
“Ya. Menikah,” kata Philip. Nadanya begitu meyakinkan.
Samantha menelan ludahnya. Philip yang ia tahu hanya mencintai Keiko bahkan rela berkorban untuk Keiko. Sekarang pria di depannya ini mengatakan ingin menikahinya atas dasar bertanggung jawab karena mengambil kesuciannya. “Philip, kau jangan konyol,” ucap Samantha lirih.
Philip meraih dagu Samantha, menyapukan pandangannya keseluruhan wajah Samantha lalu mengunci tatapannya. “Aku tidak bermain-main,” katanya.
Samantha menghela napasnya pelan. “Philip, aku rasa ini terlalu cepat.”
“Terlalu cepat?” Philip menarik telapak tangannya yang berada di dagu Samantha. “Apa lagi yang kau tunggu?”
“Maksudku kita sebelum menikah, sebaiknya saling mengenal terlebih dahulu,” jawab Samantha dengan suara pelan dan nyaris terbata-bata.
Philip menyipitkan sebelah matanya. “Kau tidak mengenalku? Apa yang tidak kau kenal dariku? Kita bukan satu atau dua bulan mengenal, kita bahkan bersama hampir setiap hari meskipun kita tidak tinggal bersama,” ucapnya dengan nada tidak terima.
Samantha menarik napasnya lalu mengembuskan perlahan. “Hubungan pernikahan dan persahabatan itu berbeda Philip,” katanya.
“Sam, jangan bertele-tele dan perlu kau ingat jangan coba-coba berlari lagi dariku karena aku tidak akan segan mencarimu meski kau bersembunyi di dalam tanah sekalipun,” ucap Philip dengan nada mengancam.
“Philip....” Samantha menjeda ucapannya sebentar. Ia mengamati wajah Philip lalu melanjutkan ucapannya, “Hubungan kita aku tidak tahu atas dasar apa tetapi aku tidak ingin menikah atas dasar hanya karena kau ingin bertanggung jawab kepadaku karena kau mengambil kesucianku, lagi pula saat itu aku menyerahkan bukan dengan terpaksa. Pernikahan itu harus didasari oleh rasa cinta, sedangkan kita? Kita mungkin tidak memilikinya.”
__ADS_1
Philip meraih telapak tangan Samantha. “Sam, aku tidak terbiasa hidup tanpa dirimu, aku tidak bisa jauh darimu, persetan dengan apa itu namanya. Aku tidak tahu tetapi aku ingin kau ada di sampingku, apa itu tidak cukup untukmu?”
Samantha kembali menelan ludahnya, dadanya rasanya terasa terimpit batu. Seperti yang Philip katakan, ia juga tidak tahu perasaannya kepada Philip, yang ia rasakan sekarang hanya sebuah rasa yang menyesakkan dadanya.
“Bagaimana jika beberapa bulan kita mencoba untuk saling mengenal? Maksudku... untuk menumbuhkan rasa cinta. Aku ingin kita memiliki rasa cinta sebelum kita menikah, agar kita tidak menyesal nanti, aku tidak ingin ada perceraian dalam pernikahan kita nanti,” kata Samantha lambat-lambat.
“Berapa bulan yang kau minta?” tanya Philip cepat.
“Entahlah...” gumam Samantha.
Philip membawa tangan Samantha ke atas pangkuannya. “Aku tidak ingin jawaban entahlah, itu adalah jawaban tanpa kepastian. Sam, aku tidak bisa menunggu terlalu lama,” katanya.
“Katakan saja berapa bulan kau ingin?”
“Tiga bulan.”
“Terlalu lama.”
“Hai, kau gila? Kau menanyakan berapa bulan tetapi kau sendiri menolak gagasanku,” protes Samantha dengan nada terdengar sengit.
__ADS_1
“Aku tidak mengatakan akan menyetujui permintaanmu,” kata Philip dengan seringai licik di sudut bibirnya.
“Kau benar-benar licik! Astaga.”
“Satu bulan, aku hanya ingin melakukan pendekatan denganmu satu bulan. Aku yakin kita sudah cukup saling mengenal hanya tinggal meyakinkan perasan kita. Aku tidak ingin berlama-lama karena keyakinan bisa goyah.” Philip menatap Samantha dengan tatapan lurus, nada suaranya terdengar sangat tegas meski diucapkan dengan suara yang tidak nyaring.
“Baiklah, aku setuju satu bulan asal lepaskan ini,” kata Samantha sambil mengangkat pergelangan tangannya yang menyatu dengan pergelangan tangan Philip.
Bibir Philip tersenyum miring. “Jangan mencoba mengajakku bernegosiasi karena aku sama sekali tidak akan melepaskan borgol ini, sayangku,” ucapnya.
Mendengar Philip memanggilnya dengan sebutan sayangku membuat wajah Samantha merah merona. Tetapi, ia tetap mempertahankan sikapnya yang dingin kepada Philip. “Ya Tuhan, jadi kita akan terikat seperti ini selama satu bulan?” tanya Samantha dengan nada putus asa.
“Ya, tentu saja karena kau sangat pembangkang,”
“Bagaimana jika kau pegang identitasku?” Samantha mencoba peruntungannya.
Jangan lupa tap jempol dan tinggalkan jejak komentar kalian.
salam manis.
__ADS_1
🍒🍒🍒🍒