Married With Pilot

Married With Pilot
Lebih cantik


__ADS_3

Wajah Keiko tampak masih sedikit masam saat mereka memasuki sebuah restoran kelas atas dengan arsitektur modern yang di desain dengan gaya klasik hingga restoran tersebut terlihat seperti bangunan sebuah museum.


Cahaya lampu yang menerangi ruangan itu agak sedikit kekuningan membuat kesan klasik semakin tegas, Anthonino menyeret sebuah kursi untuk Keiko, kemudian ia duduk di sebelah Keiko.


Anthonino melirik arloji di pergelangan tangannya, ini arloji yang melekat di pergelangan tangannya hanya Arloji sederhana menurutnya, harganya mungkin hanya $100.000 saja.


“Temanku itu masih saja tidak tepat waktu,” gerutu Anthonino.


“Dimana sarah?” Keiko rupanya masih mengkhawatirkan dirinya.


“Kau perlu sesuatu?” tanya Anthonino tanpa merespons pertanyaan istrinya.


Bersamaan dengan itu seorang pelayan datang, “selamat malam tuan, nona, apa kalian ingin memesan sekarang?”


“Aku akan memanggil nanti jika ingin memesan,” potong Anthonino cepat tanpa menoleh pada pelayan.


“Baik tuan, saya permisi,” kata pelayan wanita itu sambil melirik wajah tampan Anthonino.


“Kau perlu sesuatu sayang?”


“Aku, aku ingin pergi ke toilet.”

__ADS_1


“Ayo aku akan menemanimu,” ka Anthonino seraya bangkit dari duduknya.


Keiko mengangguk kemudian bangkit dan mereka berdua berjalan menuju Toilet.


Ketika Anthonino dan Keiko kembali, seorang pria yang masih mengenakan seragam pilot tengah duduk dengan santai di tempat yang telah di pesan oleh Anthonino sambil memainkan ponselnya.


“Kau terlambat lagi. Dannis,” sapa Anthonino sambil ia sendiri duduk. “Cintaku, kenalkan ini Dannis, dia rekan sesama pilot dulu,” kata Anthonino memperkenalkan Dannis pada Keiko.


“Hai Dannis, senang bertemu denganmu,” sapa Keiko dengan sopan.


“Hey, kau lebih cantik di banding yang dengan yang sering kulihat di media sosial dan Tabloid,” pria bernama Dannis itu menyapa dengan riang, sedikit terkesan genit.


“Jangan menggodanya atau kutembak kepalamu,” ancam Anthonino dengan nada tidak senang.


Mereka tertawa renyah bersama.


Tidak berselang lama seorang gadis datang menghampiri dan bergabung bersama mereka. Namanya adalah Athiya, wanita yang tampak anggun dan dewasa, pembawaannya sopan dan tenang. Dia adalah istri Dannis, menurut cerita mereka baru saja menikah beberapa bulan yang lalu.


Anthonino memanggil pelayan dan mereka memilih beberapa makanan terbaik dari restoran tersebut, pengunjung di restoran tersebut tidak terlalu banyak namun penyajiannya terbilang cukup lama, mereka harus sabar menanti.


Sambil menunggu makanan mereka Anthonino berbincang bersama Dennis, Keiko tampak langsung akrab bersama Athiya, mereka saling berbagi kisah tentang profesi mereka, Athiya adalah seorang guru taman kanak-kanak.

__ADS_1


“Keiko pasti sangat menyenangkan bukan menjadi seorang model seperti dirimu, seluruh dunia tahu siapa dirimu,” kata Athiya dengan nada yang sangat bersahaja.


Keiko tersenyum.


“Satu satunya hal yang tidak mengenakkan adalah aku tidak bisa makan sesuka hatiku,” Keiko seperti sedang menumpahkan kekesalannya. “Tapi menjadi guru taman kanak-kanak juga sepertinya menyenangkan, ada banyak anak-anak lucu yang bisa kau jumpai setiap hari Athiya.”


“Ya, dan itu menguji kesabaranku, oh astaga,” kekeh Athiya.


Keiko juga terkekeh.


“Besok malam apa kalian ada waktu?” tanya Dannis.


Keiko melirik Anthonino.


“Istriku berulang tahun, kami bermaksud mengadakan jamuan makan malam,” kata Dannis.


“Kuharap kalian memiliki waktu, Kei aku sangat senang jika kau bisa datang,” kata Athiya, nada bicaranya terdengar penuh harap.


“Tentu saja, aku dan Keiko akan datang,” kata Anthonino.


“Athiya kami pasti akan datang, selamat Ulang tahun,” Keiko menimpali, mereka tampak sangat kompak.

__ADS_1


PENGEN KASIH VISUAL VISUAL COGAN TAPI KALAU PAKE VISUAL SUKA LAMA REVIEWNYA NYEBELIN 😣😣😣


TAP JEMPOL KALIAN PLISH 💖💖💖💖💖


__ADS_2