
“Daddy aku ingin berhenti dari pekerjaanku,” kata Nameera saat baru saja Andrew mendudukkan pantatnya untuk bergabung di meja makan.
Zakia ibunya tentu saja terkejut dengan apa yang di ucapkan putrinya.
“Berhenti saja jika kau ingin,” Andrew menjawab dengan dingin.
“Tapi aku telah menandatangani kontrak untuk dua tahun, aku harus membayar denda jika aku mengundurkan diri.”
“Lalu apa masalahmu? Pekerjaanmu menyangkut nyawa banyak orang jika kau tidak bersungguh-sungguh kau bis membahayakan keselamatan orang banyak,” kata Andrew.
“Masalahnya aku tidak memiliki uang sebanyak itu.”
“Berapa dendanya?”
“$ 1.000.000.” jawab Nameera.
“Berapa lama kau bekerja Nameera?” tanya Andrew sambil menatap Nameera putrinya.
“Enam Tahun.”
“Lalu ke mana saja uang gajimu?”
__ADS_1
“Aku bersenang senang dengan uangku,” jawab Nameera enteng.
Andrew menghela nafas dalam-dalam, mengingat putrinya memang sudah sering melakukan hal-hal yang membuatnya tidak bisa bersabar.
“Lalu setelah keluar dari pekerjaan apa kau memiliki rencana lain?” tanya Andrew lagi.
“Aku akan menerbangkan pesawat pribadi milik keluarga kita.”
“Pesawat itu bukan milik daddy, kepemilikannya jelas sejak dulu, pesawat itu milik Derren dan Jonathan.” jawab Andrew tegas.
Derren dan Jonathan tanpa embel embel kakakmu.
“Mommymu bisa menjelaskan kenapa kau tak memilik hak atas itu,” jawab Andrew dengan nada dingin, “aku tidak keberatan membayarkan $ 1.000.000 asalkan kau memiliki kejelasan apa yang akan kau lakukan setelah mengundurkan diri dari pekerjaanmu.”
“Kalau begitu berikan aku posisi di perusahaan Daddy,” pinta Nameera tanpa berpikir panjang.
“Kau bisa masuk di perusahaan, tapi melalui jalur yang semestinya, sebagai karyawan biasa tidak ada yang cuma-cuma di muka bumi ini Nameera,” jawab Andrew acuh tak acuh, sambil terus menyantap makan malamnya.
Nameera meletakkan sendok dan garpunya dengan kasar lalu bangkit meninggalkan kedua orang tuanya di meja makan.
Zakia mengela nafas sambil memandang suaminya, “kau terlaku keras padanya.” protes Zakia.
__ADS_1
“Kau tidak mendidik dengan benar, lihat Derren dan Jonathan, mereka sukses di usia muda.”
“Kau yang selalu sibuk dengan duniamu sendiri, jangan hanya menyalahkan aku!” jawab Zakia sambil menatap tajam suaminya.
“Kau ibunya,” jawa Andrew dengan nada dingin.
“Ya aku ibunya, tapi kau juga ayahnya, lagi pula perusahaanmu juga seharusnya menjadi milik Nameera nantinya,” Zakia tak mau kalah.
“Tidak masalah jika ia memenuhi kualifikasi,” jawab Andrew dengan nada dingin, “meminta jabatan di perusahaan, sedangkan mengurus dirinya saja tidak becus, mau di buat apa perusahaanku.” Andrew menggerutu lalu meminum air putih dari gelas, kemudian pria itu bangkit menuju ruang kerjanya.
Hanya tinggal Zakia yang terpaku sendirian menghadapi meja makan yang di tinggalkan oleh suami dan putrinya, makan malam keluarga yang seharusnya hangat dan menyenangkan justru berubah menjadi kacau.
Nameera menyeret kembali koper yang ia bawa bahkan koper tersebut belum ia buka sejak ia tiba di rumah itu tanpa berpamitan pada orang tuanya ia meninggalkan tempat itu menuju bandara, lalu duduk di bangku penumpang pesawat menuju London, ia harus bertemu mantan kekasihnya.
Hanya pria itu yang mengerti dirinya, hanya pria itu yang takluk di bawah kendali Nameera, pria itu akan menurut dengan apa pun yang Nameera katakan.
Pria yang menurut Nameera terlalu baik dan penurut, itu membuat Nameera jenuh, bosan dan tidak membuat adrenalin Nameera berpacu cepat karena pria itu datar-datar saja, dia juga tampan, tapi tak setampan Anthonino pria pujaan hatinya.
HALLOOOOWWWW 😚😚😚😚😚😚
MULAI HARI INI AKU UPDATE 2 SAMPAI 3 KALI SEHARI, DOAKAN YA SEMOGA SELALU DAPAT MOOD 😄😄😄
__ADS_1