
TAP JEMPOL TERLEBIH DAHULU SEBELUM MEMBACA PLIS!
“Istrimu benar-benar membuat keluarga Petrav malu,” ucap Innesa. Wanita itu meletakkan sebuah tabloid di meja kerja Anthonino, nada bicara dan tatapan matanya penuh dengan amarah yang sama sekali tidak di tutupi.
Anthonino melirik sekilas pada tabloid yang berada di depannya. Tampak foto istrinya bersama Philip dan Samantha berpose dengan apik, tidak ada yang salah. Samantha tampak bergelayut manja di lengan Philip yang berada di antara kedua gadis sementara Keiko berdiri sedikit mengarah ke samping menghadap ke arah Samantha, tatapan mata Keiko datar meski bibirnya mengulas sedikit senyum yang tampak tertahan. Mata Philip menyorot ke arah Keiko seolah penuh kasih. Hanya dengan melihat sekilas Anthonino dapat membaca sorot mata Philip bukan sekedar untuk keperluan di depan kamera, tatapan itu begitu tulus tidak di buat-buat.
“Ma, kau begitu membenci menantumu rupanya.” Tanpa menutupi apa yang ada di benaknya, Anthonino menyuarakan dengan terus terang.
“Seorang dari dunia hiburan tak ubahnya seorang pela*cur Sayang, kau...."
“Ma! Jangan mengatai istriku pela*cur!” suara Anthonino meninggi menyela ucapan Innesa yang mengatai Keiko. Ia tidak habis pikir apa salahnya Keiko terhadap Innesa hingga wanita yang ia panggil Mama memiliki waktu datang ke perusahaan di kala hari masih sangat pagi hanya untuk bergosip, lebih parahnya lagi obyek yang di gosipkan adalah Keiko yang notabene adalah menantunya sendiri.
“Lihat, istrimu bahkan mampu membuatmu membentukku. Istrimu benar-benar sangat luar biasa,” desis Innesa dengan nada dingin. Tatapan matanya seolah menyiratkan kekecewaan yang dalam.
“Ma.” Anthonino menjeda ucapannya sejenak mengatur napasnya, ia memang nyaris kehilangan kontrol dirinya. “Asal mama tahu, aku menikahi istriku dan mendapatkan kesuciannya. Jadi dia bukan ******* seperti yang mama tuduhkan,” katanya.
“Itu bukan jaminan, Sayang,” ucap Innesa. Kali ini nadanya melembut penuh kasih sayang yang tentu saja di buat -buat.
“Ma, lebih baik kenali dulu istrimu sebelum kau mengambil kesimpulan. Ia akan mendampingi aku seumur hidupku yang berarti kita akan menjadi keluarga.
Jika aku masih sudi menganggapmu mama.
“Baiklah, aku akan mencoba mengenali istrimu.” Innesa menatap Anthonino di sertai senyum manis. “Aku akan mengunjungi kalian nanti,” katanya.
Anthonino hanya mengangguk, jujur saja ia telah kehilangan minat kepada Innesa. Ia tidak tertarik lagi kepada wanita yang ia anggap sebagai ibunya sendiri. Tetapi, semua belum terkuak. Masih ada beberapa langkah lagi yang harus ia ambil sebelum ia menghabisi Innesa.
__ADS_1
Suasana berubah menjadi sangat canggung tidak ada mereka bicarakan lebih lanjut hingga Innesa memutuskan untuk berpamitan dan meninggalkan tempat itu.
Beberapa menit setelah Innesa meninggalkan ruangan kerjanya Anthonino juga lakukan hal yang sama sambil tangannya membawa tabloid yang di tinggalkan di atas meja kerjanya oleh Innesa. Ia mengemudikan mobilnya menuju tempat tinggalnya dan langsung menuju kamar di mana istrinya berada.
Keiko yang sedang membaca berita gosip di ponselnya menghentikan aktif apa mengalihkan fokusnya karena melihat suaminya membuka pintu kamar. “Hubby, kau kembali?”
“Keluar dari agensi model itu sekarang juga,” kata Anthonino tiba-tiba dengan nada dingin. Ia tidak bisa lagi menahan api cemburu yang bersemayam di dadanya, ia bahkan tidak mampu lagi berbasa-basi.
Mendengar apa yang di ucapkan suaminya itu Keiko mengerutkan keningnya hingga tampak dalam kemudian ia membela napas berat dan mengembuskannya. Ia telah menduga hal ini akan terjadi begitu tabloid itu terbit. Dan sekarang saat yang ia tunggu datang juga. “Apa ada masalah, hubby?” Tanyanya dengan ekspresi yang ia buat sepolos mungkin.
“Jadi, diam-diam kau melakukan pemotretan bersama Philip?” mereka berdiri berhadap-hadapan terpisahkan oleh ranjang.
“Aku tidak diam-diam, aku profesional dalam bekerja lagi pula kami bertiga yang menjadi cover tabloid itu bukan berdua,” sanggah Keiko membela dirinya.
“Oh astaga. Itu tidak mungkin. Ini bukan masalah uang kompensasi ini adalah masalah keprofesionalanku, aku tidak ingin menghiasi berita dengan judul Yamada Keiko keluar dari agensi karena suaminya cemburu setelah melihat berita di majalah yang sekarang ada di tangannya.” Keiko mengucapkan kalimatnya dengan nada menggoda suami yang sedang cemburu.
“Kei, jangan bercanda aku sedang serius.” Anthonino tampak tidak suka karena istrinya bermain-main dengan ucapannya.
“Oh sayangnya aku lebih serius, aku tidak akan keluar dari agensi model itu karena aku telah menandatangani kontrak untuk tiga bulan. Kontrak itu baru saja berjalan satu bulan.” Keiko mengangkat kedua telapak tangannya menghadap ke atas.
“Kau tidak menjaga perasaanku,” kata Anthonino sambil menggertakkan giginya. Ekspresi wajahnya tampak sangat kesal.
“Aku dan Philip hanya berteman,” jawab Keiko jujur.
“Tidak ada pertemanan yang tulus antara pria dan wanita.”
__ADS_1
Mendengar itu Keiko tertawa mengejek. “Itu menurutmu karena kau terlalu banyak mengencani wanita di masa lalumu sedangkan aku dan Philip berbeda,” ucap Keiko dengan nada kesal. Ia tidak sabar lagi karena suaminya mulai bertingkah seolah-olah ia tidak memiliki masa lalu.
“Semua orang memiliki masa lalu. Kau memiliki masa lalu dengan begitu banyak wanita sedangkan aku hanya memiliki masa lalu bersama Philip dan asal kau tahu aku dan Philip seharusnya tidak menjalin hubungan apa pun selain pertemanan. Aku yang merusaknya karena aku menerima cinta Philip sementara aku tidak mencintainya,” kata Keiko panjang lebar.
Mendengar apa yang diucapkan Keiko Anthonino terdiam tidak mampu menjawab. Perasaannya terasa tertusuk.
Jika kau memang tidak mencintai Philip, apa kau juga tidak pernah mencintai siapa pun termasuk aku?
“Jadi, bisakah kau mengerti? Aku dan Philip hanya berteman. Seperti aku berteman dengan Samantha,” kata Keiko dengan nada serius.
Rahang Anthonino tampak sedikit mengeras, ia menata emosinya. Bukan hanya kecemburuan yang bergolak di dadanya. Kini perasaan sakit karena cintanya bertepuk sebelah tangan juga merasukinya. “Kau tidak mencintai Philip? Bagaimana bisa? Bukankah kalian akan menikah?”
Keiko sekilas menatap telapak tangan suaminya yang sekilas tampak mengeratkan cengkeramannya ke tabloid yang ia genggam. “Bagaimana bisa? Seperti itu pula yang terjadi antara aku dan dirimu kita menikah tanpa cinta bukan?”
Anthonino tersenyum sinis. “Jadi kau hanya menginginkan anak juga dari Philip?” tanyanya lirih.
“Iya, aku hanya menginginkan anak darinya. Itulah sebabnya ia melepaskanku. Ia menggagalkan pernikahan kami karena ia tidak ingin aku menjalani rumah tangga tanpa memiliki cinta kepadanya,” jawab Keiko mengatakan yang sejujurnya.
Rahang Anthonino semakin mengeras ia merasakan frustrasi yang amat dalam karena istrinya tidak mencintainya, sejauh ini ternyata ia tidak mampu menumbuhkan rasa cinta Keiko. Entah harus bagaimana untuk mendapatkan cinta istrinya sendiri. Dengan kasar ia membanting tabloid yang berada di tangannya ke atas ranjang. “Aku akan kembali ke perusahaan, terserah kau saja jika kau ingin melanjutkan kariermu,” ucap Anthonino.
TAP JEMPOL KALIAN ❤️❤️❤️❤️❤️❤️ DAN JANGAN LUPA JEJAK KOMENTAR ❤️ TERIMA KASIH ❤️❤️❤️
BTW YANG BACA GRACE UDAH UPDATE CHAPTER DI NEGERI OREN BETSIMBOL W
DI SANA JUDULNYA DEVIL IN MY BED DAN UPDATENYA LEBIH CEPAT KETIMBANG DI SINI 😆😆😆
__ADS_1