Married With Pilot

Married With Pilot
S2. Masalahnya


__ADS_3

Tap jempol kalian sebelum membaca!


“Apa maksudmu menghindariku lagi?” tanya Philip dengan nada sengit.


Philip meminta izin membawa Samantha untuk memisahkan diri dari gerombolan gadis-gadis yang tengah berkumpul di tempat tinggal Claudia. Saat ini Philip dan Samantha berada di unit tempat tinggal Philip.


“Kau... kenapa tinggal di sini?” tanya Samantha dengan nada tak kalah sengit.


Ia tidak menyangka akan bertemu Philip di Dublin dan konyolnya sebagai tetangga.


“Mengejarmu, apa kau puas?” jawab Philip dengan nada kesal.


Samantha memalingkan wajahnya. Ia tidak ingin menatap wajah Philip karena jawaban yang di lontarkan Philip membuat jantungnya terasa berdetak tidak menentu. Bahagia, sepertinya begitu tetapi ia berusaha menjaga harga dirinya untuk tidak terlihat bahwa ia senang karena Philip mengatakan mengejarnya.


Philip dengan gerakan lembut meraih dagu Samantha. “Bisakah kita berbaikan?”


Bibir Samantha bergetar, ia masih enggan menatap mata Philip. “Kita telah berbaikan, tidak ada masalah lagi di antara kita,”

__ADS_1


hawabnya dengan suara pelan.


Ya. Sebelum Samantha kembali melarikan diri mereka memang telah berbaikan. Yang jelas seharusnya tidak ada masalah lagi di antara mereka karena saat itu keduanya telah sepakat melupakan ganjalan yang ada di antara mereka. Memutuskan untuk kembali bersahabat meski di ujung malam mereka kembali menyatukan kedua tubuh.


Saling menggumamkan nama masing-masing diantara gerakan dan desahan yang menodai sebuah kata persahabatan.


Philip menyipitkan kedua matanya menatap Samantha. Napasnya sedikit tidak teratur. “Kau masalahnya, kau kembali menghindariku, kau menendangku dari kehidupanmu.” Suara Philip meninggi, ia emosi. Dadanya bahkan sedikit terguncang karena amarahnya yang tertahan. "Jangan terus menguji kesabaranku, Sam."


“Philip, sudah kukatakan, persahabatan kita... tidak, maksudku—ini tidak bisa di lanjutkan.” Samantha memberanikan diri menatap wajah Philip.


Philip menghela napasnya dengan kasar, sebelah matanya tampak menyipit. “Sam, aku datang ke sini untuk menemukanmu. Aku ingin kita memperbaiki hubungan kita, memulai dari awal. Sebagai pasangan,” ucap Philip langsung.


“Kau pasti bersedia,” ucap Philip yang telah meraih pinggang Samantha.


“Philip, lepaskan a....”


Bibir Philip telah menutupi bibir Samantha, menjarahnya tanpa ampun dan tidak membiarkan Samantha menghirup udara secara bebas. Philip menghisap dan mengecap bibir Samantha tanpa ampun, kemarahan dan rindu yang berbaur dalam ciuman yang memaksa tanpa balasan dari Samantha.

__ADS_1


Tiba-tiba bel pintu tempat tinggal Philip berbunyi membuat Philip harus melepaskan bibirnya yang memagut paksa bibir Samantha, melepaskan kungkungan lengannya yang posesif melingkar di pinggang Samantha lalu melangkah menuju pintu untuk membukakan melihat siapa yang datang, ternyata Claudia berdiri di depan pintu.


Bibirnya tampak tersenyum menyeringai, ia mengamati Philip dengan tatapan curiga kemudian berucap, “Acara akan segera di mulai, bisakah kalian bergabung?”


Tanpa pikir panjang Samantha berjalan mendekati pintu dan berdiri di samping Claudia. “Philip, ayo,” ucapnya sambil diam-diam menjilat bibirnya sendiri yang basah karena ciuman Philip.


Penatap mengarahkan pandangannya ke arah Samantha dengan sorot mata setengah murka karena wanita itu terus menghindarinya meski mereka kini telah begitu dekat. Akhirnya tidak ada yang bisa Philip lakukan selain mengikuti Samantha dan Claudia, bahkan ia bertekad akan memborgol tayangan Samantha jika perlu agar Samantha tidak bisa lagi menghindarinya.


“Jadi apa proyek kalian di sini?” tanya Ivo setelah Philip dan Samantha kembali bergabung.


“Tidak banyak,” jawab Philip singkat sambil menerima piring yang berisi sepotong kue ulang tahun dari Claudia yang duduk di dekatnya. “Terima kasih.”


“Bisakah aku akan denganmu? Aku ingin memamerkan di media sosial agar teman-temanku tahu aku bertetangga dengan model ternama. Ini benar-benar kado terindah di hari ulang tahunku,” pinta Claudia dengan nada penuh dengan harapan.


“Sam, kemari,” ucap Philip meminta Samantha turut dalam foto. Ia tidak mungkin berfoto hanya berdua dengan Claudia.


Samantha mengerti, bagaimanapun ia tidak ingin Philip terjerat dalam masalah di kemudian hari. Ia bergabung dalam setiap foto bersama Philip dan gadis lainnya, ia juga akhirnya duduk di samping Philip sepanjang acara berlangsung.

__ADS_1


TAP JEMPOL KALIAN ❤️ DAN JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK KOMENTAR ❤❤❤❤❤


🍒🍒🍒🍒🍒


__ADS_2