Married With Pilot

Married With Pilot
S2. Call me Hubby


__ADS_3

“Sayangku, besok kau diperbolehkan keluar dari rumah sakit,” kata Philip sambil meletakkan gelas di atas nakas di samping ranjang pasien.


“Akhirnya, aku sudah bosan di sini,” ucap Samantha sambil menatap Philip dengan tatapan mata penuh suka cita.


“Minggu depan kita kembali ke London.”


“Ah, aku merindukan kamarku,” kata Samantha.


Philip duduk di kursi yang tersedia di samping ranjang pasien. “Aku sudah mengatakan kepada manajer kita bahwa kita akan menikah, aku juga telah mengumpulkan daftar beberapa vendor yang mungkin cocok untuk menangani wedding ceremony kita nanti,” katanya.


“Kau serius?”


“Apa aku terlihat sedang bermain-main?” Philip menaikkan kedua alisnya.


“M-maksudku....”


Philip meraih dagu Samantha, bibirnya mengulas senyum menggoda. “Apa belum cukup sandiwaramu?”


Mata Samantha terbelalak. “Sandiwara apa?”


Philip beralih duduk di tepi ranjang pasien, ia menyapukan bibirnya di bibir Samantha. Telapak tangannya mengusap lembut perut Samantha yang masih rata. “Dia milikku,” katanya.


Samantha mengerjakan matanya beberapa kali. “S-siapa memberitahumu? Apa Keiko?”


Philip tertawa kecil, ia kembali menyapukan bibirnya di bibir Samantha. “Aku tahu kau tidak semudah itu memberikan tubuhmu kepada pria lain, kau hanya berani kepadaku, aku tahu kau juga memiliki perasaan yang sama kepadaku, kau hanya ragu karena kita terlalu lama bersahabat dan masa laluku bersama Keiko.”


“A-aku tidak memiliki perasaan apa pun kepadamu,” sanggah Samantha.

__ADS_1


Philip meraih telapak tangan Samantha, meletakkannya di atas dadanya. “Aku tahu, jantungmu berdetak kencang setiap kita bersama, sama sepertiku,” katanya.


“A-aku.....”


“Sttt....” Philip meletakkan jari telunjuknya di depan bibir Samantha. “Sekuat apa pun kau menyangkalnya, itu tidak akan berhasil, kau hanya mempersulit hubungan kita. Dengarkan aku, aku mencintaimu, Sam, menikahlah denganku,” ucap Philip lambat-lambat.


“Tidak ada bunga dan cincin?” gumam Samantha.


Philip justru menjentikkan jari telunjuknya di kening Samantha. “Aku akan memberikanmu seribu tangkai mawar nanti setelah kita berada di London, kau juga akan menerima cincin nanti, pilih yang kau suka sebanyak-banyaknya,” kata Philip dengan nada geli.


“Kau tidak romantis,” protes Samantha.


“Aku akan belajar nanti,” kata Philip.


“Kau tidak menanyaiku?”


Samantha mencubit perut Philip yang hanya berisi otot. “Kau memang tidak romantis!” ucapnya dengan nada kesal.


Philip terkekeh, ia meraih telapak tangan Samantha lalu membawanya mendekati bibirnya, menghadiahkan beberapa kecupan manis di sana. “Jadi kau dan Keiko bersekongkol menyembunyikan anak kita?”


“Tidak, b-bukan begitu....” Samantha tergagap, ia tidak tahu bagaimana caranya menjelaskan kepada Philip.


“Untungnya Nino memberitahu kau berada di sini,” kata Philip.


Bibir Samantha tampak memberengut. “Dulu aku bersandiwara mengatakan aku hamil anakmu, sekarang aku benar-benar hamil anakmu,” katanya.


“Tuhan mengabulkan perkataanmu,” ucap Philip sambil menyingkirkan anak rambut di kening Samantha. “Terima kasih, sayangku.”

__ADS_1


Bibir Philip mendarat di bibir Samantha, lembut dan menggoda. Samantha menerima cumbuan bibir Philip dengan senang hati, keduanya saling mencumbu mesra. Tidak ada nafsu hanya ada cinta yang membera di dada mereka.


“Aku mencintaimu, Sam,” ucap Philip saat tautan bibir mereka telah terlepas.


“Dan aku mencintaimu, Philip,” kata Samantha, wajahnya merah merona, bibirnya menyunggingkan senyum penuh kebahagiaan. “Omong-omong benarkan aku boleh memilih cincin sebanyak-banyaknya?”


“Apa jarimu cukup? Dan apa kau ingin membuat suamimu ini bangkrut?” Philip menaikkan sebelah alisnya, tatapannya menggoda Samantha.


Samantha terkekeh. “Kau perhitungan,” katanya.


"Kau seharusnya meminta maaf kepadaku."


"Untuk apa?"


"Kau nyaris memisahkan kami," ucap Philip dengan nada sedikit muram, telapak tangannya meraba perut rata Samantha.


"Aku akan meminta maaf dengan cara yang kau suka nanti," ucap Samantha tanpa malu-malu.


Philip menggeleng. "Tidak, itu berbahaya, aku tidak ingin dia terganggu olehku lagi," katanya.


"J-jadi?"


"Aku ingin kau meminta maaf kepadaku sekarang," ucap Philip dengan seringai menggoda di wajahnya.


"Bagiamana...."


"Panggil aku Hubby lalu cium aku," kata Philip.

__ADS_1


TAP JEMPOL KALIAN DAN JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK KOMENTAR ❤


__ADS_2