
Keiko berjalan di atas cat walk dengan anggun, ekspresinya datar seperti halnya model lain, sepanjang kariernya menjadi seorang model Keiko tidak seorang pun tahu, bahkan Lelya sekalipun bahwa sebenarnya ia tidak pernah bisa melihat satu pun wajah orang yang berada di kursi penonton, pandangannya selalu seperti tertutup kabut, meski demikian ia tak peduli, yang ia pedulikan hanya penampilannya harus sempurna. Namun kali ini justru berbeda, kabut yang menutupi pandangannya memang masih memyelimuti pandangannya, namun ia dengan jelas mampu melihat sesosok pria yang begitu memukau, bersinar terang duduk di bawah panggung, berada pada baris ketiga penonton sedang menatap performanya dengan mata birunya, tiba-tiba Keiko merasa seolah ia memiliki tujuan, ia ingin melangkah ke sana, melompat ke dalam dekapan pria itu.
Ya, untuk pertama kalinya Keiko bisa melihat dengan jelas seseorang di bawah panggung, wajah suaminya yang dengan tatapan mata birunya mengarah padanya, memandangi penuh kekaguman dengan senyum tipis di bibirnya.
Bertahun tahun ia melangkah di catwalk akhirnya ia dapat menyingkirkan kabut itu.
Sedikit senyum mengembang di sudut bibir Keiko, matanya awalnya yang tanpa ekspresi kini tampak berbinar, Keiko sekuat tenaga mengontrol emosi bahagianya, ia terus berusaha berjalan dengan anggun, berhenti tepat di depan panggung untuk berpose dan membiarkan para fotografer mengambil foto dirinya lalu berbalik untuk berjalan ke arah belakang.
Setelah seluruh pertunjukan selesai Keiko buru-buru menghampiri Lelya dan meminta ponselnya, benar saja ada panggilan satu tak terjawab dari Anthonino.
Keiko tersenyum manis, wajahnya berseri-seri dan memanggil suaminya.
“Hubby, kau di mana?” tanya Keiko setengah berbisik.
“Aku menunggumu di mobil, apa kau ingin aku ke sana menjemputmu?” tanya Anthonino lembut.
“Biar aku saja yang akan ke sana, kau tunggu saja di di mobil.”
“Baik, bodyguard akan menunggumu di depan pintu keluar, aku menunggumu kawaii wifei.”
Bibir Keiko masih mengembangkan senyum manis seraya mematikan panggilannya, ia lalu memberi tahu Lelya bahwa ia akan keluar.
Lelya menginstruksikan Sarah untuk menyiapkan barang-barang Keiko yang akan di bawa kembali ke tempat tinggal mereka di New York, sementara Arima mengantarkan Keiko menuju dimana pintu keluar.
Di depan pintu keluar bodyguard telah menunggunya dan langsung membuat formasi barisan untuk menjaga Keiko, untuk pertama kali dalam hidunya, Keiko benar-benar tampak seperti wanita gengster sekarang! Suaminya bertindak berlebihan, Keiko sedikit tidak nyaman meski dalam hatinya tak di pungkiri ia merasa bahagia di perlakukan bak seorang putri.
__ADS_1
“Istriku sangat luar biasa di atas panggung,” kata Anthonino sambil menciumi pipi Keiko.
“Kau membuatku gugup, oh gosh! aku takut sekali terjatuh tadi,” keluh Keiko.
“Aku pasti akan menangkapmu jika kau terjatuh sayang.”
Anthonino mengangkat tubuh ringan istrinya dan mendudukkan di pangkuannya, Limousne yang mereka tumpangi mulai bergerak perlahan meninggalkan area parkir gedung.
“Omong kosong kau duduk di barisan nomer tiga kau sangat jauh,” protes Keiko dengan di sertai tawa ringan.
“Aku memiliki kekuatan super, untuk menangkapmu meskipun kau jauh.”
“kau benar benar bermulut manis,” Keiko terkekeh kembali,.“hubby, malam ini aku harus menghadiri pesta,” lanjut Keiko.
“Kau tidak mengajakku?” tanya Anthonino sambil membelai pipi Keiko.
“Aku ikut bersamamu atau kau tidak ku izinkan pergi?” Anthonino mulai mengeluarkannsikap diktatornya.
“Hubby, ayolah, jangan konyol.” wajah Keiko tampak mulai cemberut.
“Aku suamimu sayang, aku berhak melarangmu,” kata Anthonino dengan nada lembut.
“Kau hanya suami rahasia,” guman Keiko.
"Apa kau ingin mempublikasikan hubungan kita?"
__ADS_1
Keiko menggeleng.
“Aku kan menjaga jarak darimu di pesta nanti cintaku.” Anthonino meyakinkan Keiko.
“Terserah kau saja.” Keiko sedikit mendengus kesal karena merasa suaminya ini memang diktator dan pemaksa.
Lagi pula ini pesta khusus untuk para model yang telah tampil saja, dan Anthonino juga mustahil memiliki undangan karena ia bukan salah satu model maupun pihak yang terkait dengan acara.
Namun Keiko yakin pria ini pasti memiliki seribu cara untuk membuntuti dirinya, dengan uang dan kekuasaan tentunya.
Benar saja ketika Keiko memasuki ruangan pesta tersebut ia mendapati seorang pria bermanik mata biru yang tentunya ia kenal sedang berdiri memegang telapak tangan wanita setengah baya, wanita itu adalah keturunan kesembilan dari pemilik Brand fashion kenamaan dunia yang mengontraknya sebagai salah satu model untuk pertunjukkan sepanjang tahun ini!!!
Melihat keiko melangkah dengan tenang Anthonino juga bersikap acuh, namun tidak di duga justru wanita setengah baya itu memanggil Keiko.
“Miss Yamada, kemarilah,” panggilnya pada Keiko dengan ramah dan anggun.
“Selamat malam madam Terry,” sapa Keiko dengan sopan.
“Selamat malam, ms Yamada kenalkan dia adalah mitra bisnisku, ia sedang mencari calon istri, ku pikir kalian bisa mengobrol terlebih dahulu."
‘what?’ batin Keiko.
“Mr. Petrav kenalkan Miss Yamada ini salah satu model terbaik dari brand kami." wanita itu mengenalkan Keiko pada Anthonino.
SELAMAT HARI SABTU TEMAN TEMAN YANG MASIH JOMBLO SILAHKAN BERDOA SEMOGA NANTI MALAM HUJAN 😚😚😚😂😂😂😄😄😄
__ADS_1
YANG LEBIH PENTING LAGI SILAHKAN TAP JEMPOL KALIAN 💖💖💖💖💖