Married With Pilot

Married With Pilot
Saingan cinta Anthonino


__ADS_3

“Baiklah.” Anthonino mengelus pucuk kepala istrinya kemudian ia berpesan kepada Athiya dan Denis. “Kalian berdua tolong jaga istriku sebentar, jangan tinggalkan istriku walaupun hanya satu menit. Ingat pesanku.” Anthonino memberikan ultimatum menyuruh kedua orang yang berada di dekat istrinya seolah-olah ia adalah bos.


*Kemudian pria tampan itu mengikuti Phillips yang tak kalah tampan darinya, sesampainya di depan rest* room Phillip menghentikan langkahnya, ia mengamati keadaan sekitar dengan matanya yang tajam bagai elang. Pria dengan postur tubuh tampan tinggi, kekar dan berwajah tampan itu mengalihkan pandangannya untuk mengamati wajah Anthonino. Tatapan matanya tampak dingin.


“Kau harus berhati-hati terhadap Nameera,” ucap Philip tanpa berbasa-basi.


“Nameera?” tentu saja Anthonino sangat terkejut Phillip membicarakan Nameera, Anthonino merasa lehernya sedikit terdekat. “Ada apa dengannya?” Anthonino menyembunyikan sedikit kegugupannya dengan sikap setenang mungkin.


“Saat pesta pernikahan kalian tadi Nameera mengajakku berbicara. Ia mengajakku bekerja sama.”


“Kerja sama?” Anthonino mengerutkan keningnya.


Phillip menyedekapkan kedua lengan di dadanya, pundaknya disandarkan ke dinding dengan gerakan yang sangat maskulin. Tatapannya lurus menatap Anthonino, “Nameera menyuruhku untuk merebut Keiko darimu.”


Hening sejenak, Anthonino membalas tatapan mata coklat Philip dengan tatapan sombong yang nyata, ia seolah mengejek mantan kekasih istrinya itu bukanlah lawannya, bukan tandingannya tidak pantas menjadi saingan cintanya.


“Apa menurutmu istriku akan tergoda olehmu?” Ia menaikkan sebelah alisnya dengan gerakan malas.


“Apa kau ingin aku mencobanya?” Philip balik bertanya dengan sikap sombong pula.


“Jangan coba-coba bermain denganku,” ucap Anthonino dengan nada sinis.

__ADS_1


“Aku serius.” Philip menjeda ucapannya sejenak untuk mengambil napasnya. “Jika kau mencoba bermain-main dengan Keiko akulah yang akan aku akan menuruti apa kata Nameera dengan senang hati. Di sini aku berbicara sebagai bagai pria sejati yang mengikhlaskan mantan kekasihnya untuk dimiliki orang lain dengan sebuah jaminan Keiko tidak boleh kau sakiti, bahkan jika kau membuat sehelai rambutnya tercabut dengan paksa aku tidak akan membuatmu menyesal.”


Anthonino menatap Philip dengan rahang yang terkatup rapat, ia merasakan sedikit gejolak kecemburuan karena pria di depannya masih menginginkan Keiko yang telah resmi menjadi istrinya.


“Kuperingatkan sekali lagi kepadamu jangan pernah memperlakukan Keiko dengan buruk atau aku sendiri yang akan mengambilnya darimu,” ucap Philip sambil menurunkan lengannya dan memindah telapak tangannya ke dalam saku celananya dengan gerakan yang sangat memukau.


Sialan, pria ini terlalu tampan.


“Bagaimana aku memperlakukan istriku sama sekali bukan urusanmu,” ucap Anthonino dengan nada sinis.


“Urusanku, karena meski aku mengikhlaskan Keiko untukmu, bukan berarti aku tidak lagi mencintainya.” Philip menanggapi ucapan sinis Anthonino dengan nada yang terdengar provokatif.


"Apa kau pernah bertanya kebenarannya pada Keiko?"


Jantung Anthonino berdesir, ia tidak pernah menanyakan kepada Keiko bagaimana pernikahannya dengan Phillip gagal.


Sialan, pria ini ternyata bukan pria sembarangan.


"Kau bisa melihat hubunganku dengan ayah mertuamu, kami baik-baik saja. Itu menandakan tidak ada yang salah dariku," ucap Philip dengan nada penuh kemenangan yang nyata.


“Sebenarnya apa yang Nameera katakan kepadamu?”

__ADS_1


“Nameera menginginkanmu, intinya hanya itu. Jadi kusarankan kepadamu jangan bermain di antara dua wanita apalagi mereka bersaudara,” jawab Philip.


What the hell are going on?


“Jangan bercanda. Aku dan Nameera tidak pernah ada hubungan apa pun,” ucap Anthonino mengatakan hal yang sebenarnya. Ia dan Nameera tidak memiliki hubungan apa pun. Hanya sebatas teman ranjang karena Nameera sendiri yang melemparkan dirinya ke atas ranjang. Jika boleh jujur Anthonino sangat menyesalinya, menyesali perbuatannya sendiri karena hidup bebas yang di anutnya membawa masalah di kemudian hari seperti ini.


“Sepeti apa sebenarnya hubungan kalian itu bukan urusanku, Aku juga tidak mau tahu. Yang ingin aku peringatkan kepadamu adalah jangan mencoba-coba kau sedikit saja menyakiti Keiko,” ucap Philip dengan nada sinis.


“Kau jangan coba-coba mengguruiku apalagi mencampuri urusan rumah tanggaku.” Anthonino tampak terprovokasi, ia mengeretakan giginya.


Sudut bibir Philip terangkat, tersenyum penuh kemenangan karena provokasinya berhasil memancing amarah lawan bicaranya. “Semoga rumah tanggamu beruntung. Ingat jika kau tidak bisa mempertahankan rumah tanggamu Keiko bisa menjadi milikku dan kupastikan dia tidak akan pernah kembali kepadamu.” Philip menjauhkan bahunya dari dinding yang ia sandari, ia menegakkan tubuhnya kemudian pria tampan itu melangkah pergi meninggalkan Anthonino yang terpaku sendirian mencerna kata-kata Philip.


Ada pria lain yang mencintai istriku dan terlihat sangat tulus.


Ketakutan akan kehilangan Keiko tiba-tiba menggerayangi perasaannya, apa lagi selama ini istrinya belum pernah mengatakan mencintainya.


TAP JEMPOL KALIAN ❤️ DAN JANGAN LUPA JEJAK KOMENTAR ❤️ TERIMA KASIH


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


JANGAN LUPA RAMAIKAN JUGA KARYAKU YANG BERJUDUL LAURA ❤️❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2