Married With Pilot

Married With Pilot
Hadiah dari Daddy


__ADS_3

Paginya Anthonino kembali duduk di depan Naoki ayah mertuanya, pria yang merupakan itu datang ke hotel tempat ia menginap karena ingin berbicara dengan putrinya.


“Jadi kau tidak ingin kembali ke rumah?” Naoki mengangkat sebelah alisnya sambil menatap kepada putrinya yang duduk di samping Anthonino dengan tatapan menggoda namun penuh kasih sayang.


“Daddy, sungguh aku tidak berani bertemu Mommy, is sangat mengerikan,” Keiko mengeluh kepada ayahnya.


“Tidak masalah, Mommymu baik-baik saja. Tetapi, karena kau telah memiliki suami, sekarang kau memang lebih baik tinggal bersama suamimu,” ucap Naoki dengan nada lembut seperti biasanya.


Keiko hanya tertunduk, tentu saja ia malu, saat ini ia juga masih sedikit ketakutan meski ayahnya berulang kali mengatakan semuanya baik-baik saja, ibunya tidak akan memarahinya, tetapi tetap saja Keiko merasa bersalah karena telah mengambil keputusan mendadak, ia menikah diam-diam, membohongi keluarganya.


Salah mengerti ketakutan putrinya Naoki berkata, “Kenapa kau begitu takut tuan putri? Apa kau pikir Daddymu ini begitu pemarah?” Naoki justru menggoda putrinya.


Wajah Keiko tampak bersemu merah karena kalimat ayahnya.


“Jadi begini,” Naoki memulai pembicaraan, “kedatanganku kesini Nino, kalian adalah pengantin baru, tentu saja kalian hanya ingin berdua. Kau pasti akan canggung jika harus tinggal di tempat tinggal kami, lagi pula rumah kami juga tidak sebesar mansion di Moscow.”


Naoki mengeluarkan sebuah kunci dan map tebal berwarna hitam.

__ADS_1


“Pent House ini juga tidak terlalu mewah. Tetapi, aku rasa kalian membutuhkannya selama berada di Tokyo, kalian akan jenuh jika tinggal di dalam kamar hotel, jadi tinggallah di sana anggap saja ini kado pernikahan dariku untuk kalian,” ucap Naoki dengan nada penuh kasih sayang.


“Terima kasih. Daddy,” kata Anthonino, demi Tuhan Anthonino bukan berbasa-basi berterima kasih bagi Anthonino mungkin pent house seperti itu ia bisa membeli bersama dengan seluruh gedungnya, tetapi ini adalah kado pertama yang pernah ia terima, ayahnya tidak pernah peduli dengannya, tidak pernah memberinya kado bahkan di hari ulang tahun Anthonino. Tentu saja ia sangat terharu bahkan ia merasakan kelopak matanya terasa panas, konyol sekali apakah ia harus menangis karena bahagia sekarang?


“Daddy, terima kasih,” kata Keiko, “dan kapan aku bisa menemui Mommy?” suara kau begitu rendah.


“Kenapa bertanya seperti itu? Kalian bisa menemuinya kapan saja.”


“Bukankah Mommy sangat marah padaku?” Keiko mengerutkan keningnya.


“Jangan di pikirkan, tetapi jika kalian ingin meredakan amarah kalian itu ada satu cara,” Naoki sedikit tersenyum geli mengingat istrinya.


“Hubby, apa kau yakin?" Keiko membelalakkan kedua matanya.


“Sangat yakin, percayalah padaku.” Anthonino meyakinkan Keiko nada suara yang begitu meyakinkan bahkan sudut bibirnya menyunggingkan senyum tipis, tentu saja Anthonino adalah pria yang berpengalaman dan dia juga pria dewasa, dia mengerti apa yang wanita inginkan hanya dengan sekali saja melihat ibu figur ibu mertuanya yang jelas terlihat wanita itu menyukai benda-benda dengan kualitas terbaik.


Naoki tersenyum lebar dan meluruskan punggungnya. “Nah karena masalah ini sudah selesai maka aku akan kembali ke perusahaan, kalian diskusikan masalah pernikahan, kalian urus semua dokumennya dan tentukan tanggalnya,” kata Naoki.

__ADS_1


“Kami mengerti Daddy.” Ucap Keiko dan Anthonino berbarengan seperti anak yang patuh kepada orang tua mereka.


Setelah Naoki meninggalkan tempat itu, Anthonino berinisiatif memanggil ibunya yang berada di Moscow untuk memberitahukan kepada ibunya bahwa ia telah menemukan belahan hati dan akan segera menikah di Tokyo.


“Bawa calon istrimu ke sini nak,” suara Innesa yang lembut terdengar melalui ponsel yang menempel di telinga Anthonino.


“Tentu saja Mama, aku akan membawa istriku ke Moscow untuk meminta restu kepadamu Dan kepada Feliks sebelum kami menikah di Gereja,” kata Anthonino.


“Baik kami menunggu kedatangan kalian,” kata Innesa.


“Mama kau pasti sangat menyukainya dia cantik dia juga memiliki darah Rusia seperti kita,” kata antonim Anthonino.


“Tidak masalah, siapa pun yang kau nikahi, jika kau menyukainya maka Mama juga akan menyukainya,” kata Innesa, seperti biasanya suaranya selalu lemah lembut membuat Anthonino semakin mengagumi wanita yang membesarkannya.


SEBENERNYA PENGEN CRAZY UP 😭😭😭


TAPI BELUM PUNYA NASKAHNYA 😆😆😆

__ADS_1


BULAN DEPAN AJA YAH KREZI AP NYA 🤗🤗🤗🤗


JANGAN LUPA TAP JEMPOL DAN JEJAK KOMENTAR KALIAN 🤗🤗🤗


__ADS_2