
TAP DULU JEMPOL KALIAN SEBELUM BACA!“
Daddy saja yang memutuskan, aku rasa kau lebih tahu.” Anthonino benar-benar tidak mampu memilih ketiga saudara iparnya yang tentu saja semuanya memiliki kemampuan luar biasa.
“Baiklah, kalau begitu aku akan meminta Joe untuk datang ke sini membantumu mengamankan perusahaan,” kata Naoki kemudian ia melanjutkan ucapannya, “kau Phillip, karena kau dan Sam yang telah menyelamatkan kedua anakku ini aku sangat berterima kasih padamu. Kau juga harus menganggap kami keluargamu, anggap aku orang tuamu jadi kau dan Sam tidak boleh lagi sungkan kepada kami.”
Anthonino menetap Philip dengan tatapan tidak percaya atas apa yang barusan di dengarnya. Ternyata dia diselamatkan dua kali oleh orang yang selalu anggap sebagai saingan cintanya. Ternyata Keiko istrinya itu memang di kelilingi oleh orang-orang yang berhati tulus kepadanya. Benar kata Keiko jika Philip menginginkan Keiko tentu saja Philip tidak akan peduli kepada Anthonino. Philip bahkan seharusnya memiliki dua kali kesempatan untuk membiarkan dirinya mati kemudian ia bebas mendekati Keiko.
Flash back on.
Philip membayar seseorang untuk mengikuti seluruh gerak -gerik Nameera karena ia mendengar dari Samanta bahwa Nameera tinggal di kediaman Keiko dan Anthonino selama beberapa hari. Nameera datang ke mansion mewah yang di tinggali oleh Keiko saat itu kebetulan Philip dan Samantha sedang berada di sana karena Anthonino mengundang mereka berdua untuk makan malam bersama. Ketika hendak kembali mereka berpapasan dengan Nameera yang datang ke sana. Awalnya Philip menyangka jika Nameera hanya berkunjung sebagai keluarga Keiko kemudian ia meminta Samanta untuk menanyakan kepada Keiko apa urusan Nameera datang ke tempat tinggalnya pukul sepuluh malam.
Mendengar apa yang di tuturkan Keiko melalui Samantha Philip merasa ia tidak percaya begitu saja kepada Nameera. Ia memberikan diri menghubungi Naoki meskipun sebenarnya ia khawatir akan dianggap lancang oleh Naoki kemudian ia menceritakan apa yang sedang terjadi bahwa Nameera merencanakan sesuatu yang jahat kepada Keiko. Philip bahkan mengirimkan foto di mana Nameera menemui seorang mafia untuk memberikan sebuah misi. Misi yang Philip tebak adalah merusak helikopter yang akan di terbangkan Anthonino.
__ADS_1
Beberapa hari kemudian Naoki tiba-tiba menghubungi Philip dan mengatakan bahwa Nameera, Philip, Keiko dan Arima mereka berempat tidak bisa di lacak keberadaannya. Signal ponsel di ponsel mereka tidak ada satu pun yang bisa terdeteksi. Tanpa berpikir panjang Philip langsung mengemudikan mobilnya menuju kediaman ke tempat tinggal Keiko dan Anthonino. Sampai di sana pelayan mengatakan bahwa mereka berempat baru saja pergi menaiki helikopter. Philip nyaris kehilangan darahnya mendengar mereka telah menaiki helikopter dan pergi entah ke mana.
Setelah menunggu dengan perasaan tidak menentu, satu jam kemudian ia mendapat kabar dari Naoki bahwa ponsel Anthonino terdeteksi melakukan panggilan darurat internasional. Naoki langsung mengirimkan detail lokasi kepada Philip. Ia segera mengemudikan mobil secara membabi buta di jalanan menuju pegunungan di mana Anthonino berada, ia tidak lagi memperhitungkan kecepatannya. Yang ia pikirkan adalah nyawa sahabatnya. Di dalam perjalanan Philip menghubungi Samantha untuk menyusulnya ia juga menginstruksikan kepada Samantha untuk membawa tim medis beserta ambulans.
Dengan bantuan beberapa warga lokal yang tinggal di pedesaan bukit Philip menyusuri bukit yang di selimuti salju. Sesampainya sana ternyata Arima sedang terseok-seok menggendong Keiko mencoba membawa nonanya menuruni bukit. Philip segera mengambil alih dan meminta aroma untuk menunjukkan di mana Anthonino berada. Warga lokal yang membantu Philip segera menuju tempat Anthonino berada.
Dua hari kemudian Justin sedang duduk di ruang kerjanya, ruangan itu seharusnya adalah milik Anthonino. Kepalanya rasa berdenyut kematian Anthonino ternyata tidak membuatnya mudah mendapatkan apa yang ia inginkan. Justin telah beberapa kali menghubungi pengacara keluarga Petrav, ia bermaksud mengambil alih perusahaan agar menjadi sah atas nama dirinya sendiri. Tetapi, pengacara itu selalu memiliki alasan untuk menghindari pertemuan dengan Justin. Merasa terus di hindari Justin berencana menemui langusmu pengacara itu dan melakukan kekerasan jika pria tua itu masih saja terus keras kepala tidak bersedia menuruti kemauan Justin.
“Maaf, Sir....” Sekretaris Justin tampak ketakutan karena Jonathan yang memaksa untuk masuk ke ruangan CEO.
Justin hanya mengibaskan tangannya memberikan isyarat kepada sekretaris itu untuk menjauh.
“Ayo masuk dan duduklah,” ucap Justin dengan nada ramah dan bersahabat.
__ADS_1
“Kau tidak terkejut?” tanya Jonathan dengan nada datar namun bibirnya mengulas senyum sinis.
“Tentu saja aku terkejut, kau tidak memberitahu akan datang,” jawab Justin sambil bangkit dari duduknya dan menuju sofa yang ada di ruangan itu. “Apa kau ingin kopi? Sekretaris akan menyediakan untuk kalian.” Justin menawarkan kopi untuk kedua tamunya.
“Oh tidak perlu, kami hanya sebentar,” jawab Jonathan sambil mendudukkan bokongnya. Ia dengan santai dan sedikit angkuh menyilangkan kakinya dan meletakkan sikunya di sofa, jemarinya mengelus-elus dagunya.
“Aku turut berduka cita atas meninggalnya adikmu,” ucap Justin berbasa-basi.
Jonathan tersenyum sinis. “Iya,” jawabnya singkat dan nadanya juga acuh. “Oh iya, siapa namamu? Aku tidak mengingatnya," tanya Jonathan dengan nada seperti mengejek.
TAP JEMPOL KALIAN ❤️❤️ JANGAN LUPA JEJAK KOMENTAR ❤️ TERIMA KASIH ❤️
🍒🌸
__ADS_1