
TAP JEMPOL KALIAN TERLEBIH DAHULU SEBELUM MEMBACA PLIS!
🌸🌸🌸🌸🌸🌸
Di dalam mobil yang melaju dengan kecepatan sedang Keiko menyeka air matanya. Ia melihat keadaan suaminya yang begitu berantakan rambutnya tampak acak-acakan katanya merasa iba tetapi ego di dalam dirinya tidak bisa menerima itu. Suaminya berkhianat, suaminya tidur dengan wanita lain. Keiko takut menghadapi pengakuan Anthonino, ia takut jika Anthonino mengakui bahwa ia telah tidur dengan wanita yang ada di dalam foto itu.
Sarah dan Lelya yang menyaksikan itu keduanya tidak ada yang berani berkomentar, mereka hampir tidak pernah melihat Keiko begitu sedih. Keiko pernah menangis karena gagalnya pernikahannya dengan Philip tetapi kali ini tangisan Keiko berbeda. Kali ini ia tidak hanya menangisi gengsi dan citranya, kali ini ia benar-benar menangis karena patah hati.
“Apa aku terlalu kejam?” Keiko tiba-tiba bertanya, entah kepada siapa pertanyaan itu ia ajukan.
“Belum terlambat ke jika kau ingin kita kembali menemuinya,” Jawa Lelya mencoba membujuk Keiko. Bukan semata-mata karena perintah dari Naoki ayah Keiko yang menginstruksikan Lelya untuk membujuk anak gadisnya. Tetapi, memang sewajarnya Keiko memberikan kesempatan kepada suaminya untuk memberikan kesempatan kepada Anthonino mengemukakan penjelasan.
“Bagaimana jika ia benar-benar berselingkuh? Bagaimana jika ia ingin berbicara untuk menceraikanku?” karakter Keiko ternyata tak jauh berbeda dengan Olivia kakak iparnya yang penakut menghadapi ketakutannya sendiri.
Lelya hampir saja menggelengkan kepalanya, menurutnya tidak masuk akal jika Anthonino ingin menceraikan Keiko sementara keadaannya sangat berantakan. “Kau tidak akan tahu jika tidak mencobanya untuk berbicara berdua,” kata Lelya.
“Aku tidak siap bercerai darinya aku hanya perlu waktu untuk menenangkan diriku,” ucap Keiko sambil menyandarkan bahunya ke sandaran kursi.
Lelya mengusap dengan lembut lutut Keiko. “Baiklah, tenangkan dirimu terlebih dahulu hingga kau siap untuk berbicara dengan suamimu.”
__ADS_1
****
Nameera berjalan melewati ruang belajar di tempat tinggalnya bersama Justin. Ia menghentikan langkahnya karena samar-samar mendengar suara Justin yang sepertinya sedang berbicara dengan seseorang melalui ponsel, dari nada bicaranya sepertinya kekasihnya itu sedang dilanda kemarahan. Karena pintu tidak tertutup rapat Nameera memutuskan untuk mendengarkan percakapan Justin.
“Bodoh! Kau tidak berguna! Hanya mencuri benih adikku yang sudah di bius saja kau tidak berhasil, benar-benar bodoh!” umpat Justin.
Nameera mengerutkan keningnya mendengar apa yang diucapkan Justin karena ternyata keributan yang di alami oleh Anthonino adalah rencana licik Justin. Nameera sama sekali tidak menyangka jika kakak beradik itu bermusuhan.
Apa sebenarnya yang diinginkan Justin?
“Kau jangan coba-coba keluar dari persembunyianmu atau kau akan habis oleh Anthonino, aku akan mengirimkan sejumlah uang untuk membayar hotel dan keperluanmu. Jangan pernah kau coba-coba keluar dari hotel ingat semua kata-kataku,” kata Justin kemudian hening beberapa saat sepertinya percakapan berakhir.
Nameera meninggalkan tempat itu, ia melangkahkan kakinya menuju ke dapur. Membuat segelas teh lemon yang dan madu kemudian memasuki ruang kerja di mana Justin berada.
“Terima kasih, sayangku,” jawab Justin sambil melirik ke arah tubuh Nameera yang mengenakan gaun tidur yang tampak begitu seksi.
“Apa kau telah mendengar gosip tentang adikmu?” Nameera mencoba memancing pembicaraan mengenai Anthonino.
“Kemarilah,” kata Justin sambil memberikan isyarat kepada Nameera untuk duduk di pangkuannya.
__ADS_1
Nameera dengan patuh duduk di pangkuan Justin, sementara tangan Justin langsung menangkup kedua dua benda kenyal di dada Nameera, m***masnya dengan gerakan lembut yang membuat Nameera sedikit mengerang.
“Ya, tentu saja. Tetapi, aku tidak heran masa lalunya memang seperti itu. Wanita yang bersamanya itu adalah putri mantan pacarnya,” kata Justin sambil sebelah tangannya menyibakkan rambut di pundak Nameera kemudian bibirnya menjelajah kulit lehernya.
Mendengar jawaban Justin, Nameera diam-diam membelalakkan matanya. Anthonino bahkan pernah mengencani wanita yang memiliki seorang putri yang hampir seumur dengannya? Tetapi, mengingat pesona Anthonino yang begitu dahsyat Nameera hanya bisa menelan ludahnya. Memang benar Anthonino memancarkan pesona yang bisa menaklukkan wanita mana saja termasuk dirinya.
“Jadi ibu dan anak di kencan di dengan oleh adikmu? Aku rasa kalian memang luar biasa.” pujian yang terlontar dari bibir Nameera sebenarnya ditujukan kepada Anthonino.
“Aku lebih darinya,” ucap Justin sambil jemarinya menggeser kain tipis yang di kenakan Nameera di antara kedua pahanya, ia mengelus kehangatan Nameera dan tanpa permisi memasukkan dua jemarinya. “Kau sudah sangat siap ya, aku menyukai dirimu yang selalu siap kapan saja seperti ini.”
“Kau terkadang terlalu banyak bicara,” erang Nameera yang sedang tersiksa karena ulah Justin.
Justin menyeringai, ia mengeluarkan jemarinya dan membuka kancing celana jeans yang di kenakannya. Menggeser celana boxernya untuk membebaskan bagian tubuhnya yang menegang untuk di puaskan di tempat yang seharusnya. Ia menarik pakaian dalam Nameera sedikit turun dan tanpa permisi menyatukan tubuh mereka dengan posisi Nameera yang membelakanginya. Menggerakkan pinggulnya hingga meja kayu yang menjadi tempat Nameera bertumpu sedikit goyang.
“Hentikan,” erang Nameera.
Justin yang sedang di bakar gairah sama sekali tidak memedulikan permintaan Nameera ia terus saja menggerakkan pinggulnya untuk memuaskan dirinya.
Nameera kembali meminta Justin untuk berhenti. “Hentikan, teh lemonmu bisa tumpah dan membasahi laptopmu.”
__ADS_1
TAP JEMPOL KALIAN ❤️ DAN JANGAN LUPA JEJAK KOMENTAR ❤️ TERIMA KASIH ❤️
🌸🍒