino harus tahu bahwa tubuhnya tidak terluka sama sekali dan sangat merindukan Anthonino.


“Cintaku, kau akhirnya bangun.” Anthonino membelai rambut Keiko. Tatapannya mengarah langsung ke mata Keiko yang sedang berusaha mengerjap-kerjapkan memfokuskan pandangannya.


Sementara Derren tampak lebih tenang, ia menekan tombol untuk memanggil perawat.


“Kei, syukurlah kau bangun.” Olivia menyeka air mata. Ia sepertinya sangat terharu melihat pemandangan yang tersaji di depan matanya.


“Di mana aku?” Keiko menatap suaminya kemudian bergantian menatap Olivia dan Derren.


“Kei, jangan dulu berbicara. Dokter akan memeriksamu,” ucap Derren. Meski ia bahagia adiknya siuman tetapi ia mengkhawatirkan hal lain. Ia khawatir Keiko mengalami hal buruk bernama hilang ingatan.


Keiko mengangguk meski ia tidak mengerti apa pun dan hanya menuruti semua yang dokter instruksikan, mulai dari membuka mulutnya, memeriksa matanya dan juga denyut nadinya.

__ADS_1


“Keadaanmu sangat baik, tidak ada masalah secara keseluruhan tetapi kau masih harus tinggal di sini untuk observasi lebih lanjut," ujar dokter setelah memeriksa keadaan Keiko.


Anthonino, Derren dan Olivia hanya mengangguk-anggukkkan kepalanya mendengar penjelasan dokter.


"Nyonya, siapa namamu?” dokter bertanya.


Keiko mengerutkan keningnya karena merasa lucu. Ia baru saja bangun dari tidur dan dokter menanyakan namanya.


Apa dokter ini tidak tahu aku seorang publik figur? Apa dokter yang ini terlalu tua sehingga tidak mengenali aku seorang model dan pianis?


Diam-diam di dalam hatinya Keiko mengutuk dokter yang tidak mengenalinya.


“H—hubby? Ada apa?” tanya Keiko sambil menatap Anthonino dengan tatapan kebingungan.


Jawaban itu sudah cukup bagi semua orang yang ada di ruangan itu. Keiko tidak mengalami lupa ingatan, Keiko baik-baik saja. Olivia dan Derren bahkan langsung berpelukan karena terharu begitu juga Anthonino yang langsung memeluk Keiko dengan erat.


“Kau membuatku khawatir,” ucap Anthonino sambil menyeka air matanya yang tanpa permisi kembali merembes di matanya. Ia berulang kali mencium rambut istrinya. “Selamat datang cintaku, selamat datang kembali.”


Derren berdehem. “Kami juga ingin bergantian memeluk Keiko.” Derren melayangkan protesnya karena Anthonino tampak begitu serakah menguasai adiknya.


“Apa kau ingin duduk?”


Keiko mengangguk dengan cepat sebagai jawaban atas pertanyaan suaminya.


“Kei, selamat datang kembali,” ucap Derren mencium rambut di kepala adiknya kemudian mengusap-usapnya dengan penuh kasih sayang.


Keiko hanya mengangguk meski ia tidak mengerti, kenapa semua orang memberinya ucapan selamat datang.


“Kei, akhirnya kau bangun. Selamat datang kembali Kei. Kau membuat seluruh keluarga khawatir. Selamat kau juga akan menjadi seorang ibu,” ucap Olivia sambil menggenggam jemari tangan Keiko dengan hati-hati karena ada jarum infus menancap di sana.


Keiko kembali mengerutkan keningnya. Ia hendak bertanya tetapi urung karena dokter yang memeriksanya kembali berbicara, Derren dan Anthonino tampak serius mendengarkan hingga akhir sementara Olivia meninggalkan ruangan itu untuk memanggil Livia.

__ADS_1


AGAK SYULIT MEMBUAT PART INI 🤭🤭 HEHE AKHIRNYA KELAR JUGA, SENANGNYA. TINGGAL NGURUS SI NAMEERA KARENA AKU LIHAT BNYAK KOMEN YANG NJNGGU NAMEERA DI HAJAR 😆😆😆



__ADS_2