Married With Pilot

Married With Pilot
Keiko Percaya


__ADS_3

“Jadi kau mendapatkannya?” tanya Gustavo saat kedua gadis itu telah menghilang dari pandangan mata keempat orang tersebut.


Anthonino hanya mengangkat kedua alisnya, jemarinya meraih gelas wine di depannya, mengangkat gelas itu, memutarnya dengan anggun lalu menyesapnya.


“Aku yakin kau menjebaknya,” tuduh Gustavo.


“Kau gemar sekali bergosip,” jawab Anthonino dengan nada datar tanpa niat menyangkal tuduhan Gustavo yang 100% benar adanya, ia memang berniat menjebak Keiko, akan tetapi pada kenyataannya ia bisa di bilang belum memasang perangkap namun mangsanya datang sendiri. Entah keberuntungan atau memang takdir manis, sepertinya teorinya tentang tidak adanya keajaiban memang salah.


“Kei, apa kau ada hubungan dengan Nino?” tanya Nameera langsung, mereka berdua kini berada di dalam toilet wanita.


“Kau mengenalnya? Oh kalian sesama Pilot tentu saja kalian saling mengenal.” Keiko meralat sendiri kalimat yang ia ucapkan.


“Astaga Ke, dia bukan pria baik-baik, dan kudengar ia baru saja menikah,” kata Nameera memberitahu Keiko dengan nada panik.


“Tapi menurunku dia pria yang baik,” ucap Keiko.


“Kei, kau tidak mengerti, ia banyak memiliki mantan teman kencan, Percayalah padaku dia bukan pria baik-baik,” Nameera berusaha meyakinkan Keiko.


“Nameera aku sudah tahu, itu masa lalu dan aku tak peduli, tapai terima kasih kau mengkhawatirkan aku,” kata Keiko dengan nada sangat tenang.


“Kei, dia hanya seorang pilot, dan dia tidak sebanding dengan keluarga kita, dia pasti hanya akan memanfaatkan kekayaanmu,” Nameera terus saja meyakinkan Keiko bahwa Anthonino adalah Pria yang tidak pantas untuk Keiko.


“Nameera,” Keiko berhenti sebentar untuk menghela nafasnya, “dia tidak seperti itu.”

__ADS_1


“Kei, kau akan menyesal nanti, aku berani bertaruh, dia hanya memanfaatkan hartamu, ia juga telah beristri,” ujar Nameera.


“Dari mana kau tahu?” tanya Keiko sambil tersenyum geli, bahkan jauh di dalam lubuk hatinya ia mencibir, ‘akulah istrinya.’


“Di New York, aku bertemu dengannya, ia mengatakan bahwa ia baru saja menikah, ia pria ba**ngan Kei,” ujar Nameera.


“Nameera, akan kubuktikan dia tidak seperti yang kau katakan dan yang pasti kami memang akan menikah, tunggu sebentar lagi,” tiba-tiba Keiko merasa tidak suka jika harus bersaing dengan Nameera, sekarang ia mengerti siapa pria yang Nameera bicarakan ketika mereka bertemu di New York.


“Sebaiknya kita kembali,” ajak Keiko tanpa peduli pada raut wajah Nameera yang begitu suram.


“Kei, aku adalah salah satu teman kencan Nino,” kata Nameera.


“Aku sudah tahu,” jawab Keiko berbohong, ia tidak peduli meskipun itu benar ia tidak peduli!


“Sayang, apa yang kau lakukan di sini?” Keiko mendadak manja dan melemparkan tubuhnya ke dalam pelukan Anthonino.


“Cintaku terlalu lama, jadi aku menyusul,” jawab Anthonino sambil meraih telapak tangan Keiko lalu mengecup jemari lentik istrinya itu. “Nameera sampai jumpa di pernikahan kami secepatnya,” kata Anthonino seolah menunjukkan betapa intimnya mereka, betapa bahagianya dirinya dan Keiko yang saling mencintai.


Kedua pasangan tersebut meninggalkan Nameera yang terdiam mematung sendirian, air mata Nameera telah tergelincir bebas di pipinya.


Keiko memang selalu jauh di atasnya, tidaak hanya kedua kakaknya yang di ambil oleh Keiko, pria incarannya pun harus di menangkan oleh Keiko.


Sementara Keiko dan Anthonino kemvali bergabung bersama Athiya dan Dannis, sementara Gustavo ia pergi mencari Nameeera yang tak kunjung datang dari toilet. Setelah berbasa-basi sebentar bersama Dannis dan Athiya mereka segera berpamitan untuk kembali ke tempat tinggal mereka.

__ADS_1


“Kau harus menjelaskan padaku!” Keiko melotot galak meminta penjelasan pada Anthonino ketika tiba di tempat tinggal mereka.


“Ya dia salah satu mantan teman kencanku.” Anthonino menjelaskan dengan hati-hati seperti apa hubungannya dengan Nameera “Percayalah padaku, kumohon.”


Bukannya marah, Keiko justru terkekeh membuat Anthonino mengerutkan keningnya.


“Aku sudah tahu, Nameera adalah saudaraku yang menelefon pagi-pagi ketika kita berada di New York, kemudian kami bertemu, ia juga menceritakan semua tentangmu yang baru saja menikah, aku tidak tahu jika pria yang dia ceritakan itu kau,” Keiko mengingat kata katanya yang ia ucapkan pada Nameera, ia mengatai suaminya sendiri buta, Keiko merasa hal itu sedikit konyol dan kasihan pada suaminya, suaminya tidak buta, ia sangat tampan dan bermata biru, mata yang membuat ia tersihir hanya dalam satu kali Keiko menatapnya.


“Apa yang ia katakan?” tanya Anthonino penasaran, ia sedikit menegang karena takut Nameera berbicara mengada-ada.


“Nameera mengatakan ia menyukaimu, tapi kau tidak,” ujar Keiko berkata apa adanya.


“Jadi kau percaya padaku kan cintaku?”


“Aku percaya,” jawab Keiko, ”tapi aku tidak ingin di cap sebagai gadis bodoh yang di manfaatkan oleh seorang yang tidak punya apa-apa,” kata Keiko dengan tatapan kesal, ia tidak ingin harga dirinya hancur jika ada yang menganggap ia gadis bodoh yang dimanfaatkan seorang pria yang mengincar kekayaannya.


“Baiklah cintaku secepatnya aku akan daftarkan namaku di Google,” jawab Anthonino.


Keiko mendengus tatapan matanya kepada Anthonino justru tampak terlihat semakin kesal.



Yamada Keiko photo from instagram.

__ADS_1


TAP TAP JEMPOL KALIAN 😅😅😅❤❤❤❤


__ADS_2