
Anthonino memasuki ruang di mana jamuan ulang tahun Athiya berlangsung, tempat itu adalah sebuah restoran yang tergolong mewah dan telah di sewa untuk merayakan ulang tahun. Tentu saja ia bersama Keiko, karena tidak membawa Lelya maupun Sarah, Anthonino terus menggenggam telapak tangan Keiko tanpa sedetik pun niat melepaskannya.
Lelya telah berpesan pada Anthonino untuk tidak meninggalkan Keiko walaupun sebentar, Lelya mengatakan Keiko tidak suka sendirian di tempat asing.
Setelah menyapa Athiya dan memberikan kado yang telah di beli untuk Athiya, Keiko mengajak Anthonino duduk di kursi yang tidak begitu banyak orang berlalu lalang. Keiko tidak terlalu menyukai pesta, baginya pesta seperti itu adalah hal yang membosankan, meski ia telah hidup di dunia hiburan sepanjang hidupnya ia berbeda, ia justru merasa kesepian setiap berada di tengah pesta.
Di banding harus berdansa bagi Keiko ia lebih memilih duduk menyendiri untuk melihat orang-orang yang begitu bahagia dengan adanya pesta.
“Cintaku apa kau bosan?” Anthonino bertanya.
“Aku tidak terlalu menyukai pesta,” jawab Keiko.
“Kenapa?”
“Entahlah,” kata Keiko seraya mengangkat kedua bahunya bersamaan.
“Konon gadis yang gemar menyendiri di pesta biasanya pandai memasang perangkap untuk lawan jenis,” kata Anthonino dengan nada bercanda.
“Apa aku terlihat sedang memasang perangkap?” Keiko bertanya sambil bibirnya menyunggingkan senyuman.
“Ya, kurasa seseorang telah terperangkap,” jawab Anthonino.
“Kau tidak memiliki bukti dari tuduhanmu itu,” Keiko mengubah wajahnya menjadi cemberut.
“Buktinya aku telah terperangkap,” ucap Anthonino sambil menatap Keiko dengan tatapan nakal.
“Kau terlalu bermulut manis,” Keiko mencubit lembut paha suaminya sambil tersipu malu.
“Kurasa bibirmu lebih manis,” goda Anthonino.
__ADS_1
Keiko kembali mencubit paha suaminya dengan lembut untuk menutupi kegugupannya, wajahnya terasa panas, ia yakin wajahnya telah berubah merah merona.
Tidak berapa lama Dannis datang bersama Athiya untuk bergabung bersama Keiko dan Anthonino, mereka mengobrol dengan santai sambil meminum wine mereka.
“Kami akan melanjutkan pesta pergi ke club, kami harap kalian bisa ikut,” kata Dannis penuh harap.
Anthonino melirik istrinya, Keiko tampaknya tidak tertarik, Anthonino tidak melihat cahaya ketertarikan di mata Keiko.
“Sepertinya kami tidak bisa,” kata Anthonino sambil tangannya meraih jemari Keiko dan menggenggam telapak tangan gadis itu, meletakkan kedua telapak tangan mereka di atas pahanya.
“Oh sayang sekali,” kata Dannis.
“Maafkan kami Athiya, besok pagi aku ada pekerjaan,” Keiko segera mencari alasan agar suaminya tidak kesulitan mengemukakan alasan, kompak sekali bukan?
“Kuharap lain kali kita bisa pergi berdua untuk sekedar minum kopi,” ucap Athiya pada Keiko.
“Tentu saja Athiya, hubungi saja aku nanti jika kau ada waktu,” jawab Keiko terdengar sangat tertarik untuk pergi bersama Athiya.
Pria yang di panggil terlihat melangkah menghampiri keempat orang tersebut.
“Ku pikir kalian tidak datang,” kata Dannis menyapa kedua orang yang datang.
Keiko terkejut melihat siapa yang datang, pria yang dipanggil oleh Dannis itu ternyata datang bersama Nameera.
Bukan hanya Keiko yang terkejut, Anthonino pun merasakan hal yang sama, namun ia bersikap biasa saja, bahkan kedua orang tersebut mengatur ketenangan masing-masing.
“Gadisku sedang tidak enak badan, maafkah kami terlambat,” Gustavo mengemukakan alasan mengapa ia datang begitu terlambat.
“Athiya selamat ulang tahun,” kata Nameera sambil mencium pipi Athiya kanan dan kiri.
__ADS_1
“Terima kasih Nameera,” kata Athiya sopan. “Oh iya perkenalkan ini Keiko, kalian pasti mengenalnya bukan?” Athiya bermaksud mengenalkan Keiko pada Nameera.
Nameera tersenyum simpul, ekor matanya melirik Anthonino yang menggenggam erat jemari Keiko tanpa berniat melepaskan sama sekali, begitu juga Keiko yang tampak nyaman dengan perlakuan Anthonino.
“Tentu saja kami saling mengenal karena kami berkeluarga,” jawab Nameera sambil menyringai penuh tekanan kemenangan, tentu saja ditujukan pada Anthonino.
Namun sepertinya kata-kata Nameera sama sekali tidak mempengaruhi pria dengan manik mata berwarna biru tersebut, pria itu dengan tenang justru mengecup punggung tangan Keiko yang membuat wajah Keiko sukses menjadi merah merona.
“Oh aku tidak menyangka dunia begitu sempit,” kekeh Athiya.
“Kei aku tidak menyangka kau berada disini,” Nameera menghampiri Keiko.
Keiko melepaskan genggaman tangan suaminya kemudian berdiri dan membalas pelukan Nameera.
“Ya, aku juga tidak menyangka kita bertemu di London,” ucap Keiko di sertai sedikit tawa hangat.
“Kei bisakah aku bicara berdua denganmu sebentar?” bisik Nameera di telinga Keiko.
Tanpa pikir panjang Keiko mengangguk setuju.
“Aku akan berbicara bersama Nameera sebentar,” Keiko memberitahu Anthonino dengan suara pelan.
“Baik, aku akan menunggumu,” jawab Anthonino di sertai anggukan.
Photo from Instagram
SELAMAT PAGI SEMUA 😚😚😚
__ADS_1
TAP JEMPOLNYA DONG PLISH 🙄🙄🙄