
TAP JEMPI KALIAN SEBELUM MEMBACA PLIS!
Dublin, Irlandia.
Di sinilah sekarang Philip berada untuk mengejar Samantha. Anthonino tiba-tiba menghubungi Philip memberitahu di mana Samantha berada, mantan saingan cintanya itu mengatakan dengan angkuhnya bersedia memberitahu Philip karena ingin membalas Budi.
Sangat sombong dan menjengkelkan.
Philip tidak tahu di mana tepatnya Samantha berada tetapi lagi-lagi Anthonino dengan pongahnya menyarankan untuk bertanya kepada Jonathan atau Naoki untuk melacak keberadaan Samantha. syarat Philip harus memenangkan hati.
Kenapa tidak terpikir olehku?
Philip akhirnya menurut, Naoki dengan senang hati memberitahu di mana titik keberadaan Samantha dengan syarat Philip harus bisa mendapatkan Samantha.
Kau tidak boleh kembali ke London tanpa Samantha. Kau tidak boleh kembali dengan tangan kosong.
Merayu wanita. Philip tidak memiliki skil ini. Terbukti ia tidak bisa mendapatkan hati Keiko. Ia memang terlalu kaku.
Sedikit putus asa memikirkan vagiaman cara merayu Samantha, Philip memutuskan keluar dari hotel tempatnya menginap. Sudah dua hari ia memutar otak untuk menyusun strategi mengejar Samantha yang keras kepala itu. Tetapi, ia belum mendapatkannya. Ya Tuhan. Ternyata wajah tampan yang di milikinya tidak serta Merta meluluhkan hati gadis yang diinginkannya.
Philip duduk di sebuah bangku panjang di area sekitar kastel Dublin. Irlandia dikenal sebagai negara yang penuh dengan kastel. Kondisi abad pertengahan di sana, membuat hampir semua wilayah di Irlandia memiliki kastel kuno yang megah. Begitu pula saat berkunjung ke Dublin. Di ibukota Irlandia itu, terdapat sebuah kastel yang dulunya merupakan wilayah pemukiman kelompok viking. Dinding batu, tirai, hingga parit di bangunan yang berdiri di awal abad ke-13 itu masih tampak asli. Mengunjungi kastel ini, akan membuat kita merasakan sensasi kembali ke masa lalu. Di mana saat itu, kastel tersebut menjadi kantor administrasi bagi pemerintah Inggris.
Beberapa ekor merpati tampak mengangguk-anggukkan kepalanya seolah menunjukkan salam hormat kepadanya. Philip mengamati orang-orang yang berlalu-lalang di depannya, dari pasangan kekasih yang berjalan sambil berpegangan tangan hingga orang yang berjalan sendiri, bersama temannya, bersama orang tua dan usia mereka juga beragam.
Wanita adalah makhluk ciptaan Tuhan yang paling sulit dimengerti, sangat menyebalkan.
__ADS_1
Seorang gadis berambut hitam berpenampilan sederhana menghampiri Philip, dengan dengan tatapan ragu-ragu ia menyapa. “Selamat siang. Tuan bisakah saya minta tolong?” sapanya dengan nada sopan.
“Oh ya, selamat siang,” jawab Philip.
“Bisakah kau mengambilkan beberapa foto untukku?”
“Tentu saja, dengan senang hati.”
Gadis itu tampak tersenyum kegirangan, ia mengulurkan ponselnya kepada Philip. Philip menerimanya, gadis itu dengan polosnya menjelaskan tombol apa yang harus Philip sentuh untuk mendapatkan gambar. Philip hanya menganggap kepalannya !eski di dalam hati Philip tertawa karena gadis itu tidak mengenalinya padahal banyak foto-fotonya tersebar sebagai sampul di tabloid, bungkus pakaian dalam pria, iklan parfum dan produk lain. Mungkin karena efek Philip menggunakan topi dan kerah jaketnya sedikit menutupi sebagian wajahnya.
Apa penyamarannya benar-benar rapi?
Untuk pertama kalinya Phillip yang biasanya bergaya di depan kamera kali ini ia mengarahkan gaya dan kamera, mengatur gaya seorang gadis yang dengan seenak hatimu memerintahnya. Gadis itu terus saja bergaya dengan berbagai pose seolah ia kecanduan memerintah Philip yang terus saja menuruti perintahnya.
Setelah entah berapa banyak foto yang di ambil oleh Philip gadis itu mendekati Philip untuk memeriksa fotonya. Gadis itu tampak terkagum-kagum dengan hasil jepretan Philip. Tanpa mereka sadari mereka telah jauh melangkah berpindah tempat dari tempat awal mereka pertama bertemu.
Philip tidak merespons pertanyaan gadis itu. Ia hanya tersenyum simpul.
“Aku akan mentraktirmu makan, sebagai tanda terima kasihku,” kata gadis itu.
“Tidak perlu,” kata Philip dengan nada sopan.
“Tuan, jangan membuat aku merasa berhutang kepadamu,” kata gadis itu.
“Tidak perlu merasa seperti itu,” kata Philip.
__ADS_1
“Aku tidak suka berhutang.”
Astaga! Philip benar-benar di buat kesal karena gadis ini ternyata merepotkan. Philip menatap wajah gadis itu dengan tatapan lurus. Usianya mungkin baru menginjak tujuh belasan tahun.
“Sebaiknya kau kembali, anak kecil tidak baik berkeliaran sendiri,” ucap Philip dengan nada mengusir yang samar.
“Anak kecil? Dengar baik-baik, usiaku dua puluh dua tahun, aku seorang pekerja kantoran dan aku telah hidup mandiri,” ucapnya dengan nada membela diri.
Bahu Philip terguncang karena ia tertawa pelan. “Baiklah, aku percaya,” katanya dengan nada geli.
“Hey, aku serius.”
“Baiklah, gadis kecil. Aku harus kembali. Sampai jumpa,” kata Philip sambil berbalik menjauhi gadis berambut hitam itu tanpa memberikan kesempatan gadis itu untuk mengucapkan terima kasih.
***
Sementara di sisi lain Dublin.
Samantha sedang memeriksakan kandungannya, benar kata Philip, ia memang mengandung calon janin hasil perbuatannya bersama Philip. Ia telah bercerita kepada Keiko dan sahabatnya itu menceramahinya panjang lebar. Keiko bahkan berniat mengambil bayi itu kelak jika Samantha tidak menginginkannya. Samantha bukan tidak menginginkan bayi yang sedang tumbuh di rahimnya tetapi ia telah terlanjur berlari menjauh dari Philip, ia tidak tahu cara kembali. Ia takut Philip menganggapnya hamil dengan pria lain lalu meminta pertanggungjawaban darinya sebagai kedok. Ia juga takut jika sebenarnya Philip hanya menginginkan bayinya bukan menginginkan dirinya.
TAP JEMPOL KALIAN ❤️ DAN JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK KOMENTAR ❤
TERIMA KASIH ❤️
🍒🍒🍒🍒🍒
__ADS_1
JANGAN LUPA BACA ARISAN BERONDONG!