Married With Pilot

Married With Pilot
Tak persis sama


__ADS_3

“Ada apa kau membawa biolamu Kei?” tanya Theo setelah meletakkan matcha ice tea kesukaan Keiko, gadis ini beberapa kali datang ke cafenya bersama Olivia sahabatnya.


“Aku ingin main biola di cafemu ini, jam berapa live music di mulai?” tanya Keiko.


Theo melirik jam di pergelangan tangannya “30 menit lagi, apa kau serius?” tanya Theo hampir tidak percaya dengan apa yang ia dengar.


“Tentu saja.” kata Keiko sambil mengaduk matcha di gelasnya, “aku akan promosikan cafemu.”


“Wow!!! aku sepertinya memiliki brand ambasador untuk cafeku sekarang,” kekeh Theo


Mereka berdua tertawa renyah.


“Apa kau baik baik saja Kei?” tanya Theo hati hati.


“Aku baik baik saja Theo," kata Keiko dengan nada santai, dari raut wajahnya ia memang terlihat baik baik saja, satu satunya yang mengganjal pikirannya hanya lah soal reproduksi!!!


“Kau harus segera menjernihkan masalah karena kau seorang publik figur, jangan biarkan publik terlalu lama menerka-nerka,” kata Theo memberikan pandangannya.


Keiko memandang wajah Theo dengan mimik serius, ia tampak sedang berpikir.


“Kau memang sahabat terbaik kakakku Olivia,” kata Keiko. “Baiklah, aku akan menjawab semuanya hari ini,” lanjutnya.


“Kau tidak bertanya pada manajemenmu lebih dulu? Mungkin mereka bisa membantumu mengklarifikasi,” tanya Theo.


“Ini urusan pribadiku Theo bukan urusan mereka.”


“Baiklah, kau harus belajar bersikap dewasa, usiamu 23 tahun sekarang.”


’23 tahun aku seharusnya telah menikah dan memiliki anak seperti kakakku, atau aku membelah diri saja?’ batin Keiko kesal


Jari jemarinya mengetik cepat di sebuah akun media sosialnya.



Theo tersenyum saat ponsel miliknya menyala karena pemberitahuan, ia segera merepost tag foto dari Keiko. Benar saja tidak menunggu lama pengunjung cafe milik Theo segera membeludak, tentu saja siapa pun tahu di London untuk mengundang seorang Yamada Keiko dalam sekali performa mereka membutuhkan dana yang tidak sedikit.


Keiko memainkan 3 buah lagu, Perfect, Senorita dan River Flows in You.


Semua pengunjung cafe tampak menikmati dengan penuh kekaguman permainan biola Yamada Keiko, ia bukan hanya seorang pianis, ia juga seorang violinist yang sangat berbakat. Ia seperti diciptakan sebagai karya seni yang sangat indah, bukan hanya wajah dan bentuk tubuhnya namun bakatnya lebih dari sebuah maha karya Tuhan yang paling sempurna.

__ADS_1


Asisten keiko memegang ponselnya untuk melakukan live streaming di media sosial milik Keiko.


MOSCOW 09.10 pm


River Flows in You...


Alunan music dari sebuah biola yang berasal dari layar ponsel miliknya mengalun indah, pria bermanik mata biru itu sedang menikmati indahnya alunan lagu itu sambil memandangi gadis yang dengan ekspressi tenang menggesekkan biolanya hingga menghasilkan nada nada yang indah, tampak sangat menikmati permainan biolanya, gadis remaja yang dulu pernah menabraknya telah tumbuh dewasa dan begitu memukau.


Gadis itu tampak menghentikan permainan biolanya setelah 3 lagu dan meraih microphone yang ada di atas panggung, menyalakannya dan mulai berbicara.


“Hai semua selamat malam, aku disini untuk bercerita sesuatu,” kata gadis itu sedikit menyeringai dengan gayanya yang menggemaskan, “sebenarnya ini bukanlah sesuatu yang penting, dan tidak ada hubungannya dengan music yang aku mainkan, ku harap kalian tidak bosan” katanya dengan santai.


Ia menghela nafas dan memandang semua yang hadir


“Tentang batalnya pernikahanku dan Philip, itu tidak ada hubungannya dengan orang ketiga mana pun, aku dan Philip memang tidak berjodoh dan kami merasa tidak bisa memaksakan lagi hubungan yang telah terjalin selama ini, kami lebih cook untuk tetap menjadi teman. di dunia ini ada hal hal yang tak bisa di paksakan, itu kata daddyku, hey dad i love you.” Kata gadis itu sambil melambaikan tangan seolah ayahnya sedang melihatnya.


“Hehe.. jadi aku minta kepada teman teman media untuk stop membuat berita yang menerka nerka, tidak perlu lagi mendramatisir berita karena yang terlihat tak persis sama dengan apa yang terjadi. Terima kasih atas waktu kalian semua, sampai jumpa.” Gadis itu mengakhiri klarifikasi masalah yang menimpanya.


LONDON 07 am


“Kei, sebuah maskapai penerbangan nomor satu di Rusia menginginkanmu menjadi brand ambasador dan ingin kau mengisi back sound iklan dengan biolamu,” itu kata Lelya asisten pribadinya, itu bahkan masih sangat pagi dan Keiko baru saja menyelesaikan beberapa putaran larinya.


“Mendadak sekali? Apa karena melihat permainanku tadi malam?”


“Kapan?” tanya Keiko tampak sama sekali tidak terkejut dengan pujian asistennya, menurut Keiko pujian hanya sebuah kata yang justru bisa menghancurkan dirinya.


“Pemiliknya langsung mengundangmu untuk membicarakan kontrak, ia bersedia membayar berapun asal kau mau.”


“Oh ya? Apakah ia kakek tua bangka yang ingin memiliki banyak selir seperti boss majalah Playboy dulu?” tanya Keiko sambil berseloroh.


“Mungkin saja,” Lelya hanya mengangkat kedua bahunya sambil tersenyum simpul.


“Jadi kapan mereka ingin bertemu?”


“Manajemen akan mengatur jadwalmu.”


“Baiklah,” jawab Keiko sambil memasuki mansion dan menghampiri kakeknya yang sedang bersiap untuk sarapan, ia bergelayut manja pada pundak kakeknya.


“Selamat pagi granddad tertampan,” katanya sambil menciumi pria tua itu.

__ADS_1


“Selamat pagi Kei, kau benar benar seperti ibumu,” kata master Edward?


"Tentu saja, tapi tang pasti aku lebih cantik dari pada mommy," jawab Keiko,


“Kau tidak mencium grandmom?” protes Herdiana neneknya.


Keiko beralih dan memeluk neneknya bergelayut manja dan menciumi neneknya.


“Kau, Olivia oneesan, Crystal seperti tiga anak kecil,” kata Kenzo dengan tatapan jijik, kebetulan pria rupawan itu sedang berada di London untuk beberapa kepentingan.


“Kau seperti Derren oniisan, membosankan!” sinis Keiko pada Kenzo adiknya.


“Aku seperti daddyku,” jawab Kenzo dengan gaya yang di mirip kan dengan Naoki ayahnya.


“Sudah sudah, kalian sudah dewasa jangan selalu bertengkar seperti anak kecil, ayo cepat makan sarapan kalian,” kata Herdiana menengahi.


Keiko dan Kenzo, keduanya selalu berseteru untuk hal hal kecil yang tidak perlu seperti kakak beradik pada umumnya, saling merindukan saat berjauhan namun selalu ada bahan oertengkaran saat berdekatan.


Baru saja Keiko melangkahkan kakinya di perusahaan yang menaunginya, sekretaris manajer memanggil Keiko.


“Kei, cepat keruangan miss Laurent ada hal penting yang harus di bahas,” katanya.


“Baiklah,” jawab Keiko sambil mengiringi langkah kaki wanita mungil di depannya.


“Malam ini kau berangkat ke Moscow” katanya Laurent setelah beberapa detik Keiko duduk di sofa.


“Untuk apa?” Keiko mengerutkan kening, seingatnya ia tidak memiliki jadwal apa pun besok di Moscow.


“Semua jadwal pemotretanmu di sini sudah dibereskan, bisa di tunda untuk beberapa hari ke depan, pemilik maskapai yang akan mengontrakmu ingin bertemu kau langsung, kau sendiri yang memutuskan tawarannya.”


“What the hell? Apa apaan? Pria tua itu benar benar menjijikkan...” gerutu Keiko.


“Tenang saja mereka mengirimkan sebuah pesawat pribadi untukmu?”


“What???”


“Demi kenyamananmu,” jawab Laurent.


“Terserahlah,” jawab Keiko malas bercampur geli membayangkan pria tua yang tak tahu diri dan lupa umur yang akan ia temui di Moscow.

__ADS_1


SEJAUH INI MENURUT KALIAN NOVEL INI GIMANA?


JANGAN LUPA YAH TAP JEMPOL KALIAN 😉😉😉


__ADS_2