
Beberapa menit kemudian Philip datang bersama Samantha, kecanggungan tiba-tiba menyeruak membuat seluruh tim saling lirik dengan ekor mata mereka.
“Hei Philip, hei Sam.” sapa Keiko mencoba bersikap biasa, bagaimanapun juga kecanggungan yang dialami seluruh tim yang berada di dalam ruangan tersebut di sebabkan oleh dirinya.
“Hei... Kei.” sapa Samantha yang juga tampak berusaha bersikap biasa.
“Hei,” sapa Philip, mungkin hanya Philip yang tak mampu bersikap biasa saja.
Beberapa menit kemudian latihan dimulai, Keiko melangkah dengan anggun dan menawan seperti biasanya.
Wajahnya perpaduan khas rusia dan asia, dan kulitnya, kulitnya meawarisi kulit Livia ibunya yang bukan hanya putih, namun ada sentuhaan kuning membuat ia selalu tampak terlihat segar, di tunjang dengan tubuh yang ramping, bukan kurus. Wajahnya juga tidak lancip ataupun di buat lancip, ia benar benar memukau.
Tatapan mata Philip seolah ia sangat merindukan Keiko, sepanjang mereka berlatih berjalan di atas catwalk Philip bahkan sering melakukan kesalahan, tatapan matanya berkali kali tertangkap basah oleh rekan rekan sesama model sedang mencuri pandang ke arah Keiko, Keiko tahu itu, dan jujur saja ia merasa risih dengan tatapan mata Philip.
Sementara Anthonino ia menuju kantor perusahaan perwakilan miliknya di New York. Ia berjalan di iringi oleh 1 orang asisten yang selalu berada disampangnya memasuki ruang kerjanya.
Ia memang baru resmi beberapa bulan memegang perusahaan yang telah menjadi miliknya sejak ia berusia 20 tahun, ia masih memilih melanglang buana pergi ke berbagai penjuru dunia menerbangkan pesawat, bahkan ia rela bekerja di maskapai yang menjadi saingan bisnis maskapai miliknya, ia juga menyembunyikan nama Petrav selama ia menjadi pilot, ia tidak ingin orang-orang segan padanya karena identitasnya. Ia ingin menjadi orang biasa selama ia bekerja menerbangkan pesawat, bahkan hingga kini hanya orang orang tertentu di perusahaannya yang mengetahui jati dirinya. Ia belum siap menyandang nama besar ayahnya sekaligus nama yang menurutnya menjijikkan.
Ia memilih menjalani hidupnya menjadi seorang pilot bukan semata-mata untuk mencari pengalaman, ia hanya mencari ketenangan dengan melihat dunia dari atas langit, membelah awan menerjang angin, badai petir dan hujan. Karena perasaannya sesungguhnya sangat rumit, menderita, dan menyimpan dendam.
Ia adalah anak haram dari keluarga Petrav.
Ayahnya Feliks Petrav adalah pria ba**ngan, ia memiliki banyak wanita padahal ia memiliki istri sah bernama Innesa, ia wanita yang tidak hanya cantik, ia juga baik dan lembut. Namun kebaikan dan kelembutannya justru dimanfaatkan oleh Feliks hanya karena Innesa tak mampu memberikan keturunan.
Feliks meniduri banyak wanita dengan iming-iming akan menikahinya asalkan bisa memberikan keturunan laki-laki, dan beberapa wanita yang melahirkan bayi perempuan mereka semua tidak pernah diakui oleh Feliks.
Dan ibunya, wanita berkebangsaan China yang kebetulan seorang mahasiswa di Moscow. Inunya menjadi korban Feliks yang merayunya dengan berbagai bujuk rayu dan iming-iming, faktanya, ia tak pernah dinikahi meskipun ia melahirkan seorang bayi laki-laki, Feliks mengambil bayi Anthonino, menyerahkan bayi mungil itu pada Innesa.
Beruntung Innesa benar-benar berhati malaikat, ia merawat dan menjaga Anthonino selayaknya putranya sendiri, ia juga mempertemukan Anthonino pada ibu kandungnya ketika umur Anthonino telah cukup mampu menerima kenyataan.
“Kau adalah putraku, tapi kau juga harus tahu siapa ibu kandungmu.” kata Innesa penuh kelembutan.
Seperti dunia benar-benar runtuh, karena ia tidak menyangka wanita yang selama ini ia panggil ibu bukanlah ibu kandungnya sendiri.
Terlebih mendengar semua cerita Innesa, darah Anthonino mendidih!!!
Meskipun saat mengetahui kebenaran keadaan ibu kandungnya tidak baik, ibu kandungnya depresi dan bertahun-tahun di dalam rumah sakit jiwa, ia bersyukur masih memiliki kesempatan bertemu ibu kandungnya. Ketika Anthonino telah bekerja sebagai pilot keadaan ibunya sempat membaik, ia membawa ibunya kembali ke Guangzhou untuk bertemu kembali keluarganya, ibunya telah pulih seperti sedia kala.
__ADS_1
Sekarang tidak disangka seorang gadis tiba-tiba menyerahkan kesuciannya pada Anthonino dengan syarat ia ingin memiliki anak darinya, jika orang lain yang melakukan hal itu pasti Anthonino tidak segan melemparkan gadis itu dari atas pesawat, namun karena gadis itu adalah Yamada Keiko, gadis kecil yang pernah mencuri perhatiannya 7 tahun lalu, Anthonino tentu dengan senang hati menerima tawaran Keiko.
Sejak kesepakatan di buat ia bertekad tidak akan melepaskan Keiko seumur hidupnya! Jika ia tak mampu membuat Keiko tak jatuh cinta padanya, maka ia akan memaksa Keiko untuk jatuh cinta padanya bagaimana pun caranya.
Setelah menyelesaikan beberapa pekerjaan ia melirik arloji tangan mewah di tangannya, Jacob&Co yang harganya bisa menyerupai sebuah 10 buah mobil sport berharga milyaran.
Photo by Instagram Jacob&Co
Ia kemudian mengirim pesan pada Keiko, “Kawaii wifei apa kau telah selesai?”
Tidak lama Keiko membalas, “yess, i did.”
“Baiklah, 10 menit lagi aku akan tiba.”
“Emotocon cium” itu balasan dari Keiko membuat Anthonino tersenyum bahagia.
Ia segera keluar dari ruangan itu dan memerintahkan asistennya untuk menyiapkan mobi, ketika tiba di depan lobi perusahaan, tak di sangka ia bertemu seorang gadis yang sangat di kenal.
Gadis dengan manik mata berwarna hazel itu menyapa Anthonino.
“Hei Nameera,” jawabnya acuh.
“Apa kau bekerja di sini juga sekarang?”
“Ya.” Anthonino menggaruk belakang kepalanya.
“Oh kita akan sering bertemu lagi,” kata Nameera senang, “aku tidak bisa menghubungimu, apa kau mengganti nomer ponselmu?”
“Aku baru saja menikah, kau tidak perlu menghubungiku lagi,” jawab Anthonino datar.
Seperti petir tepat menembak tepat di kepalanya, Nameera merasa seolah ia seketika kehilangan jiwanya.
“Sampai jumpa Nameera,” kata Anthonino sambil berlalu pergi meninggalkan Nameera.
Andai tidak sedang berada di lobi perusahaan mungkin Nameera sudah menjatuhkan dirinya ke lantai, pria tampan incarannya kini telah menikah dan mengatakan dengan kejam jangan pernah menghubunginya lagi.
__ADS_1
Nameera segera berlari keluar untuk memanggil taxi dan menuju hotelnya, membenamkan wajahnya di bantal untuk menangis sejadi-jadinya.
“Kau terlambat dua menit empat belas detik Mr. posesif,” kata Keiko ketika ia mendudukkan pantatnya di kursi Limousine yang menjemputnya.
“Maafkan aku, katakan bagaimana aku harus menebus kesalahanku?” tanya Anthonino sambil meraih pinggang Keiko dan menciumi punggungnya.
“Traktir aku ice blend matcha,” kekeh Keiko.
“Baiklah, aku akan membelikan matcha berserta standnya.”
Keiko mencubit paha suaminya dengan lembut, “Nenekku memiliki kebun teh penghasil matcha terbaik di Jepang,” Keiko memberitahu suaminya.
“Oh ya? Bagaimana jika kita berkunjung kesana?”
“Ayo, aku sangat merindukan tempat itu.”
“Baiklah, kapan kau mau?”
“Aku akan menanyakan pada Sarah jadwal kosongku, sepertinya aku harus bersabar hingga dua bulan lagi, jadwalku banyak tertunda karenamu,” keluh Keiko. “Oh iya di mana kita akan menginap?”
“Kita tidak menginap sayang,” Anthonino mengusap kepala istrinya.
“Maksudmu?”
“Kita akan pulang.”
“Moscow? Tapi aku....” sahut Keiko cepat.
“Tidak. rumah kita ada di sini,” kata Anthonino sambil mengangkat tubuh ringan Keiko, mendudukkan di pangkuannya.
Pandangan mata mereka beradu, Keiko menatap mata biru yang membuatnya hampir gila.
Seperti halnya Anthonino ia juga menatap mata coklat yang membuat perasaannya meleleh, pertemuan pertama 7 tahun yang lalu, tidak menyangka jika ia bertemu kembali dan gadis yang kini nyata menjadi istrinya. Gadis lugu yang benar-benar membuatnya bertekuk lutut, perasaannya pada Keiko benar-benar berbeda, ia takut kehilangan Keiko, ia takut Keiko tak bisa menerima kehadirannya dan tidak membalas cintanya.
Mereka sama-sama tergagap dan menyudahi tatapan mata mereka, Anthonino membawa Keiko ke dalam dekapannya, membiarkan wajah gadis itu terbenam didadanya.
MERRY CHRISTMAS BUAT TEMAN TEMANKU YANG MERAYAKAN 😊
__ADS_1
SEMOGA DAMAI NATAL BERSAMA KITA SEMUA, DAN TUHAN MEMBERKATI.
TAP JEMPOL KALIAN DAN JANGAN LUPA VOTE AUTHOR 😚😚😙 MAKASIH TEMAN TEMANKU.