Married With Pilot

Married With Pilot
7 tangkai mawar


__ADS_3

“Waaaoooowww...!” pekik Keiko matanya tampak berbinar saat melihat Creps dalam bentuk unik dan berukuran besar.


“Sangat besar kau harus membantuku menghabiskannya,” kata Keiko sambil menggigit Crepsnya.


“Kau menyukainya?”


Keiko mengangguk. “Jika Sarah atau Lelya ada di sini mereka pasti memarahiku,” Keiko tertawa kecil sambil terus menggigit Crepsnya.


“Ini sangat enak kau harus mencobanya,” Keiko menyodorkan Crepsnya di dekat bibir Anthonino, dengan patuh Anthonino melahap Creps yang disodorkan oleh Keiko, mereka memakan satu Creps berdua bergantian hingga Creps tersebut habis.


“Apa kau ingin lagi?” tanya Anthonino.


“Aku sangat kenyang, lain kali kau harus mengajakku ke sini, aku ingin mencoba semua yang di jual di sini satu demi satu,” kata Keiko sambil bangkit dan ia perlahan melangkahkan kakinya, Anthonino mengikuti jejaknya.


“Lelya akan membunuhku jika ia tahu aku membawamu kesini untuk makan sebanyak itu,” Anthonino menjawab dengan nada seolah-olah ia ketakutan pada Lelya.


“Jangan sampai mereka tahu,” Keiko membelalakkan matanya.


Anthonino terkekeh.


Keiko menghentikan langkah kakinya lalu berbalik menghadap Anthonino.


“Berjanjilah,” pinta Keiko dengan tatapan memelas seolah ia tidak pernah merasakan makanan enak di dunia ini.


“Berjanji untuk apa?” Anthonino berakting seolah ia tidak mengerti apa-apa.


“Berjanjilah untuk membawaku kesini lagi.”

__ADS_1


“Apa imbalanku jika membawamu ke sini?” goda Anthonino.


“Kau licik sekali,” Keiko mengatupkan bibirnya.


Anthonino tertawa ringan sambil membelai rambut istrinya.


“Aku pasti akan membawamu ke sini lagi.”


Tanpa di duga gadis itu melompat ke dalam pelukan Anthonino, lengannya melingkar di pinggang pria itu.


“Kau tidak boleh mengingkari,” mata Keiko tampak berbinar sambil mendongakkan wajahnya sedikit untuk memandang mata Anthonino, tatapannya penuh harap.


“Iya cintaku, aku berjanji,” Anthonino memeluk pinggang Keiko dengan perasaan bahagia, wajahnya menyunggingkan senyum manis.


Mereka kemudian berjalan menuju tempat di mana mobil mereka berada.


Lima menit kemudian Anthonino datang dengan seikat bunga mawar merah di tangannya, nafasnya sedikit terengah engah.


“Untukmu, sayang,” Anthonino meletakkan seikat mawar merah di pangkuan Keiko.


“Untukku?” tanya Keiko.


“Iya untukmu.”


“Terima kasih,” guma Keiko sambil memegang buket bunga dari tangan Anthonino dan mengamati bunga itu.


7 tangkai mawar merah, tiba tiba pipi Keiko memerah, ia merasa seolah mereka adalah pasangan yang sedang berkencan.

__ADS_1


Di sisi lain China Town London.


“Kau lama sekali,” gerutu Nameera.


“Aku seperti melihat Nino keluar dari toko bunga, aku mengejarnya, tapi aku kehilangan jejaknya,” kata Gustavo kekasih Nameera sambil menarik bangku dan mendudukkan bokongnya.


“Toko bunga?” tanya Nameera.


“Ya, aku tidak begitu yakin, tapi ku rasa aku salah orang, rasanya mustahil pria itu membelikan bunga untuk wanita.”


“Kudengar ia telah menikah?” tanya Nameera hati-hati.


“Mustahil, ia tidak mungkin menikah secepat itu.”


“Kenapa?”


Gustavo mengangkat kedua bahunya, “Sekarang ia menganggur, ia hanya menerbangkan pesawat pribadi milik Airoflow, ku rasa tidak mungkin ia menikah.”


“Begitukah?” tanya Nameera seolah-olah ia menemukan secercah harapan.


“Sebenarnya aku yang ingin segera menikah, kapan kau siap?”


“Omong kosong Gustavo aku belum siap menikah.”


Gustavo mendengus, “kau selalu menolak ajakanku menikah.”


“Aku hanya belum siap,” jawab Nameera acuh.

__ADS_1


TAP JEMPOL KALIAN PLISH 😚😚😚😚😚


__ADS_2