Married With Pilot

Married With Pilot
Jaga dirimu


__ADS_3

SEBELUM MEMBACA PLIS TAP JEMPOL LEBIH DULU!


“Cintaku, aku akan berangkat ke New York, ada urusan mendesak.” Anthonino membuka jas yang di kenakannya dan bergegas masuk ke kamar mandi tanpa memberi Keiko kesempatan untuk menanggapi ucapannya.


Tidak lama Anthonino keluar dari dalam kamar mandi, ia hanya menggunakan handuk yang melilit di pinggangnya membuat Keiko hanya mampu menelan ludahnya sendiri melihat pemandangan indah yang tersaji di depan matanya sore itu.


“Cintaku persiapkan dirimu,” ucap Anthonino sambil kakinya melangkah memasuki walk in closet yang dik ikuti oleh Keiko.


“Aku harus ikut?” Keiko terkejut dengan apa yang baru saja di ucapkan oleh suaminya.


“Iya cintaku,” jawab Anthonino sambil mengamati setelan jas yang tergantung dan berjejer dengan rapi.


Mendengar apa yang di ucapkan suaminya Keiko mengerjapkan matanya, ia mendekati Anthonino. Tangannya meraba kulit punggung suaminya dengan gerakan sangat halus. “Hubby, sepertinya aku tidak bisa karena aku memiliki beberapa pekerjaan besok. Aku tidak bisa begitu saja meninggalkan pekerjaan ini,” katanya.


“Katakan saja kepada Lelya untuk menunda atau kau keluar saja dari pekerjaan itu,” kata Anthonino sambil membalikkan badannya menghadap Keiko. Telapak tangannya meraih telapak tangan Keiko, menggenggamnya dengan lembut.


“Itu namanya tidak profesional, aku bahkan bisa di tuntut.” Keiko tidak ingin berurusan dengan hukum yang merepotkan. Lagi pula sejak awal ia yang menyetujui kontrak itu dan suaminya juga mengizinkan.


“Aku akan membayar kerugian agensimu,” kata Anthonino tanpa pikir panjang.


Keiko menggeleng pelan, tatapannya seolah memihak menatap mata biru Anthonino. “Ini bukan masalah kerugian ini masalah maka dan profesionalismeku yang akan di pertanyakan.”


“Jangan pedulikan itu,” kata Anthonino.

__ADS_1


“Tidak, aku tidak setuju. Lagi pula kau mengizinkanku menandatangani kontrak, kau seharusnya memikirkan konsekuensinya.” Keiko menatap dalam mata Anthonino seolah memohon pengertian suaminya dengan sungguh-sungguh.


Anthonino diam-diam mendengus karena tidak berpikir panjang mengambil keputusan. Ia tidak menyangka memberikan izin kepada Keiko begitu saja untuk terus berada di dunia modeling justru berakibat seperti ini. Ia tidak bebas membawa istrinya kemana-mana. “Jadi kau membiarkan suamimu sendirian di New York? Aku tidak suka tidur sendirian,” keluhnya.


“Jadi aku hanya teman tidurmu?” Keiko melotot galak kepada Anthonino.


“Tentu saja tidak, kau cintaku. Teman hidupku, belahan jiwaku. Aku tidak ingin jauh darimu,” kata Anthonino seraya mengecup jemari Keiko.


“Kau mulai bermulut manis.” Wajah Keiko tampak merona karena perlakuan suaminya.


“Kalau begitu aku ingin kau mencicipi bibir manisku, ucap Anthonino dengan nada menggoda. Bibirnya dengan lembut mencumbu bibir kenyal Keiko. Sementara tangannya menyibak rok yang di kenakan Keiko membelai paha istrinya lalu menarik kain tipis pakaian dalam Keiko. Membuangnya begitu saja, jemarinya begitu terampil mempermainkan kehangatan yang berada di antara kedua paha istrinya.


“Kau membuatku gila cintaku,” geram Anthonino. Sementara wajah Keiko telah merah padam kerja ia baru saja mendapatkan pelepasan pertama di awal permainan hanya dengan jemari suaminya.


“Aku lebih baik tertinggal jadwal penerbangan di banding melewatkan ini.” Anthonino memagut kembali bibir Keiko sementara telapak tangannya menahan tengkuk Keiko untuk memperdalam ciuman mereka.


Sebenarnya Keiko ingin memberi tahu tentang Philip dan pekerjaannya kepada Anthonino. Namun, mengingat suaminya akan pergi ke New York dan suaminya juga meminta Keiko untuk berhenti dari pekerjaannya, Keiko memilih menunda memberi tahu suaminya. Ia tidak ingin berhenti di tengah jalan dalam pekerjaannya, ia bisa kehilangan citra sebagai model profesional. Antara dirinya dan Philip memang tidak ada hubungan apa pun, seharusnya tidak perlu di khawatirkan dan hanya bisa berharap suaminya mengerti. Yang jelas sekarang otaknya terasa tumpul dan keruh.


“Apa kita akan melakukannya di sini?” tanya Anthonino setelah ciuman mereka terlepas.


Keiko yang tidak bisa lagi berpikir jernih melepaskan tubuhnya dari kungkungan lengan suaminya yang melingkar di pinggangnya. Ia mundur dua langkah kemudian ia dengan gerakan yang menggoda menurunkan roknya, kemudian melepas seluruh kancing kemejanya dan membuangnya begitu saja ke lantai, dengan sekali jentikan ia membuka pengait bra di belakang punggungnya membuat kain pembungkus dadanya itu meluncur begitu saja ke lantai. Kemudian dengan anggun ia melangkah meninggalkan lingkaran rok yang tergeletak di lantai lalu dengan gerakan nakal dan bibir yang tersenyum menggoda ia menarik handuk yang melingkar di pinggang suaminya dan membuangnya ke lantai lalu lenganhya memeluk pinggang suaminya.


“Bawa aku ke ranjang,” perintahnya dengan nada menggoda yang mampu meruntuhkan iman.

__ADS_1


Anthonino mengawasi seluruh gerak-gerik istrinya, caranya melepaskan rok, caranya melepas kancing kemeja dan cara ia melangkah meninggalkan lingkaran rok yang tergeletak di lantai. Ia menyimpan semua ke dalam otaknya dengan hati-hati agar seluruh keindahan istrinya terpatri di dalam otaknya dengan sempurna. Anthonino tidak menyangka, gadis polos yang ia ambil kesuciannya itu memiliki sisi binal yang sangat menggemaskan dan sialnya Anthonino sangat menyukai bagian itu. Bukan hanya menyukai, ia memuja bahkan menggilai sisi liar Keiko setiap kali mereka memadu kasih.


Cara Keiko memerintah Anthonino seolah seorang ratu membuat Anthonino hampir saja meleleh di kaki istrinya karena sangat memujanya. “Aku tidak akan berhenti hingga kau meminta kau melepaskanmu, cintaku.”


“Aku menyukai itu,” erang Keiko sambil merasakan tubuhnya yang penuh di kuasai oleh Anthonino.


Anthonino terus mendesak, mengentak dengan lembut penuh irama hingga berkali-kali Keiko mengerang dan mendapatkan puncaknya. Hingga akhirnya keduanya mendapatkan puncaknya bersamaan setelah babak kedua.


Anthonino memeluk dengan erat tubuh istrinya yang terkulai lemas di dadanya sambil mengatur napasnya. “Aku mencintaimu, tunggu aku kembali.”


Keiko hanya mengangguk, tubuhnya terasa lemas bahkan ia tak mampu lagi membuka mulutnya untuk sekedar berkata iya.


Anthonino akhirnya merebahkan istrinya, menutupi tubuh istrinya yang tanpa busana menggunakan selimut kemudian ia mengenakan pakaiannya lalu mendekati ranjang. Jemarinya perlahan penuh kasih sayang menyibakkan sedikit rambut yang tergerai nakal di wajah istrinya mengecup keningnya. “Cintaku, istirahatlah. Aku berangkat,” katanya.


“Jaga dirimu,” jawab Keiko.


Mereka berdua saling menatap denah pandangan mata penuh cinta, setelah beberapa saat Anthonino mengecup bibir istrinya seolah ia benar-benar enggan berpisah dari Keiko. Pada akhirnya ia harus benar-benar berangkat, ia berjalan dengan langkah kaki panjang menuju atap bangunan mansionnya di mana sebuah helikopter menunggunya untuk mengantarkan ke bandara.


SIAPKAN MENTAL KALIAN KARENA SETELAH INI MUNGKIN KONFLIKNYA SEDIKIT BERAT. HEHEHE


TAP JEMPOL KALIAN ❤️ DAN JANGAN LUPA JEJAK KOMENTAR ❤️


TERIMA KASIH ❤️

__ADS_1


__ADS_2