
“Apa kau tidak bosan hanya tinggal di rumah?” Anthonino bertanya kepada istrinya yang sedang memberikan putra kecil mereka Stefano ASI.
Anthonino merasa khawatir kepada istrinya yang mungkin saja bisa bosan karena hanya tinggal di dalam rumah mengurus buah cinta mereka.
“Sama sekali tidak,” jawab Keiko sambil tatapan matanya mengarah kepada wajah kecil Stefano.
“Bagaimana jika kita pergi ke mall berbelanja?”
“Stefano masih terlalu kecil, Hubby.”
Anthonino tampak berpikir sebentar. “Biar aku menjaganya, di rumah.”
“Bagaimana jika ia lapar? Kau tidak memiliki ASI,” kata Keiko tanpa mengalihkan pandangannya dari wajah putranya.
Anthonino mendekat, duduk di samping Keiko dan ikut menatap wajah putranya yang tampak menghisap dengan kuat ASI dari tempatnya. Ia beberapa kali meneguk air liurnya sendirian.
Stefano, kau merebut milikku.
Ekor mata Keiko melirik wajah suaminya yang tampak menatap dadanya dengan tatapan lapar. “Apa Daddy juga ingin ASI?” tanyanya dengan nada jahil.
“Sepertinya aku benar-benar cemburu pada Stefano, dia mengambil segalanya dariku,” keluh Anthonino sambil menggaruk bagian belakang kepalanya dengan gerakan frustrasi.
Keiko terkekeh, ia mengangkat wajahnya menatap suaminya yang duduk di sampingnya. “Kenapa?”
__ADS_1
“Kau lebih sering menatap wajah Stefano di banding menatapku,” gerutu Anthonino.
“Dia anakku,” kata Keiko.
“Aku ayahnya,” ucap Anthonino tidak mau kalah.
“Everybody knows.”
*Semua orang tahu
“Kau sering mengabaikan aku,” keluh Anthonino. Memang benar waktu Keiko benar-benar tersita untuk Stefano. Keiko yang tampak tidak bisa berbuat apa-apa selain bermain musik itu menjelma menjadi ibu yang penuh kasih sayang, ibu yang mendedikasikan waktu hanya untuk anaknya.
Sungguh tidak diduga jika Keiko bisa melakukan semua itu dengan latar belakangnya sebagai satu-satunya putri dari keluarga yang sangat berada dan ditambah lagi sepak terjangnya sebagai publik figur. Istrinya itu benar-benar spesial karena bersedia mengurus Stefano sendirian dan ia bahkan hampir tidak pernah mengeluh.
Keiko menyapukan bibirnya di sebelah pipi Anthonino. “Kau lebih rewel dari Stefano sekarang.”
“Sayangku, tahukah jika Daddymu lebih kekanakan dibandingkan dirimu?” Keiko mendekatkan Stefano ke wajahnya karena itu telah selesai menyusu.
Keiko mengecup pipi Stefano dengan gerakan perlahan agar tidak membangunkannya.
Anthonino menegakkan kepalanya.“Apa saingan cintaku telah tertidur?” tanyanya penuh semangat.
“Kenapa memangnya jika Stefano tidur?” tanya Keiko diiringi tawa kecil.
__ADS_1
Mata biru Anthonino tampak berbinar, ia mengulurkan tangannya. “ Sini, biar aku yang meletakkan Stefano di ranjangnya,” katanya.
Keiko dengan perlahan memberikan Stefano kepada ayahnya setelah dengan hati-hati kembali mengecup pipi lembut putranya.
Setelah memastikan Stefano terlelap dengan nyaman di ranjangnya, Anthonino bergegas menghampiri Keiko.
“Sekarang Daddy Stefano ingin dimanja,” kata Anthonino sambil mengangkat tubuh Keiko. Membawanya ke atas tempat tidur.
Keiko meletakkan kedua tangannya didada suaminya. Bibirnya tersenyum manis. “Dasar tidak bisa bersabar,” katanya.
“Kau membuat aku tidak bisa menunggu, Cintaku,” kata Anthonino. Tatapan matanya mengunci mata Keiko.
Perlahan wajahnya mendekati wajah Keiko, bibirnya menyentuh bibir Keiko. Menggoda bibir Keiko, mendesakkan lidahnya ke dalam rongga mulut Keiko. Ujung lidahnya memanjakan lidah Keiko dengan cara yang sangat mesra.
Terengah-engah kedua insan itu mengakhiri pagutan mesra bibir mereka. “Cintaku, aku sangat mencintaimu.” Anthonino berbisik di dekat bibir Keiko. Sangat dekat seolah enggan melepaskan bibir Keiko.
Keiko mengecup bibir suaminya sekilas. “Aku juga mencintaimu, suamiku,” katanya.
Anthonino menyapukan bibirnya sudut bibir Keiko berulang-ulang. Berpindah ke pipinya lalu ******* cuping telinga Keiko. Turun ke lehernya, meninggalkan beberapa jejak kepemilikan di sana lalu turun ke dadanya. Memesrai puncak dada Keiko dengan caranya, puncak dada yang dulu hanya miliknya tetapi terpaksa kini berbagi bersama Stefano dan parahnya bayi itu menguasai daerah itu hampir dua puluh empat jam.
Sementara di Tokyo.
Sudah tiga Minggu Gustavo tidak datang mengunjungi Vicky, pria itu juga sama sekali tidak menghubunginya. Terakhir mereka bertemu adalah malam di mana Gustavo mengajaknya untuk berkeliling Jepang tetapi Vicky justru mengatakan agar Gustavo mencari gadis lain untuk menemaninya.
__ADS_1
Apa aku telah berkata keterlaluan? Apa Gustavo tersinggung?
TAP JEMPOL KALIAN DAN JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK KOMENTAR ❤❤❤