
TAP JEMPOL KALIAN TERLEBIH DULU SEBELUM MEMBACA.
Samantha menerima uluran tangan Philip yang tiba-tiba terasa aneh, seperti ada aliran listrik yang menyengat di aliran darahnya. Ia berjalan mengikuti Philip menuju dapur, duduk dengan patuh di kursi dengan tidak mengenakan apa pun di tubuhnya
Mereka duduk di depan meja pantri tanpa menggunakan apa mengenakan apa pun di tubuh mereka. Philip menuangkan dua gelas vodca lalu menyerahkannya segelas untuk Samantha.
“Kita bisa menundanya jika... maksudku... jika kau belum yakin,” ucapnya. Nadanya terdengar tidak yakin, matanya yang berwarna coklat menatap wajah Samanta yang tampak gugup. Diam-diam ia melirik dada sahabatnya yang terlihat begitu kencang dan menggiurkan, diam-diam ia mendamba. Ia ingin segera menerjang sahabatnya lalu membuatnya pasrah di bawahnya. Tetapi, itu tidak mungkin di lakukan karena pasti akan menaiki Samantha. Ia ingin memberikan pengalaman pertama yang indah untuk Samantha, sahabatnya.
Eh, apa yang kupikirkan?
Samantha dengan cepat meneguk vodca di dalam gelasnya kemudian meraih botol yang berada di atas meja, menuangkannya lagi di gelas tetapi Philip menahan tangannya saat ia hendak mengangkat gelasnya. “Sudah cukup,” katanya.
Lembut Philip mengambil alih gelas yang ada di tangan Samantha kemudian meletakkannya di atas meja iya menggeser duduknya posisi duduknya menghadap Samantha ia menatap wajah Samantha, tatapannya begitu lembut ia mengunci tatapan mata Samantha setelah beberapa saat ia Philips mencumbu bibir milik Samantha bibir kenyal milik Samantha mendesakkan lidahnya absen seluruh rongga mulut sahabatnya. Tubuh Samantha menegang seperti kaku seperti kayu tetapi perlahan ketegangab itu berangsur menghilang karena kelembutan Philips, ia menerima cumbuan bibir Philip dan membiarkan lidah Philip mendesak masuk ke dalam mulutnya. Perlahan Samantha membalas cumbuan Philip.
Sebelah lengan sebelah lengan melingkar di pinggang Samantha sementara telapak tangannya telapak tangannya berada di tengkuk Samantha untuk memperdalam seolah memperdalam ciuman mereka. Ciuman panas yang berapi-api ciuman yang membuat tubuh Samantha terasa terkena sengatan listrik yang begitu dahsyat lututnya bahkan terasa lemas ciuman ia belum pernah merasakan gairah yang begitu dahsyat yang menguasai seolah menguasai setiap aliran darahnya perlahan berubah posisi posisinya ia berdiri dari bangkit dari duduknya dan berdiri tanpa melepas tautan bibir mereka dengan lembut tangannya berpindah ke kedua ke pinggang Samantha kemudian melingkarkan kedua paha Samantha di pinggangnya.
“Ayo lakukan di kamar,” ucap Philips yang lebih menyerupai geraman. Ia segera menggendong Samantha membawa masuk ke dalam kamarnya merebahkan Samantha dengan perlahan di atas tempat tidur.
Kedua tatapan mata mereka beradu kedua bola mata itu saling mengunci tatapan mata Philips turun ke bibir Samantha perlahan ia mendekatkan kembali wajahnya mencumbui bibir Samantha yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya, ternyata bibir sahabatnya sangat manis dan kenyal. Telapak tangan Philip berada di dada kenyal milik Samantha yang sejak tadi telah ia dambakan, mer*m*snya dengan penuh perasaan seolah benar-benar menikmati rasa kenyal yang di sana.
__ADS_1
Hari yang tak pernah pilih bayangkan sebelumnya ia dapat menikmati tubuh Samantha, bersenang-senang dengan dadanya, menikmati setia jengkal lekuk tubuh sahabatnya sendiri. Selama ini ia hanya diam-diam mengkhayalkan tubuh Samantha di bawah guyuran air shower, ia tidak menyangka jika semua menjadi nyata. Dengan caranya Philip membuat Samantha melebur untuk pertama kali sebelum ia menembus satu-satunya dinding milik sahabatnya. Sahabat yang ia buat menitikkan air mata karena mempersembahkan selaput dara miliknya.
Philip lupa diri, ia melupakan tujuan awal memasuki sahabatnya adalah untuk sekedar untuk membuka segel kesucian gadis itu dan sedikit mengajarkan cara bercinta. Tetapi, berada di dalam tubuh Samantha ternyata rasanya sangat menyenangkan, hangat lembut, sempit. Keduanya lupa diri, mereka melakukan lagi, lagi dan lagi seolah esok hari tidak akan datang.
Philip mengira Samantha menikmati apa yang telah mereka lalui malam itu. Paginya, saat ia terbangun sahabatnya tidak lagi berada di dalam tempat tinggalnya, ia tidak berusaha mencari Samantha karena mengira Samantha terlalu lelah dan memerlukan istirahat setelah tenaganya ia peras habis malam itu.
Dugaannya salah karena keesokan harinya saat seharusnya mereka bekerja, Samantha sama sekali tidak menyapanya. Gadis itu mengacuhkannya, ia tidak sedikit pun menoleh saat Philip memanggilnya seolah mereka adalah dua orang asing.
Jantung Philip terasa berlubang, lubang yang sangat besar dan dalam menganga begitu saja. Selama ini ia terbiasa bersama Samantha, hampir setiap hari sepanjang ia menapaki karier di London. Bahkan mungkin jika di hitung-hitung ia lebih sering bersama Samantha dibanding bersama Keiko dulu. Malamnya Philip mendatangi tempat tinggal Samantha, sama saja. Sahabatnya tidak ada di tempat tinggalnya, ia menunggu hingga ia tertidur di atas sofa dan terbangun matahari telah terbit di dalam tempat tinggal Samantha tetapi gadis itu tidak kembali. Samantha bahkan mematikan ponselnya. Samantha menghindarinya.
“Sam!” Philip memanggil Samantha yang baru saja keluar dari dalam mobil. Sebulan telah berlalu Samantha semakin menjauhinya.
Samantha hendak melangkahkan kakinya menjauh dari mobilnya tetapi Philip dengan sikap segera menangkap pergelangan tangan Samantha. “Jangan menghindariku,” ucapnya dengan nada memohon.
“Philips, tolong, aku harus menghadiri pesta,” ucap Samantha dengan nada dingin.
“Aku akan pergi bersamamu,” ucap dengan nada serius. Malam itu mereka memang ada acara pesta karena salah satu petinggi agensi tempat mereka bernaung berulang tahun.
__ADS_1
Philip sengaja menunggu Samantha di dekat pintu masuk agar ia bisa bersama Samantha, seperti biasa. Seperti dulu, ia ingin mengembalikan persahabatan mereka yang retak karena kebodohan mereka berdua.
Samantha mundur satu langkah, tampak jelas ia menghindari Phillip. “Tidak, aku... aku memiliki... maksudku aku bersama seorang bersama kekasihku, aku tidak bisa bersamamu,” ucapnya terbata-bata.
Philip memiringkan kepalanya, matanya sedikit menyipit. “Kekasih?”
Samantha sedikit menaikkan dagunya. “Ya, aku telah memiliki kekasih baru,” jawabnya dengan nada sedikit sombong. Tetapi, ada rasa sakit dan tidak nyaman saat ia mengatakan kalimat itu.
“Sam, kau bercanda,” ucap Philip dengan nada tidak suka.
“Aku serius,” jawab Samantha.
Jantung Philip terasa membengkak, Samantha memiliki kekasih yang berarti sekarang tubuh Samantha di jamah oleh kekasihnya secara bebas. Philip tidak terima, ia tidak mampu membayangkan tubuh Samantha berada di bawah kuasa pria lain.
“Tinggalkan dia,” ucap Philip dengan nada berat.
“Siapa kau? Seenaknya saja menyuruh gadisku meninggalkan aku.” Suara bernada tegas itu sontak membuat Philip mengalihkan pandangannya ke arah sumber suara.
Seorang pria berperawakan tegap, berwajah tampan dengan model rambut cepak dan berpakaian rapi tampak sedang menatap mereka berdua dengan tatapan dingin, entah sejak kapan pria itu berdiri di sana mengawasi mereka.
__ADS_1
TAP JEMPOL KALIAN DAN JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK KOMENTAR ❤