
Samantha hendak beranjak dari tempatnya tetapi pergelangan tangannya telah diraih oleh Philip. “Kembali bersamaku, Sam,” ucap Philip dengan suara penuh penekanan.
“Philip, kau tidak berhak melakukan ini,” ucap Samantha, kedua alisnya berkerut dalam.
“Aku berhak,” ujar Philip. Matanya yang berwarna coklat almond begitu tajam menatap mata Samantha.
Samantha terbelalak, ia tidak menyangka jika langkahnya jika semuanya mendadak menjadi rumit. “Philip, kau harus tahu apa yang kau ucapkan,” ucap Samantha sambil menahan napasnya.
“Hei, bung. Tolong lepaskan tanganmu dari gadisku,” ucap pria yang mengaku sebagai kekasih Samantha.
“Gadismu?” tanya Philip tanpa menoleh ke arah pria itu.
“Ya, tangan yang sedang kau pegang itu adalah tangan gadisku. Tolong jauhkan tanganmu darinya.”
Philip mengalihkan pandangannya, bibirnya tersenyum miring. “Apa kau tahu yang kau sebut gadismu? Dia adalah calon istriku, dia sedang mengandung calon anakku dan kau mengatakan dia gadismu? Kasihan sekali kau ditipu olehnya,” ucapan itu seperti meluncur begitu saja dari bibir Philip.
Samantha merasa wajahnya terasa tertampar. Menipu, itu adalah perbuatan hina. Demi Tuhan, Samantha merasa malu di depan pria yang baru saja beberapa hari yang lalu resmi menjadi kekasihnya. Mulut Samantha terbuka tanpa mampu mengucapkan sepatah kata apa pun, ia menekan pelipis sebelah pelipisnya yang terasa berdenyut dengan tiba-tiba. Ucapan Philips sungguh tidak masuk akal, ia merasa sangat marah kepada Philip sekarang.
Apa Philip menjadi gila karena aku menjauhinya?
“Masuk ke dalam mobilku,” ucap Philip dengan nada yang sangat tegas tetapi ia sama sekali tidak melepaskan pergelangan tangan Samantha yang di Cengkeramannya.
Terkesiap, itu yang pertama kali Samantha rasakan. Ia belum pernah mendengar Philip berbicara dengan nada setegas itu. Tetapi, ia justru mundur satu langkah bermaksud menjauh dari Philip sambil menarik pergelangan tangannya namun justru ia terhuyung dan nyaris roboh ke belakang tetapi Philip dengan sigap menangkap kemudian membawanya ke dalam dekapannya. “Jangan membantahku, Sam,” ucap Philip tepat ditelinga Samantha.
Sementara pria yang konon adalah kekasih Samantha hanya mampu menyaksikan perselisihan yang terjadi di antara dua orang aneh itu.
“Kuingatkan kau, antara kau dan Sam, sejak detik ini kalian tidak ada hubungan apa pun karena ia adalah calon istriku dan kau jangan coba-coba mendekatinya lagi,” ucap Philip dengan nada sombong seolah-olah ia telah memenangkan permainan. Ia bahkan mendekap erat tubuh Samantha tanpa memberikan ruang kepada Samantha untuk bergerak.
“Dasar wanita murahan,” ucap pria itu.
“Jaga mulut kotormu itu!” hardik Philip.
__ADS_1
Pria itu mengangkat kedua bahunya bersamaan kemudian berlalu meninggalkan Samantha yang masih di dalam dekapan posesif Philip.
Mulut kotor siapa? Kaulah yang bermulut kotor! Andai kau tidak mengatai aku menipu pasti tidak ada orang yang mengatakan aku wanita murahan.
Tanpa perlawanan Philip membawa Samantha menuju mobil mobilnya kemudian membukakan pintu mobil, mendudukkan Samantha di bangku samping kemudi, ia sendiri masuk ke dalam mobil dan duduk di bangku kemudi dan dengan kasar mengemudikan mobil itu menuju apartemennya. Sepanjang perjalanan kedua insan itu sama sekali tidak saling berbicara, mereka diam seribu bahasa hingga mereka tiba di tempat tinggal Philip.
“Kau telah membuat rencana yang telah begitu lama kususun rusak! Kau tahu berapa harga gaun yang pakai ini? Aku memesannya khusus untuk menghadiri acara malam ini.” Akhirnya Samantha membuka mulutnya, menyuarakan apa yang ada di dalam otaknya. Saat ini perasaannya kepada Philip benar-benar sangat kesal.
“Aku akan menggantinya, berapa harga gaun itu?” tanya Philip dengan nada datar.
Samantha mengatur napasnya, ia tidak mengerti mengapa Philip harus semarah itu. “Kau sangat menyebalkan sekarang!” ucap Samantha sambil bangkit dari duduknya. “Lebih baik aku kembali.”
“Diam di tempatmu!” ucap Philip. Nadanya cukup tinggi. Pria itu segera berdiri tepat di depan Samantha membuat Samantha tak berdaya, ia akhirnya hanya bisa menghela napasnya dalam-dalam dengan helaan yang cukup kasar.
“Kau tidak berhak mengaturku,” ujar Samantha dengan nada sinis. Ia menyipitkan matanya. Ia telah kehilangan wajah di depan kekasih yang baru berumur dua hari, benar-benar sial.
“Aku berhak, sudah kukatakan aku berhak atasmu, Sam.”
Philip menghela napasnya. Mengatur emosinya yang meluap-luap karena Samantha bersama pria lain, membayangkan tubuh Samantha di bawah kuasa pria lain. Sangat menjengkelkan rasanya. Ia tidak ingin berbagi Samantha dengan pria lain. “Kenapa kau menghindariku?” tanyanya dengan nada rendah.
Samantha membuang wajahnya, ia sendiri tidak tahu mengapa ia menghindari Phillip sejak malam ia menyerahkan kesuciannya kepada sahabatnya. Malu, mungkin seperti itu.
“Katakan kepadaku kenapa kau menghindariku?”
Samantha masih memalingkan wajahnya, ia tak mampu menatap langsung wajah Philip dari jarak yang terlampau dekat.
“Sam.” Nada bicara Philip melembut. “Lihat aku,” ia meraih dagu Samantha. Tatapan matanya langsung terfokus ke arah mata Samantha, menguncinya. “Katakan kenapa kau menghindariku? Katakan apa salahku?”
Bibir Samantha bergetar. Ia sendiri tidak tahu mengapa ia begitu ketakutan setiap melihat sahabatnya sendiri. Ia tidak tahu jika hal yang di anggapnya sepele itu justru menjerumuskan dirinya sendiri. Ia mengira menyerahkan kesuciannya kepada Philip tidak akan merusak hubungan mereka berdua meski sejak awal Philip telah mewanti-wanti.
“Aku takut terbawa terlalu jauh denganmu aku rasa hubungan kita... tidak, persahabatan kita tidak bisa dilanjutkan.” Akhirnya kata-kata itu yang terlepas dari bibir Samantha.
__ADS_1
“Sam, kau yang mencetuskan ide konyol itu,” ucap Philip dengan nada tidak terima.
“Ya, aku salah karena aku memintamu untuk memasukiku oke aku salah aku mengakuinya.” Samantha menepis telapak tangan Philip yang masih berada di dagunya.
Philip mengeratkan raganya. Ia merasa di campakkan oleh Samantha, seenaknya saja Samantha meminta di masuki kemudian membuangnya bagai barang bekas. “Di dalam rahimmu ada calon anakku, aku akan bertanggung jawab menikahimu. Aku tidak ingin terjadi apa-apa dengan calon anak kita,” ucapnya.
Darah Samantha terasa berdesir mendengar kata-kata Philip. “Aku tidak hamil, itu tidak mungkin!”
“Tidak mungkin hamil kau bilang? Kita melakukannya lima kali dan lima kali aku mengeluarkannya di dalam,” ucap Philip dengan nada tinggi.
“Kenapa kau tidak menggunakan pengaman?”
“Aku tidak memiliki benda itu,” jawab Philip.
Flash back off
Pertengkaran mereka adalah pertengkaran pertama sepanjang mereka bersahabat dan mungkin juga bisa dibilang akan menjadi pertengkaran terakhir, malam itu setelah bertengkar mereka memutuskan untuk berbaikan entah siapa yang memulai mereka kembali bercinta kemudian paginya, Samantha kembali menghilang.
PENGUMUMAN PENTING!
KAKAK SEMUA YANG NANYAIN KENZO KAPAN? KENZO ITU NANTI BULAN JULI. BOCORANNYA KENZO DAN ALEXA AKAN JADI SATU NOVEL.
NEXT PART ADA KEIKO.
DEVIL IN MY BED DI MANA? ADA DI APLIKASI BERGAMBAR KUDA PONI WARNA UNGU. KONTRAK DI SANA. YANG MAU BACA SILAKAN KE SANA. SEMENTARA MASIH GRATIS!
DEVIL IN MY BED SEASON 2 KAPAN? TUNGGU YA YANG SEASON 1 ANTENG DULU DI NEGRI TETANGGA.
KAK, SIDNEY KAPAN? SIDNEY AKAN ADA DI KUDA PONI UNGU JUGA TAPI NANTI. GENRE BUAT SIDNEY BERBEDA. YAITU MISTERI.
LEONEL GIMANA KAK? KEONEL BELUM ADA WACANA.
__ADS_1
SELAMAT BERBUKA PUASA BUAT SAHABAT MUSLIM.