
Keiko memasuki sebuah pesawat pribadi, ia membawa 2 orang asisten dan 1 orang body guard.
“Selamat datang miss Yamada, semoga anda menikmati penerbangan ini” kata dua pramugari yang menyambut kedatangannya.
Keiko mengamati ruangan di dalam pesawat pribadi tersebut, orang tuanya memiliki pesawat pribadi juga namun tidak semewah ini.
Keiko mendudukkan bokongya dan pramugari membantunya mengenakan sabuk pengaman.
“Miss Yamada setelah pesawat ini tinggal landas anda bisa berkeliling untuk tour room di pesawat ini dan anda juga bisa beristirahat di kamar yang telah kami siapkan.”
“Baik, terima kasih,” jawab Keiko dengan sopan.
15 menit kemudian pesawat telah tenang melaju di atas langit malam, Keiko mengambil beberapa foto dirinya dan membagikan ke media sosial, ia menggunakan fasilitas wifi on board tentunya. Pesawat ini terlalu besar jika hanya untuk mengangkut empat orang dan pastinya Keiko mulai merasa bosan karena kedua asistennya di tempatkan di ruang lain dari pesawat itu.
“Selamat malam miss Yamada,” sapa pria yang berdiri tegap dengan seragam pilot di depan Keiko, wajahnya tampan dengan bulu bulu halus yang di cukur rapi, matanya....
Matanya....
Matanya....
Keiko seperti terhipnotis dengan tatapan manik mata berwarna birunya yang begitu indah bahkan mampu menggetarkan jiwa Keiko bahkan hanya dalam sekali menatapnya.
“Se se selamat pagi, maksud saya malam,” Keiko tergagap ia buru buru berdiri.
“Perkenalkan saya Nino, saya kapten pilot yang bertanggung jawab dalam penerbangan ini,” kata pria itu memperkenalkan dirinya.
“Senang berkenalan dengan anda tuan,” kata Keiko sambil mengulurkan tangan untuk bersalaman.
__ADS_1
Dengan lembut pria bermata biru itu menyambut uluran tangan Keiko, menggenggamnya erat.
Keiko merasa darahnya berdesir saat kulit mereka bersentuhan, ada getaran aneh menjalari perasaannya.
“Mungkin miss Yamada ingin melihat lihat beberapa ruangan yang ada di pesawat ini? Saya akan memandu anda untuk tour room,” katanya ramah.
Keiko mengangguk, ia masih merasa tersihir oleh pesona pria di depannya, lidahnya bahkan terasa kelu untuk sekedar berkata iya.
Pria tampan itu membawanya berkeliling, dan melihat lihat betapa mewahnya pesawat pribadi itu, desain interior yang di dominasi warna putih dan coklat siapa pun yang berada di dalamnya bahkan merasakan mereka bukan sedang berada di dalam sebuah pesawat namun berada di sebuah predisent suite room sebuah hotel berbintang.
“Apa anda ingin sedikit meminum wine?” tanya pria itu.
“Ya...” Keiko mengangguk kecil.
‘Sial, pria ini terlalu tampan benar benar membuatku tak mampu berkutik,’ rutuknya dalam hati.
“Untuk perkenalan kita,” kata pria itu sambil mendentingkan gelasnya pada gelas Keiko.
Mereka minum beberapa gelas sambil larut dalam pikiran mereka masing masing, tidak ada percakapan khusus ataupun lebih lanjut yang mereka lontarkan.
“Miss Yamada mari saya tunjukkan ruang lain,” kata pria itu.
Keiko seperti anak ayam yang mengikuti induknya ia hanya mengekori ke mana pun pria bermata biru membawanya berkeliling sambil menjelaskan detail ruangan tanpa berminat mendengarkan atau menjawab, ia fokus pada aroma samar samar pria itu, menenangkan sekali, hingga mereka tiba di sebuah kamar yang cukup luas.
“Anda bisa istirahat di sini, staff kami akan membangunkan anda setelah pesawat mendarat.”
Keiko tidak menjawab ia justru memandangi wajah pria itu dengan tatapan penuh harap.
__ADS_1
“Apa ada yang anda perlukan miss Yamada?” tanya pilot itu.
“Temani aku tidur.” kata Keiko tiba tiba dengan seluruh keberanian yang telah ia kumpulkan sejak tadi.
‘ini adalah pria yang tepat untuk mendapatkan benih unggul bereproduksi.’ seringai Keiko dalam hatinya.
“Maaf miss Yamada? apa maksud anda? saya tidak mengerti,” pria itu cukup heran dengan permintaan gadis itu.
“Panggil aku Keiko!” kata Keiko tegas, "Dan aku ingin kau menemaniku tidur di sini."
“Baiklah Keiko, jika aku berbuat lebih dari tidur apa kau tidak akan keberatan?”
Keiko maju dua langkah kemudian dengan sedikit berjinjit Keiko menyambar bibir tipis milik pria itu, terkejut!!! tentu saja pria itu terkejut dengan perbuatan berani gadis di depannya, namun pilot itu segera melahap bibir kenyal yang sudah menempel di bibirnya.
Tanpa membuang waktu ia segera mengambil kesempatan emas yang datang sendiri padanya, mencium bibir yang tampak ranum dan menggairahkan, ini pertama kali ia kembali mencium bibir seorang gadis setelah entah beberapa tahun ia tak pernah lagi mencicipi bibir seorang wanita.
Gadis cantik, super model dan seorang pianis yang sangat berbakat datang sendiri kepadanya, bahkan melemparkan dirinya sendiri kepelukannya, mengatakan ingin tidur dengannya, itu merupakan berkah yang turun dari langit, tidak ada yang bisa menolak pemberian Tuhan yang sangat tidak ternilai harganya.
Entah kebaikan apa yang pernah di lakukan pria itu di kehidupan lampaunya, yang jelas karma baik datang padanya.
Namun, ada yang tidak di sangka. Anthonino menemukan sesuatu yang baru, sesuatu yang belum pernah ia temui seumur hidupnya. “Sayang?” tanyanya sambil mengerutkan keningnya, mata birunya memandang seluruh wajah Keiko.
“Are you Virgin?” tanya pilot itu.
Hening sejenak. “Yess, i’am,” jawab Keiko.
“Shit!”
__ADS_1
😶😶😶
TEGANG YA 😉 MAU SEKARANG BELAH DURENNYA APA BESOK? 😂😂😂