Married With Pilot

Married With Pilot
Kontrasepsi


__ADS_3

TAP JEMPOL SEBELUM MEMBACA PLIS!


Paginya Keiko telah terjaga meski ia masih meringkuk di dalam pelukan Anthonino dengan damai. Seluruh masalah yang membelenggu mereka berdua bagaikan terangkat ke langit kemudian menguap begitu saja bersama udara. Tidak ada lagi beban yang membelenggu benak Keiko begitu juga Anthonino yang merasakan penyakitnya lenyap begitu saja setelah mereka berbaikan.


“Hubby, ayo bangun. Kau harus segera mendapatkan sarapan. Kau tidak boleh telat makan lagi, lambungmu bisa bermasalah lagi,” kata Keiko dengan suara serak. Sebenarnya ia masih enggan menjauh dari pelukan suaminya yang sangat nyaman dan sangat ia rindukan.


“Tapi aku ingin sarapan yang lain,” kata Anthonino dengan suara serak pula. Ia menggesekkan benda yang mengeras di paha istrinya.


“Tidak sampai kau benar-benar sembuh,” jawab Keiko dengan nada galak.


“Cintaku, aku merindukanmu. Sangat merindukanmu,” kata Anthonino sambil mengganti posisinya menjadi di atas tubuh istrinya. Kedua telapak tangannya lurus bertumpu di atas bantal.


“Kau sudah bertemu denganku, merindukan apa lagi?” Keiko menahan dada suaminya menggunakan kedua telapak tangannya.


“Aku merindukan berada di dalammu, itu menyiksaku.”


Keiko menyipitkan matanya. “Kau hanya memikirkan itu?” tanya Keiko sambil memerosotkan tubuhnya kemudian ia menjauhkan tubuhnya dari tubuh suaminya, ia segera turun dari atas ranjang dan secepat kilat masuk ke dalam kamar mandi membersihkan tubuhnya kemudian ia mengenakan pakaian bergaya santai pagi itu.


“Ayo cepat turun dari ranjang atau aku akan menyeretmu?” Keiko berkacak pinggang di dekat ranjang dan berbicara dengan nada galak. “Aku akan menginstruksikan pelayan untuk membuatkan sarapan, sementara itu kau bersihkan dulu tubuhmu dan ganti pakaianmu,” perintahnya.


“Baik Nyonya Petrav yang galak,” Jawab Anthonino dengan nada tak berdaya. Ia frustrasi tidak mendapatkan tubuh istrinya dari kemarin karena Keiko menganggap Anthonino masih sakit.


“Oh iya. Sampai kapan kau menginap di sini? Kau menyuruh sekretarismu mengantarkan pakaian satu koper besar seolah kau ingin pindah ke sini.” Keiko bertanya dengan nada mengejek, bibitnya menyunggingkan senyum geli.


“Tentu saja aku akan pindah ke sini juga kau tidak bersedia kembali ke mansion bersamaku. Atau kita jual saja mansion itu?” Anthonino menaikkan sebelah alisnya.


Keiko hanya mengangkat kedua bahunya kemudian pergi meninggalkan berbalik meninggalkan kamar tanpa menanggapi ucapan Anthonino, ia melangkah menuju dapur.


Baru saja sarapan usai dokter Zacky datang untuk memeriksa keadaan Anthonino. Sementara Anthonino terus saja menggerutu ketika dokter Zacky menginstruksikan agar Anthonino merebahkan tubuhnya.

__ADS_1


“Aku telah sembuh Kau tidak perlu menyuruhku berbaring seperti seorang pasien,” ucap Anthonino.


“Kau terlalu banyak bicara untuk seorang yang sedang sakit,” kata dokter Zacky. Sambil memasang stetoskopnya.


“Sudah kukatakan, aku tidak sakit.”


Zacky tidak menghiraukan ucapan Anthonino, ia dengan serius memeriksa kesehatan sahabatnya.


“Jika kau terus berbicara aku akan menyuntikmu,” kata Zacky dengan kilatan mata mengancam sahabatnya.


“Akan kutendang bokongmu jika kau berani menyuntikmu,” jawab Anthonino. “ Kurasa kau memiliki hutang kepadaku.”


“Berhutang? Aku tidak pernah mengambil gajiku yang tidak seberapa di muka. Hutang apa yang kau bicarakan?”


“Kau terlalu banyak berbicara kepada istriku,” dengus Anthonino.


Keiko yang menyaksikan pertengkaran kedua sahabat itu hanya tersenyum, ia justru teringat Gustavo dan Anthonino juga sering berdebat memperdebatkan hal-hal yang tidak penting. Mungkin memang seperti itu persahabatan antar pria atau itu memang gaya suaminya.


“Jadi apa rencanamu terhadap Feliks?” tanya Zacky, ia yakin Keiko telah berbicara kepada Anthonino perihal ayahnya dokter Edmon.


“Aku harap ia bertahan hingga aku mendapatkan dokter jantung yang tepat untuknya,” kata Anthonino sambil mengubah posisi duduknya karena Zacky telah selesai memeriksanya.


“Aku akan memeriksanya,” kata Zacky menawarkan diri.


“Ide bagus. Kita akan ke sana kak nanti sore... Apa kau memiliki waktu?”


“Baiklah,” jawab Zacky.


Sepertinya jika harus menunggu Derren itu akan memakan waktu terlalu lama, ia juga harus memeriksa rekaman kamera pengintai yang ada di dalam ruang perawatan Feliks agar bisa mengetahui apa sebenarnya yang Innesa coba sembunyikan darinya. Memeriksa rekaman kamera pengintai adalah ah pekerjaan yang layak diberikan kepada Kenzo atau Jonathan. Sepertinya Anthonino lebih nyaman berbicara dengan Kenzo yang terlihat tenang tetapi bersahabat ketimbang berbicara kepada Jonathan yang seperti malaikat penjagal setiap menatap Anthonino. Lagi pula juga ia telah menunjuk Kenzo sebagai kepala bagian IT di perusahaannya dengan identitas anonymous.

__ADS_1


“Kurasa iau sama sekali tidak sakit atau mungkin cinta menyembuhkanmu? Benar-benar bodoh, seharusnya aku tidak perlu kesini. Keadaanmu baik-baik saja kau membuang waktuku saja,” gerutu Zacky sambil memasukkan stetoskop ke dalam tempatnya.


“Istriku mengobatiku lebih baik dari pada obatmu,” jawab Anthonino dengan nada bangga.


“Kei, apa yang kau lakukan kepada suamimu dia benar-benar mengalami keajaiban tidak ada penyakit lagi dalam lambungnya.”


Keiko tersenyum kemudian ia mengangkat kedua bahunya bersamaan. “Sepertinya kau salah diagnosa kemarin dia hanya demam karena cinta,” ucap Keiko dengan nada bercanda.


“Ngomong-ngomong masalah cinta kapan kalian memberikan aku seorang keponakan? Buah cinta kalian. Apa kau masih memerlukan suntikan kontrasepsi?” Zakcy bertanya dengan di sengaja. Ia memang ia merasa bahagia melihat Anthonino dan Keiko kembali terbelit masalah kecil yang menurutnya unik, masalah kecil dalam rumah tangga biasanya membuat hubungan menjadi semakin hangat. Setidaknya itu yang Zacky dengar dari teman-temannya yang pernah berumah tangga.


“Kontrasepsi?” Keiko mengerutkan keningnya dan menatap Zaki dengan tatapan curiga. Sebenarnya ia tidak mengerti apa itu kontrasepsi.


Zacky terkekeh mendapati wajah Anthonino yang begitu tegang. “Lupakan, karena kalian telah menikah beberapa bulan dan belum ada tanda-tanda kalau hamil aku pikir kau menggunakan kontrasepsi,” kata Zacky dengan nada lugu. Sesungguhnya ia sedang memancing kerusuhan secara halus.


“Aku berusaha siang dan malam asal kau tahu,” ucap Anthonino sambil tatapannya begitu tajam menatap Zacky seolah-olah akan menerkam sahabatnya saat itu juga.


“Well... Well... well... Semoga kalian segera diberi keturunan, aku ingin sekali melihat perpaduan antara kalian,” kata Zacky dengan nada benar-benar membuat Anthonino semakin kesal.


“Oh, iya Di mana mantan kekasihmu Kei?” tanya Zacky.


Keiko mengerjapkan matanya dan balik bertanya. “Mantan kekasih?”


TAP JEMPOL KALIAN DAN TINGGALKAN JEJAK KOMENTAR ❤️ TERIMA KASIH ❤️❤️


YOUR GRACE UDAH RILIS YA ❤️❤️❤️


SALAM MANIS


🍒🌸

__ADS_1


__ADS_2