Married With Pilot

Married With Pilot
Clear!


__ADS_3

TAP JEMPOL SEBELUM MEMBACA PLIS!


Tania tidak bisa kembali ke Guangzhou karena ia tidak ingin jauh dari Anthonino, hari berganti hari setiap hari, Innesa beberapa kali membawa Anthonino ke kediamannya untuk bertemu dengan Tania. Dengan kata lain Innesa menepati janjinya. Setiap hari Innesa juga pergi ke kediaman Feliks untuk sekedar melihat keadaan Anthonino dan menceritakan perkembangan Anthonino kecil. Tetapi, setelah berjalan beberapa bulan Innesa mengatakan tidak bisa lagi membawa Anthonino untuk bertemu dengan Tania karena di dalam mansion itu telah ada seorang wanita baru yang merawat Anthonino, wanita itu di katakan sebagai calon istri Feliks.


Innesa juga mengatakan jika Feliks sangat mencintai wanita itu, memperlakukannya dengan baik dan istri baru Feliks juga sangat mencintai Anthonino seperti putranya sendiri. Hingga akhirnya karena berbagai tekanan akhirnya kejiwaan Tania mulai goyah dan Innesa mengirimkannya ke dalam rumah sakit jiwa.


Di sisi lain Innesa mengatakan kepada Feliks bahwa Tania telah pergi bersama pria lain yang dicintainya, pria muda yang baru saja di kenal Tania. Mendengar itu darah Feliks mendidih. Tania memang menginginkan pria muda bersamanya bukan pria yang sepuluh tahun lebih tua di banding dirinya.


Innesa menawarkan dirinya untuk mengurus Anthonino, karena merasa telah di khianati oleh Tania, Feliks menerima tawaran Innesa. Toh hanya mengurus Anthonino bukan menikahinya kembali. Sejak saat itu Feliks berganti-ganti wanita hanya untuk melampiaskan gairahnya sebagai pria dewasa yang normal.


Feliks merasa frustrasi, sesungguhnya ia menyayangi putranya tetapi setiap kali ia mengingat pengihanatan Tania rasanya jantung Feliks terasa sangat sakit dan timbul keinginan ingin membunuh Anthonino, setiap kali ia melihat putranya ia merasa sangat ketakutan karena memiliki hasrat ingin menyakiti Anthonino. Itulah sebabnya ia menjauhi Anthonino hingga putra satu-satunya tumbuh tanpa pernah berhubungan baik dengannya.


Singkatnya hingga Tania meninggal benang kusut yang menjadi akar permasalahan mereka sama sekali tidak terurai. Kedua orang yang masih saling mencintai itu terlarut dalam kesalahpahaman seumur hidup mereka.


Flash back off


Paginya Anthonino bukan pergi ke perusahaan, tetapi ia pergi menuju ke sebuah gereja kemudian ia menuju ke tempat tahanan wanita di mana Innesa berada.


Innesa tentu saja terkejut menjumpai siapa yang datang karena setahu Innesa, Anthonino telah meninggal bersama Keiko.

__ADS_1


“Tidak perlu terkejut seperti itu, mama. Aku bukan roh gentayangan,” ucap Anthonino dengan seringai sinis di bibirnya. “Putramu tidak semudah itu berhasil meminjam tangan orang lain untuk membunuh kami.”


Anthonino bahkan enggan menyebut nama Justin apa lagi nama Nameera, baginya kedua orang itu tidak pantas di sebut olehnya lagi. Melihat Innesa yang tak mampu menjawab pertanyaannya Anthonino kembali bertanya, “apa kau kecewa mama lihat putramu ini masih hidup?”


Innesa mengubah ekspresi wajahnya yang semula sangat terkejut menjadi tampak sendu. “Sayangku, aku bersyukur kau masih hidup, sayang apa salahku hingga kau melakukan ini kepadaku?”


Anthonino menata emosinya, marah. Tentu saja ia marah kepada Innesa. Wanita ini telah mencoba membunuh Feliks ayahnya secara perlahan. “Aku begitu tulus menyayangimu bahkan memujamu sebagai ibu dan wanita yang sangat baik tapi justru membuat seluruh kekagumanku rusak, kau bahkan berusaha membunuh ayahku. Berapa tahun kau menyiksa Feliks? Kau membuat cerita palsu, aku telah mengetahui ibuku dan Feliks mereka menikah secara resmi di gereja. Aku bukan anak haram seperti yang kau ceritakan kepadaku.”


Wajah Innesa tampak pias seketika mendengar apa yang di ucapkan Anthonino.


“Feliks bahkan telah menceraikanmu di tahun sebelum aku lahir. Aku telah mengetahui segalanya. Sekarang apa yang kau sembunyikan. Ceritakan semua kepadaku, aku berjanji akan meringankan hukumanmu jika kau menceritakan semua yang kau tahu dengan jujur.”


Dengan bercucuran air mata Innesa menceritakan semuanya, bukan karena menyadari kesalahannya tetapi karena ia ingin terbebas dari penjara terkutuk yang mengurungnya.


“Katajan juga apa tujuanmu memfitnah ibuku?”


“Aku iri dengan kehidupan yang ibumu dapatkan. Ya, aku iri, Feliks merahasiakan pernikahannya dengan Tania atas permintaanku. Orang tuaku belum tahu perceraian kami, itu sebabnya kami masih memainkan sandiwara rumah tangga dan Tania tahu semua itu.” Tatapan mata Innesa menyiratkan kebencian yang dalam.


Innesa menyeka air matanya menggunakan telapak tangannya. “Setelah Tania di rumah sakit jiwa aku tinggal satu atap bersama Feliks lambat laun aku menyukai ayahmu, aku melemparkan diri ke atas ranjang ayahmu tetapi ia tidak pernah memandang keberadaanku. Aku masih di kenal sebagai istri Feliks di mata semua orang tetapi aku sama sekali tidak bisa mengambil hatinya. Ia hanya memikirkan ibumu,” ucapnya.

__ADS_1


Innesa mengingat masa lalunya. Ia sering naik atas ranjang Feliks saat itu. Di sisi lain Feliks hanya seorang pria frustrasi yang gemar berganti wanita, ia sama sekali tidak pernah memilih siapa wanita yang ada di ranjangnya asalkan wanita itu ia bayar ia akan menuntaskan hasratnya. Termasuk Innesa. Tetapi, Feliks memiliki prinsip dalam permainan yaitu setiap wanita yang ia tiduri tidak terkecuali Innesa, ia tidak pernah memasuki dari arah depan ia selalu memasuki dari arah belakang.


Feliks tidak peduli wanita itu kesakitan atau kurang nyaman yang ua pedulikan hanya hasratnya tuntas, hanya sebatas itu dan untuk urusan Innesa semua orang tahu wanita yang merawat putranya itu adalah istrinya tentu saja jika menghadiri acara pesta perjamuan ia harus memperlakukan Innesa dengan baik, memberinya pakaian yang layak dan perhiasan yang indah sesuai dengan derajat sosial mereka.


“Omong kosong. Kau menyimpan laki-laki lain di dalam hidupmu,” ucap Anthonino dengan nada yang sangat sinis.


“Hubunganku dan Edmon hanya sebatas Justin,” jawab Innesa.


Edmon memang tergila-gila kepada Innesa karena kecantikan yang ia miliki, sementara Innesa ia juga memerlukan kasih sayang dari pria yang mencintai dan memujanya.


“Oh, jadi sekarang kau mengakui bahwa Justin adalah putramu dan Edmon?” Anthonino menggelengkan kepalanya. “Kau menginginkan kematian ayahku dan aku demi putramu Justin, kau memang bukan manusia. Kau iblis Innesa...!”


“Sayang maafkan mama, maafkan mama, kau telah berjanji akan membebaskan mama bukan?”


“Mama? Kau bukan siapa-siapa bagiku dan aku tidak pernah berjanji untuk membebaskanmu. Kau, Edmon dan Justin harus membayar semua perbuatanmu.”


Anthonino meninggalkan tahanan wanita dengan langkah gontai, ia tidak menyangka seumur hidupnya ia telah tertipu oleh kebaikan palsu Innesa, ia membenci ayahnya sendiri karena ulah Innesa. Andai waktu bisa di putar kembali, betapa menyesalnya Anthonino tidak mengetahui semua kebenaran ini sejak dulu. Ingin rasanya Anthonino menjerit melepaskan seluruh beban yang ada di dalam benaknya. Tidak mampu lagi menahan emosi di dadanya Anthonino meninju kaca mobilnya sendiri hingga kaca mobilnya retak, belum puas meninju satu kali Anthonino mengulanginya beberapa kali hingga tangannya terasa perih.


Wajah Anthonino tampak gelap, ia mengemudikan mobilnya menuju rumah sakit untuk menemui ayahnya dan menceritakan segala kebenaran yang ia ketahui. Feliks harus tahu bahwa Tania tidak bersalah.

__ADS_1


TAP JEMPOL KALIAN ❤️ DAN JANGAN LUPA JEJAK KOMENTAR ❤️ TERIMA KASIH ❤️❤️


🍒🍒🍒🍒🍒


__ADS_2