
“Nona,pesawat telah mendarat, anda harus bangun.”
Suara ramah itu membangunkan Keiko, ia mengerjap erjapkan matanya lalu melirik arloji yang masih melingkar di pergelangan tangannya.
“Selamat pagi nona pesawat telah mendarat dan sarapan anda telah siap.”
“Selamat pag,i” jawab Keiko dengan nada tidak bersemangat, “terima kasih, aku akan membersihkan tubuhku dulu,” kata Keiko sambil berusaha duduk.
“Semua yang anda perlukan telah di siapkan nona,” kata pramugari itu.
Keiko meninggalkan ranjang itu dan melangkah menuju kamar mandi, membersihkan tubuhnya lalu mengganti pakaiannya.
Tadi malam pilot itu meninggalkannya, setelah ia tahu bahwa Keiko masih perawan.
Flash back on
Pilot itu menjauhkan tubuhnya dan melompat menuju kamar mandi, meninggalkan Keiko sendiri yang kecewa, dan membungkus tubuhnya dengan selimut.
30 menit kemudian pria tampan itu keluar dari kamar mandi dengan sebuah handuk melingkar di pinggulnya.
Memunguti pakaian mereka yang berserakan di lantai lalu merebahkan tubuhnya di samping Keiko sambil memeluknya dari belakang
“Jangan salah paham babe,” kata pria itu.
Keiko memberanikan diri membalik tubuhnya, Kedua bola mata mereka beradu, sejenak saling tatap untuk beberapa saat.
Pilot tampan itu mengecup pucuk kepala Keiko
“Aku pasti akan melanjutkan permainan kita, tapi tidak sekarang.”
“Maksudmu?” Keiko kembali menatap manik mata biru yang membuatnya terasa terseret ke dalam lautan hingga nyaris akan menenggelamkan dirinya.
Kedua bola mata mereka saling beradu dan entah apa arti di balik tatapan mereka masing masing, “Sampai jumpa,” katanya sambil mengecup kening Keiko kembali.
Pria itu dengan anggun mengenakan pakaian pilotnya kembali lalu meninggalkan kamar itu, sementara Keiko ia membenamkan wajahnya ke dalam selimut menutupi dirinya yang kecewa.
Setelah memastikan pilot telah keluar dari kamar, Keiko bangkit dan mengenakan kembali pakaiannya, ternyata Anthonino merapikan pakaiannya yang berada di lantai, meletakkan dengan baik di atas ranjang dengan posisi terlipat rapi.
Setelah mengenakan pakaiannya Keiko kembali membungkus tubuhnya dengan selimut lalu memejamkan matanya.
Foash back off
‘Sial,’ umpatnya dalam hati.
Ia merasa malu karena mungkin kini terlihat seperti gadis murahan di mata pilot tampan itu, Keiko juga kesal karena usahanya mendapatkan bibit unggul gagal bahkan di saat sudah di depan mata, lebih dekat dari pernikahannya yang gagal di depan altar.
Di negara bagian barat banyak wanita yang memiliki anak tanpa suami, mereka baik baik saja, seperti kakaknya Olivia saat keluarganya tidak tahu bahwa ia memiliki Crystal.
Setelah sarapan Keiko turun dari pesawat itu dan telah di tunggu oleh sebuah mobil Limousine mewah siap membawanya ke tempat pertemuan.
‘Dimana Nino?’ batinnya sedikit kecewa.
Seluruh staff penerbangan tadi melepaskan kepergiannya, tapi pria tampan itu tidak tampak batang hidungnya.
__ADS_1
‘Siaalan pria itu mencampakkanku begitu saja’ batin Keiko terus saja mengumpat merutuki nasibnya, belum genap satu bulan dua pria mencampakkannya!!!
‘1000 kali shit!’ makinya dalam hati.
Ketika sampai di tempat tujuan di depan sebuah ruangan kedua asisten Keiko di tahan oleh seorang pria yang tampaknya berperan sebagai sekretaris.
“Maaf hanya Miss Yamada saja yang di izinkan masuk.”
“Bagaimana mungkin? Kami asistennya,” protes Lelya yang di angguki oleh Sarah.
“Maaf ini perintah dari tuan, saya hanya menjalankan perintah,” jawab pria itu.
“Baiklah, kalian tunggu saja disini,” kata Keiko pada kedua asistennya.
“Tapi Kei,” protes Lelya.
“Tidak apa apa aku bisa menghadapi pria tua itu.” jawab Keiko meyakinkan kedua asistennya.
Keiko mengikuti langkah pria itu memasuki sebuah ruangan besar yang di dominasi warna coklat.
“Sir, nona Yamada telah berada di sini.” kata pria itu pada pria yang duduk di kursi dengan posisi membelakangi mereka berdua.
“Baiklah, tinggalkan kami dan kerjakan pekerjaanmu dengan baik.”
“Baik saya permisi tuan.”
Sekretaris itu undur diri, sedetik kemudian pria yang membelakangi Keiko memutar kursinya membuat Keiko benar benar terlonjak kaget.
“Kau????!!!!” pekik Keiko seraya matanya melirik papan nama di atas meja pria itu.
Anthonino mengambil papan nama itu, “Ada apa dengan papan nama ini?”
“Kau menipuku!” desis Keiko ketus.
Anthonino mengangkat kedua alisnya, tatapannya terus mengarah pada wajah Keiko.
“Aku tidak menipumu, apa salahnya aku menerbangkan pesawatku sendiri?” kata Anthonino seraya bangkit dan menangkap tubuh ramping Keiko mendekapnya erat.
“Lepaskah!” kata Keiko dengan gusar.
“Bukankah kau ingin bercinta denganku?” Anthonino adalah pilot yang mencampakkannya tadi malam.
“Kemarin iya tapi sekarang tidak.”
“Apa bedanya? Hanya persoalan waktu bukan?”
“Tolong anda bersikap profesional Mr. Petrav!” Keiko tampak kesal, pria yang telah mempermainkan dirinya, bukan hanya telah terjebak namun juga ia merasa malu karena dengan mudahnya ia sendiri telah meminta tidur dengan pria yang sama sekali tidak ia kenal.
“Akan ku tunjukkan profesional yang sesungguhnya,” kata Anthonino sambil mendekatkan wajahnya hingga nafasnya menyapu keseluruhan wajah Keiko membuat bulu kuduk Keiko meremang, nafas itu begitu lembut... dan sesaat kemudian bibir kenyal Keiko telah dilumat oleh Anthonino, ciumannya begitu rakus dan benar benar menuntut. Keiko justru tak mampu menolak ia terhanyut dalam ciuman dalam, bibirnya mulai mengerang nikmat karena jari jemari pria itu menari nari di antara pahanya.
Bahkan dalam waktu kurang dari dua menit ia telah mendapatkan puncaknya.
”Kau sangat menikmatinya sayang,” bisik Anthonino di telinga Keiko.
__ADS_1
“Kau benar benar seperti pemilik majalah playboy! Pria mesum yang menjerat para modelnya!” ucap ketus Keiko dengan nada gusar namun wajahnya justru merona, kedua lututnya terasa lemas ia bahkan masih berada dalam dekapan Anthonino.
“Apa kau ingin melanjutkan?”
“Aku kesini untuk membicarakan kerja sama.”
“Kerjasama?” tanya Anthonino dengan tatapan seolah tidak mengerti.
“Ya kerjasama.” dengus Keiko, ia masih kesal.
Anthonino tersenyum melihat tingkah Keiko, “Baiklah,” katanya.
“Lepaskan aku.”
“Bagaimana jika aku tidak ingin melepaskanmu?” tanya Anthonino dengan mimik serius di wajahnya.
“Begitu rupanya cara kau memperlakukan orang yang akan bekerja sama denganmu?” sinis Keiko sambil terus berusaha menjauhkan tubuhnya dari tubuh pria yang mendekapnya.
Anthonino membawa Keiko duduk di kursi kerjanya dan mendudukkan Keiko di atas pahanya.
“Ayo bicarakan rencana kerjasama kita.”
“Turunkan aku.”
“Bicarakan disini atau tidak akan ku turunkan selamanya” kata Anthonino sambil menatap tajam pada manik mata berwarna coklat milik Keiko, penuh dominasi dan otoriter!
“Anda tidak sopan Mr. Petrav.”
“Santai saja, panggil namaku seperti saat tadi malam kau mengerang,” geram Anthonino, suaranya terdengar begitu sexy di telinga Keiko.
‘Siaaaallllll’ bagian lain dari diri Keiko bereaksi hanya dengan mengingat permainan yang tertunda tadi malam.
Dan Keiko merasa sesuatu telah menempel di dadanya, ya tentu saja bibir tipis Anthonino tengah menempel di dadanya, bagaimana bisa ia telah membuka kancing kemeja Keiko dengan cepat tanpa keiko sadari? Apa pria ini memiliki kekuatan sihir? Keiko lupa menggunakan bra karena ia telah terbiasa tidak memakai bra yang menurutnya hanya membuat sesak nafas.
Keiko tidak bisa menolak bahkan telapak tangan Keiko meremas rambut Anthonino, dadanya membusung seolah menginginkan pria itu menyentuhnya lebih dalam.
Sementara tangan Anthonino menyusup kembali di antara kedua paha Keiko, dan jari jemarinya menari dengan lincah mempermainkan area sensitive tubuh milik Keiko yang telah basah kembali, jemarinya mungkin lebih lincah dari jemari Keiko saat memainkan tuts pianonya.
Dan Keiko mencapai puncak untuk kedua kali.
“Bagaimana sayang apa kau siap melanjutkan ini?”
Keiko masih terengah engah dan meletakkan kepalanya di antara ceruk leher Anthonino, nafasnya memburu.
“Akan ku serahkan kesucianku padamu, tapi aku memiliki syarat,” kata Keiko sambil mengatur nafasnya.
“Katakan.”
“Aku ingin anak darimu.”
“Baiklah.”
“Apa??????” Keiko justru terkejut dengan jawaban Anthonino yang spontan.
__ADS_1
Bukan hanya terkejut sangat terkejut!!! Seribu kali terkejut.
TAP JEMPOL KALIAN PLISH 🤗🤗🤗