Married With Pilot

Married With Pilot
Isabel 1


__ADS_3

Keiko meringkuk didada Anthonino, mereka baru saja menyelesaikan babak kedua di atas ranjang.


“Pernikahan kita akan tiba dua minggu lagi. Kapan kita akan kembali ke Tokyo?” tanya Keiko sambil menghirup aroma maskulin di tubuh suaminya.


“Kita akan kembali ke Tokyo tiga hari sebelum pernikahan kita. Di sini ada beberapa pekerjaan yang harus aku selesaikan apa kau mau menunggu?” Anthonino mengecup rambut di kelapa istrinya.


“Keiko mengangguk.”


“Terima kasih sayangku. Bagaimana jika kita berfoto foto di sini juga? Kita sepertinya harus memiliki banyak dokumentasi,” ujar Anthonino. Ia ingin memiliki banyak foto yang bisa ia pajang di dinding ruangan mansionnya yang dingin tanpa kehidupan. Ia ingin menghidupkan mansionnya dengan sentuhan cintanya bersama Keiko.


“Ide yang sangat bagus.” Nada suara Keiko terdengar bersemangat. “Bagaimana jika berfoto di sini kita mengenakan Cheongsam?” Keiko memberikan usul. “karena foto di undangan pernikahan kita telah memakai kimono bagaimana jika kita bikin menambah dokumentasi kita dengan memakai Cheongsam untuk menghargai mendiang ibumu?”


“Kau sangat brilian cintaku,” kata Anthonino sambil kembali mengecup rambut di kepala Keiko. “Aku akan menghubungi desainer dan fotografer terbaik di sini untuk menyiapkan semua.”


“Hmm...” gumam Keiko, ia merasa lelah dan mengantuk setelah suaminya memakannya dengan berbagai posisi.


“Oh iya cintaku, ngomong-ngomong mengapa kau mengubah gaun yang diberikan Mama kepadamu?”

__ADS_1


Oh rupanya pembahasan tentang mamanya itu belum selesai.


Kantuk Keiko menghilang seketika, emosinya tiba-tiba naik. Dalam hidupnya ia tidak pernah sekesal ini. Ia ingin sekali mencabik-cabik wajah ibu mertuanya itu.


Keiko perlahan menyibak selimut yang menutupi tubuh mereka yang polos tapa busana, ia bangkit dari ranjang. Melangkahkan kakinya memasuk walk in closet mengambil sepotong pakaian kemudian menuju meja di mana tasnya ia letakkan. Keiko mengambil ponselnya di dalam tas kemudian Keiko mendekati ranjang dan duduk di sisi ranjang tersebut. Jemari Keiko mulai menyentuh layar ponselnya dan Keiko menunjukkan foto gaun mini yang kekurangan bahan kepada suaminya.


“Kuharap kau bisa menilai sendiri, apakah pantas aku mengantarkan gaun seperti itu dalam pertemuan keluarga?” untunglah Sarah dan Lelya sangat teliti dalam hal sekecil apa pun. Mereka bahkan mengambil beberapa foto gaun kekurangan bahan sebelum di sulap menjadi sebuah Cheongsam yang indah.


Keiko tidak kesulitan menjelaskan salah paham atau apa namanya masalah yang sedang membelit mereka.


Anthonino menelan ludahnya, “gaun ini?”


Anthonino benar-benar tidak menyangka Innesa yang ia tahu memiliki selera fashion yang tinggi dan selalu berpenampilan modis itu memberikan gaun seperti itu kepada Keiko. Gaun yang lebih pantas di kenakan pergi ke club malam. Lebih tepatnya jika memakai gaun seperti itu istrinya akan terlihat seperti *******.


“Maafkan aku meragukanmu,” ucap Anthonino.


“Tidak apa-apa, aku mengerti kemarahan Mama. Beliau merasa aku tidak menghargai pemberiannya.”

__ADS_1


“Kemarilah.” Anthonino menepuk bantal di sampingnya.


Keiko dengan patuh naik ke atas ranjang membiarkan Anthonino meluapkan penyesalannya dengan memeluknya. Mereka kemudian mengistirahatkan tubuh dan mata mereka.


Anthonino sebenarnya masih terjaga. Pikirannya melayang jauh mengingat kenangan pahitnya bersama Isabel.


Isabel.


Isabella adalah cinta pertama Anthonino. Saat itu Anthonino baru saja mengalami kepahitan dalam hidupnya, mengetahui siapa ibu kandungnya. Anthonino baru saja memasuki Academy Aviator of America. Isabel adalah istri seorang dekan di akademi pilot tersebut. Dilihat dari usianya Isabel, sepertinya ia menikah di usia muda dan terpaut jauh dengan usia suaminya karena usia suaminya di ketahui telah memasuki usia lima puluh lima tahun saat itu. Sedangkan Isabel baru saja masuk baru saja berusia tiga puluh tahun.


Menurut apa yang di tuturkan Isabel mereka telah menikah selama 15 tahun, ia bahkan tidak menamatkan sekolahnya karena ia hamil dan di nikahi oleh suaminya. Mereka telah memiliki Putri berusia lima belas tahun yang bernama Lidya.


Anthonino dan Isabel bisa dibilang menjalin hubungan gelap. Anthonino jatuh cinta pada pandangan pertama saat melihat Isabel, wanita itu kebetulan sedang menjemput suaminya pulang bekerja. Mereka berbincang beberapa menit dan beberapa hari kemudian Isabel datang kembali ke kampus untuk menemui Anthonino. Mereka mulai bertukar nomor ponsel dan entah bagaimana hubungan mereka terjalin di luar kendali hingga mereka berakhir di atas ranjang.


Anthonino dan Isabel bisa dibilang menjalin hubungan gelap. Anthonino jatuh cinta pada pandangan pertama saat melihat Isabel, wanita itu kebetulan sedang menjemput suaminya pulang bekerja. Mereka berbincang beberapa menit dan beberapa hari kemudian Isabel datang kembali ke kampus untuk menemui Anthonino. mereka mulai bertukar nomor ponsel dan entah bagaimana hubungan mereka terjalin di luar kendali hingga mereka berakhir di atas ranjang.


Hari berlalu begitu cepat, hubungan gelap Isabel dan Anthonino berjalan hingga delapan bulan. Tetapi, saat itu ada berita yang sangat mengejutkan. Suami Isabel tewas terbunuh di tempat tinggal mereka dan Isabel adalah orang pertama yang menemukan mayat suaminya. Parahnya lagi semua tuduhan mengarah ke Isabel.

__ADS_1


TAP JEMPOL KALIAN ❤️ JAGAN LUPA JEJAK KOMENTAR ❤️ TERIMA KASIH


JANGAN LUPA RAMAIKAN JUGA NOVELKU YANG BERJUDUL LAURA ❤️


__ADS_2